Kisah Darmo, Tukang Salon Sapi yang Bertahan Puluhan Tahun
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.
Masyarakat Wonolelo, Bantul sedang melakukan kirab dengan membawa gunungan hasil bumi Minggu (27/4/2025). Harian Jogja-M161.
Harianjogja.com, BANTUL—Grebeg Syawalan di Wonolelo, Bantul, merupakan tradisi tahunan yang sangat dinanti oleh warga setempat. Kegiatan ini bukan hanya sekadar perayaan setelah Hari Raya Idul Fitri, tetapi juga menjadi kesempatan penting untuk memperkuat tali silaturahmi antarwarga.
Dengan beragam rangkaian acara, mulai dari kirab budaya hingga pembagian hasil bumi, Grebeg Syawalan menjadi bukti nyata kekompakan dan kebersamaan masyarakat Wonolelo dalam melestarikan warisan budaya serta mempererat hubungan sosial di antara mereka.
Kepala Desa Wonolelo, Akhmat Furqon, mengatakan acara grebeg syawalan ini sudah rutin dilakukan setiap tahun dan diadakan minggu terakhir di bulan syawal.
“Rutin dilaksanakan setiap minggu terakhir bulan syawal, kemudian untuk yang terlibat itu semua warga masyarakat Kelurahan Wonolelo dari Pamong, Dukuh, serta seluruh lapisan masyarakat dari lembaga-lembaga kelurahan semuanya terlibat,” katanya saat ditemui pada acara grebeg syawalan Minggu (27/4).
Acara ini dipusatkan di kompleks Balai Desa Kelurahan Wonolelo, Bantul tepatnya di lapangan samping balai desa. Menurutnya acara seperti ini perlu dilestarikan karena sebagai jembatan silaturahmi warga Wonolelo juga sebagai adat tradisi bagi seluruh warga kelurahan Wonolelo.
Kegiatan ini diawali dengan kirab gunungan tiap dusun yang diikuti seluruh kalangan warga dari tua, muda, dan juga anak-anak ikut meramaikan acara semua ini adalah untuk menggambarkan kekompakan setiap dusun yang ada di Wonolelo. Akhmat berharap kedepannya acara berbau budaya seperti ini tetap dilestarikan karena tujuan utamanya yang mulia.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Gunakan BTT Rp100 Juta Tangani Kerusakan di Tiga Lokasi
“Acara seperti ini yang dilakukan di bulan syawal ini juga memupuk kekompakan juga rasa kekeluargaan dan gotong royong bagi seluruh warga harapannya acara ini bisa membawa energi positif untuk seluruh warga agara tetap kompak, bersatu guna membangun dan memajukan Kelurahan Wonolelo,” katanya.
Masyarakat Wonolelo, Bantul sedang melakukan kirab dengan membawa gunungan hasil bumi Minggu (27/4/2025). Harian Jogja-M161
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.
Pengadaan TKD pengganti YIA di Palihan dan Glagah masih stagnan. Warga khawatir dana ganti rugi hangus jika tak segera direalisasikan.
Penelitian terbaru menunjukkan AI mampu memperpanjang usia baterai mobil listrik hingga 23 persen tanpa memperlambat pengisian daya.
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus mendongkrak kunjungan wisata Gunungkidul hingga 145 ribu orang dengan PAD mencapai Rp1,7 miliar.
Menyapa konsumen setia Honda, Astra Motor Yogyakarta kembali hadir dengan Honda Premium Matic Day (HPMD)