Fakta Janggal Temuan 11 Bayi di Pakem Sleman, KPAI Buka Suara
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Wisatawan sedang antre di Tempat Pemungutan Retribusi Kaliurang, Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Sabtu (5/4/2025). Harian Jogja/ Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN—Arus balik yang sedang berlangsung beriringan dengan penurunan angka kunjungan wisatawan di Kaliurang. Sempat menyentuh angka 5.410 orang pada Kamis (3/4/2025), angka kunjungan perlahan turun.
Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Kaliurang, Danang Sumbodo, mengatakan antrean kendaraan hanya terjadi pada Kamis (3/4/2025) menyusul puncak kunjungan wisatawan. Antrean tersebut tidak terjadi pada Sabtu (5/4/2025) meski masuk akhir pekan.
“Kalau sekarang ini meski kendaraan masuk terus, tapi tidak ada antrean seperti Kamis kemarin,” kata Danang ditemui di TPR Kaliurang, Sabtu.
BACA JUGA: Bosan Saat Berada di Area Jalur Tol Trans Jawa? Coba Jajal Lokasi Wisata Ini
Secara berurutan sejak Selasa (1/4/2025) - Sabtu (5/4/2025), angka kunjungan yaitu 3.300 orang, 3.265 orang, 5.410 orang, 4.224 orang, dan 2.944 orang per pukul 13.09 WIB.
Melalui pengataman Harianjogja.com, kendaraan berdatangan setiap rata-rata satu menit dari pukul 12.49 WIB hingga 13.10 WIB. Mayoritas menggunakan kendaraan roda empat dengan plat luar DIY.
Sementara, Kepala Subbagian Tata Usaha UPTD Museum Gunungapi Merapi (MGM), Rini Setyawati, mengatakan angka kunjungan mencapai puncaknya pada Kamis (3/4) dengan 504 orang.
Meski tidak mencapai 1.000 orang, kunjungan tersebut memperlihatkan dampak positif libur lebaran. Pasalnya, angka kunjungan pada Rabu (2/4/2025) hanya 259 orang. Sempat naik, angka tersebut turun lagi pada Jumat (4/4/2025) dengan 204 orang.
Selain arus balik, penurunan kunjungan dipengaruhi oleh jam operasional. Selama libur lebaran, MGM buka mulai 08.00 WIB - 14.00 WIB. Perbedaan dengan hari biasa, MGM tutup pukul 15.00 WIB. Mundur satu jam.
Edukator MGM, Ayu Munarwati, mengaku optimistis angka kunjungan di MGM dapat kembali seperti sebelum Covid-19 yang mana ketika akhir pekan dapat mencapai 1.000 orang. Pasca renovasi, rata-rata kunjungan masih sekitar 500 orang. Kunjungan masih didominasi oleh kalangan pelajar, keluarga, dan rombongan tertentu.
“Tahun baru 2025 kemarin semat menyentuh 1.000 orang. Angka kunjungan bisa kembali lagi menurut saya. Ini mulai merangkak naik,” kata Ayu.
Guna meningkatkan angka kunjungan, pengelola MGM memiliki program museum masuk sekolah. Dalam setahun, program tersebut digelar sekali untuk tiga sekolah. Pengelola memberi sosialisasi bermacam informasi mengenai MGM.
MGM juga memiliki koleksi baru, yaitu batuan hasil pembekuan lava yang telah diteliti. Batuan tersebut merupakan hibah dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Indomaret Cabang Yogyakarta Bersama PMI Sleman kembali Gelar Aksi Donor Darah Disertai Pemeriksaan Mata dan Cek Kesehatan Gratis Dari Puskesmas Gamping 2
Rute Trans Jogja 2026 makin luas dengan pembayaran digital memakai GoPay dan kartu elektronik. Cek daftar jalur dan tarif terbaru di DIY.
Sharp Indonesia Hadirkan Professional Portable Speaker Terbaru dengan Suara Powerful untuk Karaoke hingga Live Performance
Menlu Sugiono memastikan penangkapan WNI dalam misi Gaza bukan penyanderaan. Pemerintah RI terus mengupayakan pemulangan mereka.
Daihatsu terus mendekatkan diri kepada seluruh masyarakat di Indonesia melalui semangat campaign “Karena Kamu Ada”.