Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Jogja akan menjadi tuan rumah konferensi International Textile Manufacturers Federation (ITMF) dan International Apparel Federation (IAF) 2025 yang akan digelar pada Oktober 2025 mendatang.
Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Jemmy Kartiwa Sastraatmaja, menjelaskan event ini akan diselenggarakan pada 24-25 Oktober 2025.
“Acara ini bisa diadakan di Jogja, karena Jogja terkenal heritage dengan batiknya,” ujarnya beberapa waktu lalu.
BACA JUGA: 60 Pabrik Tekstil Tutup, Ini Penjelasan dari Kemenperin
Ia berharap, dengan adanya penyelenggaraan konferensi ITMF dan IAF di Jogja mampu membangkitkan industri tekstil di DIY, terutama dari sisi industri Kecil dan Menengah (IKM) yang bergerak di sektor tersebut.
Pertemuan internasional ITMF akan dihadiri sekitar 75 negara, dengan total 300 delegasi dari berbagai negara. Selama 23-27 Oktober 2025, juga akan diselenggarakan satu event regional untuk Asosiasi Pertekstilan se-ASEAN (AFTEX) yang akan dihadiri oleh 30 delegasi dari sembilan negara ASEAN.
Wakil Ketua Bidang Organisasi API DIY, Timotius Aprianto dengan adanya perhelatan internasional tersebut, bisa menjadi bagian dari upaya reindustrialisasi di Indonesia. Dimana industri di Indonesia sedang mengalami situasi yang tidak baik-baik saja, menghadapi ketidakpastian di tingkat global.
“Tadi ditekankan pada bagaimana ada perbaikan dari sisi regulasi, khususnya spirit-nya adalah debirokratisasi dan deregulasi perdagangan internasional. Nah, kami menekankan juga, bagaimana IKM atau Industri Kecil dan Menengah ini mendapat perhatian khusus sebagai soko guru ekonomi nasional” ungkapnya.
Timotius juga menjelaskan, produk tekstil termasuk ekspornya menempati urutan pertama sebagai penyumbang terbesar dari 11,8% industri pengolahan untuk PDRB DIY. Kemudian disusul diurutan kedua, yaitu furniture dan craft, sedangkan industri kulit dan produk kulit menempati urutan ketiga.
“Saya kira, kita berharap bahwa dengan perhelatan internasional ini, selain kita tentunya mendapat kehormatan menjadi tuan rumah, kita juga berharap, bahwa ini akan menjadi penggerak ekonomi baru di situasi yang penuh ketidakpastian ini,” kata dia.
ITMF dan IAF 2025 rencananya akan digelar di Hotel Marriott, dengan mengundang Gubernur DIY, Sri Sultan HB X sebagai tamu kehormatan. “Kami berharap Ngarsa Dalem memberikan keynote speech juga diacara internasional tersebut,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.
Prabowo menyebut Indonesia menghabiskan hingga Rp535 triliun per tahun untuk impor BBM. Pemerintah mendorong kendaraan listrik dan EBT.
Cek desil bansos 2026 lewat HP menggunakan NIK. Kenali 5 desil prioritas PKH, BPNT, Sembako, dan BLT Kesra Rp900.000.