Stunting di Bantul Tak Selesai Saat Anak Keluar dari Kategori
Dinkes Bantul menegaskan anak yang sudah keluar dari kategori stunting tetap berisiko kembali mengalami stunting. Pemantauan dan intervensi berkelanjutan menjad
Dokumentasi Lanterne Festival de Paris pada 2024 lalu di kawasan pantai Parangtritis. Dok Dinpar Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Langit malam Pantai Goa Cemara akan dipenuhi ribuan cahaya harapan dalam gelaran Festival Lampion Terbang Jogja bertajuk “Lanterne Festival de Paris”, yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 Oktober 2025 mendatang. Acara tahunan yang selalu menjadi daya tarik wisata malam di pesisir selatan Yogyakarta ini akan memasuki penyelenggaraan edisi ke-8.
Kepala Seksi Promosi dan Informasi Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, Markus Purnomo Adi, menyampaikan bahwa festival tersebut telah menjadi salah satu agenda unggulan yang mendukung promosi pariwisata di wilayah selatan.
“Acara ini selalu dinantikan wisatawan karena menghadirkan keindahan cahaya lampion di langit pantai yang berpadu dengan hiburan musik. Selain memperkuat citra destinasi Bantul, kegiatan seperti ini juga berdampak positif terhadap ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya, Senin (20/10).
Festival tahun ini mengusung tema “Keindahan Cahaya dan Harapan”, dan akan dibuka mulai pukul 15.00 WIB dengan berbagai pertunjukan musik serta hiburan yang mengiringi hingga puncak acara—penerbangan ribuan lampion pada pukul 22.30 WIB.
Sejumlah musisi dan pengisi acara siap memeriahkan panggung utama, di antaranya Tri Suka Pari Suka, Secangkir Kustik feat Selin, Fire Dance Performance, Stand Up Comedy Show, ML Project Band, dan bintang tamu utama Tyok Satrio. “Perpaduan antara musik dan suasana romantis pantai di malam hari akan memberikan pengalaman berkesan bagi pengunjung,” jelas Markus.
Selain menonjolkan sisi hiburan, penyelenggara juga menegaskan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan. Melalui inisiatif “Sayembara Sampah Lampion”, pengunjung diajak berpartisipasi menjaga kebersihan pantai setelah acara berakhir.
“Kesadaran lingkungan menjadi bagian penting dari pariwisata berkelanjutan. Tim kebersihan lokal juga disiagakan agar keesokan paginya pantai sudah kembali bersih dan nyaman untuk wisatawan,” tambah Markus.
Demi keamanan dan kenyamanan peserta, festival ini turut melibatkan berbagai unsur pengamanan dari Polri, TNI AL Yogyakarta, SAR, Polairud, Linmas, hingga BPBD Bantul, selama kegiatan berlangsung.
Menurut Markus, festival lampion ini bukan hanya menjadi ajang hiburan malam, tetapi juga simbol kebersamaan dan semangat masyarakat Bantul dalam menghidupkan kembali sektor pariwisata pascapandemi.
“Lanterne Festival de Paris bukan sekadar acara estetika. Ia membawa pesan tentang harapan, cinta, dan solidaritas manusia dengan alam. Cahaya lampion menjadi lambang doa dan optimisme bersama,” ungkapnya.
Dengan atmosfer romantis di tepi pantai, pertunjukan musik yang variatif, serta keindahan ribuan lampion yang menerangi langit selatan Yogyakarta, Festival Lampion Terbang Jogja 2025 diprediksi akan menjadi salah satu agenda wisata paling mempesona dan dinantikan tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Bantul menegaskan anak yang sudah keluar dari kategori stunting tetap berisiko kembali mengalami stunting. Pemantauan dan intervensi berkelanjutan menjad
Kemendikdasmen membuka Beasiswa BPI GTK 2026 bagi guru, calon guru, dan tenaga kependidikan. Simak syarat, jadwal pendaftaran, komponen bantuan, dan cara mendaf
Persib Bandung dipastikan berada di Pot 4 ACL Two 2026/2027 setelah Gangwon FC dan Adelaide United gagal lolos ke ACL Elite. Maung Bandung kini menunggu drawing
Flashdisk bekas menyimpan jejak digital yang bisa dipulihkan. Pelajari cara format aman di Windows dan Mac, serta kapan harus menghancurkan fisik perangkat sebe
Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) bersama Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Jawa Timur mengerahkan tim respons untuk mendukung operasi pemadam
Pemerintah mulai menyalurkan Bantuan Pangan Beras Tahap II pada 17 Agustus 2026. Sebanyak 33,24 juta keluarga akan menerima 30 kg beras untuk alokasi tiga bulan