Sampah Visual di Jogja Harus Ditertibkan, Jangan Tunggu Laporan Warga
Penataan sampah visual di Jogja diminta dilakukan berkelanjutan. Sumbo Tinarbuko meminta penertiban reklame liar tak menunggu aduan warga.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo./ Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mencatat masih ada ribuan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang mengalami kendala dalam pengurusan. Karena itu, Pemkot Jogja melakukan pendampingan untuk pengurusan izin.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo menyampaikan masih ada sekitar 1.500 permohonan PBG pada 2024 yang belum selesai. Sebagian permohonan izin PBG yang terhenti prosesnya karena tidak melengkapi kekurangan persyaratan.
Hasto menargetkan permohonan PBG tersebut segera diselesaikan pada 100 hari kerja.
“Kalau memang tidak bisa [izin PBG diselesaikan], ya divonis tidak bisa jadi kan selesai. Kalau ini menggantung. Itu harus segera diselesaikan,” katanya pada Kamis (24/4/2025).
Hasto mengaku beberapa PBG yang belum selesai karena ada syarat yang belum lengkap atau sesuai. Namun, hal tersebut tidak kunjungan diperbaiki oleh pemohon PBG. Hasto pun meminta DPMPTSP Kota Jogja menyampaikan dan melakukan pembinaan terhadap pemohon perizinan telah gagal beberapa kali.
Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Jogja, Budi Santosa menyampaikan sejak 2022-April 2025 telah ada 1.858 PBG yang diterbitkan. Pengajuan perizinan PBG dilakukan melalui Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI.
"Sebelum mengajukan izin di SIMBG, pemohon harus mengajukan permohonan PBG di DPMPTSP, karena ada berkas persyaratan yang harus dipenuhi," katanya.
BACA JUGA: Jadi Syarat SPMB 2025, Ini Jadwal dan Materi ASPD SMP di DIY
Hal itu karena pengajuan PBG juga harus ada rekomendasi teknis perizinan dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Jogja.
Sementara Kepala Dinas PUPKP Kota Jogja, Umi Akhsanti menambahkan beberapa alasan permohonan PBG tidak bisa diteruskan antara lain permohonan ganda karena permohonan awal ada kekurangan, saat melengkapi masyarakat mendaftar dengan permohonan baru.
“Akan kami cermati permohonan yang tidak bisa diteruskan karena beberapa alasan," katanya.
Dia menuturkan ada pula yang masih diajukan PBG, namun bangunan sudah jadi. Kemudian pihaknya pun mengembalikan untuk mengajukan SLF.
"Ada juga permohonan kita kembalikan karena ada kekurangan, tapi sudah lebih dari satu bulan tidak kembali,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan sampah visual di Jogja diminta dilakukan berkelanjutan. Sumbo Tinarbuko meminta penertiban reklame liar tak menunggu aduan warga.
Foto atau video terhapus dari HP Android dan iPhone belum tentu hilang permanen. Simak cara memulihkan file dengan mudah dan aman.
Pemkab Kulonprogo menggelontorkan Rp12,7 miliar untuk melanjutkan pembangunan Jalan Prangkokan-Kebonharjo di Samigaluh guna mendukung ekonomi Menoreh.
Dupe culture semakin populer di kalangan konsumen. Simak perbedaan produk dupe dan barang KW serta alasan tren ini berkembang pesat.
Kiandra Ramadhipa memburu kemenangan di Jerez untuk memangkas jarak dari pemuncak klasemen Moto3 Junior World Championship 2026.
Belgia bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Senegal 3-2. Penalti kontroversial hasil tinjauan VAR menjadi penentu tiket ke babak 16 besar.