Bantul Siapkan Strategi Penuhi Batas Belanja Pegawai 30 Persen
Pemkab Bantul menyiapkan strategi memenuhi batas belanja pegawai maksimal 30 persen pada 2027 dengan meningkatkan PAD, menerapkan zero minus growth ASN, dan mem
Foto ilustrasi lampu penerangan jalan umum yang kurang memadahi - StockCake
Harianjogja.com, BANTUL - Ribuan titik jalan di Kabupaten Bantul masih belum memiliki lampu penerangan jalan umum (PJU). Dari kebutuhan ideal sebanyak 28.000 unit, baru sekitar 12.200 lampu yang terpasang hingga saat ini.
Kepala Seksi Pembangunan Perlengkapan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul, Nanik Widarti, mengatakan bahwa pada tahun ini pemerintah telah menambah sekitar 800 unit lampu PJU yang kini sudah terpasang di berbagai wilayah.
“Tahun ini sudah ada tambahan lampu penerangan jalan umum, sekitar 800 unit, dan sudah terpasang,” ujar Nanik Senin (20/10).
Pemasangan ratusan lampu tersebut, lanjutnya, dilakukan di seluruh kapanewon yang ada di Bantul dengan dukungan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp15 miliar.
Meski demikian, penambahan tersebut belum mampu menutupi seluruh kebutuhan. Nanik menyebut, hampir setiap kapanewon masih menghadapi kekurangan penerangan karena keterbatasan alokasi anggaran. “Hampir semua wilayah masih kekurangan lampu jalan,” katanya.
Dishub Bantul tetap menyiapkan program lanjutan untuk tahun depan. “Sekitar 500-an unit lampu PJU rencananya akan kami pasang pada tahun 2026,” terangnya.
Ia mengakui, pihaknya belum bisa memastikan kapan seluruh kebutuhan penerangan jalan yang mencapai sekitar 15.000 titik itu dapat terpenuhi. Namun, upaya penambahan secara bertahap akan terus dilakukan.
Nanik berharap pembangunan PJU bisa segera merata di seluruh ruas jalan di Bantul. Menurutnya, keberadaan lampu jalan tidak hanya membantu pengendara di malam hari, tetapi juga berperan penting dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.
“Soalnya kan kecelakaan yang terjadi di malam hari banyak,” ujarnya.
Selain itu, penerangan jalan juga dianggap dapat mengurangi potensi kejahatan jalanan seperti pencurian dan pembegalan di area yang minim cahaya.
Sementara itu, Lurah Wukirsari, Susilo Hapsoro, mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, wilayahnya masih kekurangan banyak lampu jalan, terutama di jalur utama dan jalan provinsi.
“Masih kurang, apalagi di jalan provinsi. Di ruas Singosaren–Sampakan ada sekitar 50 titik dan di depan Pasar Imogiri ada 10 titik yang belum terpasang. Lampu PJU di jalan kabupaten juga masih kurang,” keluhnya.
Meski begitu, Susilo menyebut setiap tahun pemerintah kalurahan mendapat jatah pemasangan lampu secara bertahap. Ia berharap titik-titik yang masih gelap segera mendapat prioritas agar keamanan dan keselamatan warga semakin terjamin.
“Kalau semua titik jalan bisa diterangi, tentu risiko kecelakaan juga akan jauh berkurang,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul menyiapkan strategi memenuhi batas belanja pegawai maksimal 30 persen pada 2027 dengan meningkatkan PAD, menerapkan zero minus growth ASN, dan mem
Nepal akan menerapkan sistem e-Visa mulai 17 Agustus 2026. Wisatawan dapat mengurus visa secara online sebelum keberangkatan dengan tarif mulai US$30.
Presiden AFA Claudio Tapia menyerahkan keputusan masa depan Lionel Messi sepenuhnya kepada sang pemain setelah tampil gemilang di Piala Dunia 2026 bersama Argen
Film The Odyssey karya Christopher Nolan menembus pendapatan global US$1 miliar hanya dalam tiga pekan. Capaian ini menjadi yang pertama bagi Nolan sejak The Da
Bek Singapura Jacob Mahler mengungkap filosofi tim yang membantu The Lions menahan imbang Indonesia 1-1 dan lolos ke semifinal Piala AFF 2026.
Veda Ega Pratama finis ketiga pada FP2 Moto3 Inggris 2026 di Silverstone dan lolos langsung ke Q2. Honda Team Asia menilai masih ada peluang besar untuk meningk