Gunungkidul Bidik Pengurangan Sampah Organik hingga 40 Persen
DLH Gunungkidul menargetkan pengurangan sampah organik hingga 40% melalui Masgun Maos dan pengolahan sampah mandiri dari rumah.
Petugas UPT PPJU Dinas Perhubungan Kulon Progo saat meninjau lokasi pemasangan LPJU di salah satu wilayah belum lama ini. Dishub Kulon Progo menganggarkan lebih dari Rp22 miliar untuk pengadaan LPJU tahun 2025. /Dok. Istimewa.
Harianjogja.com, KULONPOGO—Dinas Perhubungan (Dishub) Kulon Progo menyiapkan anggaran lebih dari Rp2,2 miliar untuk pengadaan dan pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di tahun 2025. Upaya ini dilakukan guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat di malam hari saat berkendara.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemelihara Penerangan Jalan Umum (UPT PPJU) Dinas Perhubungan Kulonprogo, Iswanta menerangkan, alokasi dana tersebut bersumber dari APBD murni dan akan digunakan untuk pemasangan LPJU di 152 titik yang tersebar di 12 kapanewon.
"Yang kami pasang LPJU terutama di lokasi rawan kecelakaan, seperti persimpangan, tanjakan, dan turunan. Kami juga memprioritaskan wilayah fasilitas umum serta kelurahan yang selama ini belum memiliki penerangan jalan," kata Iswanta, Jumat (25/4/2025).
BACA JUGA: Operasional Pemeliharaan Lampu Jalan di Kulonprogo Terdampak Pemangkasan Anggaran
Menurutnya, dari hasil kajian teknis mengidentifikasi tiga ruas jalan utama kabupaten dengan kepadatan lalu lintas tinggi sebagai prioritas utama pemasangan LPJU. Ketiganya adalah Jalan Kenteng–Cangakan, Jalan Kepek–Girimulyo–Pengasih, dan Jalan Mandung. Pada ruas-ruas ini, tahun ini akan dipasang masing-masing 4 LPJU di Jalan Kenteng–Cangakan, 9 titik di Jalan Kepek–Girimulyo, serta 13 titik di kawasan industri Sentolo.
Proses pembangunan kini masih berada pada tahap perencanaan dan survei lapangan. Pihaknya menggunakan KWH meter sebagai alat ukur dalam survei untuk menentukan jarak antar tiang dan kebutuhan teknis lainnya sebelum menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB).
"Perencanaan ini akan berlangsung selama dua bulan. Kalau sesuai rencana, pengerjaan fisik dan proses pengadaan dimulai sekitar Juli atau Agustus. Agustus nanti, sudah ada beberapa LPJU yang menyala," ucapnya.
Selain dana APBD, pengadaan LPJU tahun ini juga didukung Dana Keistimewaan (Danais) yang akan dipasang di 25 titik. Sebanyak 20 titik berada di kawasan Kota Wates dan 5 titik lainnya di sekitar Embung Tonogoro. Total Danais yang dialokasikan mencapai Rp750 juta.
BACA JUGA: Dampak Efisiensi Anggaran, Pemkab Bantul Kemungkinan Pangkas Jatah Lampu Penerangan Jalan
"LPJU yang didanai Danais memiliki spesifikasi lebih tinggi. Per tiang bisa mencapai Rp27 juta karena dilengkapi ornamen dan sistem smart lighting yang dapat terhubung ke internet. Sementara yang reguler dari APBD per tiang hanya Rp15 juta," ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kulon Progo, Ariadi menyampaikan, secara keseluruhan, cakupan LPJU di wilayah kabupaten masih relatif rendah.
"Saat ini baru sekitar 16 persen jalan kabupaten yang tercakup LPJU. Jika ditambah jalan provinsi dan nasional, totalnya baru mencapai 20 persen. Kami akan terus bertahap memperluas cakupan, terutama di wilayah rawan kecelakaan dan sekitar fasilitas umum," kata Ariadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Gunungkidul menargetkan pengurangan sampah organik hingga 40% melalui Masgun Maos dan pengolahan sampah mandiri dari rumah.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.