Sultan HB X Minta Toko di Jogja Sediakan APAR untuk Cegah Kebakaran
Sultan HB X mendorong toko dan pusat perbelanjaan di Jogja menyediakan APAR sebagai langkah awal menangani kebakaran.
Koperasi - Ilustrasi/Bisnis.com
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul merekomendasikan seluruh lurah atau kepala desa maupun pamong kelurahan di daerah ini menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih yang kini diprogramkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Kita sarankan dan rekomendasikan agar juga seluruh lurah dan pamong menjadi bagian dari koperasi Merah Putih ini agar pemerintah kelurahan turut mendukung keberadaan koperasi," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih.
Menurut dia, dengan adanya keanggotaan dari para lurah dan perangkat desa pada Koperasi Merah Putih sebagai pusat ekonomi desa tersebut, diharapkan lembaga ekonomi di desa itu nantinya tetap eksis dan tidak mati suri.
"Jadi, individu-individu pamong masuk menjadi anggota diharapkan koperasi ini tidak mati suri, koperasi ini ada yang mengurus dan ada institusi kelurahan itu benar benar memperhatikan koperasi, karena ini koperasi yang berasal dari instruksi presiden," katanya.
Bupati juga mengatakan, Koperasi Desa Merah Putih tersebut dikonsep sedemikian rupa untuk mendukung percepatan kemakmuran di tingkat desa, sehingga nantinya perlu dukungan dana yang bersumber dari daerah maupun pusat.
"Baik dari APBN, APBD DIY, dan APBD kabupaten mendukung ini, bentuknya bagaimana, bisnis apa saja dalam proses kajian di masing masing kelurahan. Kalau jumlah awal kita coba di 17 desa, tapi kalau semuanya 75 desa siap lebih baik," katanya.
Dia mengatakan, dalam pembentukan Koperasi Merah Putih ini, pemerintah sudah mengumpulkan para lurah agar mulai mempersiapkan langkah langkah, termasuk memetakan potensi sumberdaya lokal di desanya yang bisa dilibatkan dalam koperasi tersebut.
"Hasilnya, para lurah akan melakukan rapat-rapat di kelurahan masing masing untuk mempersiapkan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang akan difasilitasi oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan sebagai dinas yang mengurus urusan koperasi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sultan HB X mendorong toko dan pusat perbelanjaan di Jogja menyediakan APAR sebagai langkah awal menangani kebakaran.
KDMP Sumbersari Sleman telah berjalan enam bulan, tetapi pengelolaan belum penuh karena menunggu verifikasi, serah terima gedung, dan regulasi.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Biarawati Katolik asal Timor-Leste, Suster Dulce Maria Guterres, meraih gelar Magister Kebidanan di UNISA Yogyakarta dan berbagi kisah toleransi.
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.