6 Kalurahan Gunungkidul Dapat SPAM, Anggaran Capai Rp1,15 Miliar
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Petugas memasang rambu peringatan bahaya di kawasan Pantai Parangtritis untuk mencegah adanya laka laut, Senin (24/4/2023)/Harian Jogja-Yosef Leon Pinsker
Harianjogja.com, BANTUL – Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul menyebutkan larangan mandi di laut secara total di kawasan Pantai Selatan belum bisa diterapkan merespons maraknya kasus kecelakaan laut di wilayah setempat.
Sejak masa libur Lebaran lalu sampai saat ini, sejumlah kasus laka laut terjadi di Bantul dengan satu korban meninggal dunia dan satu lainnya masih hilang.
BACA JUGA: Sering Terjadi Laka Laut, Bupati Bantul Ingatkan Pengunjung Menjaga Keselamatan Diri
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi menyampaikan, larangan berenang di laut hingga kini belum ada dasar hukum yang mengikat secara legal formal. “Kalau larangan legal formalnya belum ada. Itu sifatnya masih berupa imbauan. Jadi kami mengimbau agar wisatawan tidak mandi di laut,” ujarnya, Selasa (15/4/2025).
Imbauan tersebut menjadi respons atas meningkatnya jumlah kecelakaan laut yang melibatkan wisatawan. Kendati belum terdapat larangan hukum tertulis, Dinas Pariwisata Bantul menyarankan pendekatan persuasif demi keselamatan pengunjung.
Pihaknya mengaku juga telah menjalin kolaborasi dengan tim SAR serta para pelaku usaha di sepanjang Pantai Parangtritis untuk meningkatkan aspek pengamanan.
“Langkah yang kami ambil saat ini adalah menjalin kerja sama dengan rekan-rekan SAR dan pelaku usaha di kawasan pantai. Itu sudah berjalan,” ujar Saryadi.
Sementara itu, muncul wacana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mengenai kewajiban penggunaan pelampung bagi wisatawan yang hendak bermain air. Saryadi menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada tindak lanjut konkret di lapangan.
“Pelampung itu wacananya dari BPBD DIY. Tapi sampai hari ini belum ada penyediaan. Kami di Dispar juga belum mengambil langkah operasional,” ungkapnya.
Ia menambahkan, jika kebijakan tersebut benar-benar dijalankan, maka pihaknya akan mendorong sektor swasta untuk turut serta dalam penyediaan pelampung. “Karena saya kira belum memungkinkan bagi pemerintah daerah untuk menyediakannya sendiri, maka peran pelaku usaha sangat penting,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol menyatakan bahwa serangkaian insiden di Pantai Selatan mendorong perlunya pendekatan preventif yang lebih ketat. “Sudah ada rencana dan tampaknya akan segera diterapkan. Jadi kalau mau bermain air, itu harus memakai pelampung,” jelas Antoni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin
Xavi Hernandez resmi jadi pelatih Timnas Belanda dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030. Ia sebut dirinya "anak sepak bola Belanda" dan ingin bawa filosofi meny
Klaim asuransi mobil tidak cukup hanya melapor kecelakaan atau kehilangan kendaraan. Simak dokumen, prosedur, hingga penyebab klaim ditolak agar proses berjalan