Advertisement

Pemkab Bantul Gunakan BTT Rp100 Juta Tangani Kerusakan di Tiga Lokasi

Jumali
Rabu, 26 Februari 2025 - 13:47 WIB
Abdul Hamied Razak
Pemkab Bantul Gunakan BTT Rp100 Juta Tangani Kerusakan di Tiga Lokasi Ilustrasi perbaikan infrastruktur.dok - harianjogja

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL–Pemerintah Kabupaten Bantul memastikan menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT) senilai Rp100 juta untuk memperbaiki sejumlah kerusakan akibat bencana alam yang terjadi Senin (24/2/2025) sore.

Dana BTT tersebut akan dialokasikan untuk tiga titik yakni talud yang ambrol di bantaran Sungai Celeng, Wukirsari, Imogiri; jalan desa di Bojong, Wonolelo dan SD Dodokan, Jatimulyo, Dlingo.

Advertisement

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul Hermawan Setiaji mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat dengan BPBD dan DPUPKP Bantul terkait kerusakan akibat bencana alam yang terjadi di awal pekan ini.

BACA JUGA: BLKK DIY Siap Siaga Awasi Keamanan Pangan dalam Program MBG Sekolah

Dari hasil rapat disimpulkan bahwa Pemkab Bantul akan menggunakan anggaran BTT senilai Rp100 juta untuk perbaikan di tiga titik, yakni talut yang ambrol di bantaran Sungai Celeng, Wukirsari, Imogiri; jalan desa di Bojong, Wonolelo, Pleret dan SD Dodokan, Jatimulyo, Dlingo.

Berdasarkan asesmen dan perhitungan dari BPBD Bantul, kata Hermawan, untuk talut yang ambrol di bantaran Sungai Celeng, Wukirsari, Imogiri dibutuhkan anggaran senilai Rp40 juta. Sedangkan untuk perbaikan jalan desa di Bojong, Wonolelo, Pleret yang putus dibutuhkan anggaran senilai Rp50 juta.

"Sementara untuk yang di SD Dodokan, Jatimulyo, Dlingo estimasi kebutuhan sekitar Rp10 juta," terang Hermawan, Rabu (26/2/2025).

Menurut Hermawan, hitungan anggaran BTT senilai Rp100 juta untuk perbaikan di tiga titik tersebut masih sebatas hitungan kasar.

Sebab, setelah rapat yang digelar di kantor BPBD Bantul, Rabu (26/2/2025), pihak DPUPKP Bantul akan melakukan perhitungan ulang dan melakukan perbaikan di tiga titik yang saat ini dinilai penting untuk segera dilakukan perbaikan.

BACA JUGA: Antusiasme Tinggi, Uji Coba Bus Listrik Trans Jogja Akan Dievaluasi dan Digilir ke Rute Lain

"Soalnya apabila tidak segera ditangani dengan anggaran BTT nanti tidak keburu ditangani," tandas Hermawan.

Sekretaris BPBD Bantul Ribut Bimo Haryo Tejo mengungkapkan, akibat bencana metrologi pada Senin (24/2/2025) ada sebanyak 27 unit rumah rusak, 66 pohon berdiameter besar tumbang hingga mengganggu akses jalan dan termasuk jaringan listrik di 18 titik.

Dari jumlah tersebut, Ribut menyatakan berdasarkan asesmen dan perhitungan yang dilakukan oleh BPBD Bantul, ada tiga titik yang harus segera dilakukan perbaikan.

"Tiga titik itu talut yang ambrol di bantaran Sungai Celeng, Wukirsari, Imogiri; jalan desa di Bojong, Wonolelo, Pleret dan SD Dodokan, Jatimulyo, Dlingo. Berapa besaran kebutuhannya, semua sudah kami sampaikan kepada pak Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul dan rencananya memang diperbaiki dengan anggaran BTT," ucap Ribut.

Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta menyatakan, pemkab akan memasang bronjong berupa anyaman kawat baja yang diisi batu sebagai penanganan sementara untuk talud bantaran Sunggai Celeng yang longsor.

Di mana, bronjong yang berfungsi untuk menahan sementara tanggul yang tersisa di tebing sungai tersebut sangat dibutuhkan agar longsoran tidak semakin meluas, mengingat di tepi sungai terdapat tempat ibadah yang keberadaannya terancam. "Yang penting bisa menahan sementara," katanya.

Lurah  Wukirsari Susilo Hapsoro berharap agar talud Sungai Celeng yang longsor segera ditangani. Sebab, keberadaan talud yang longsor mengancam bangunan masjid maupun jembatan yang ada di selatan lokasi longsor. "Oleh karena itu, kami berharap segera ada penanganan," harapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Wagub DKI Jakarta Rano Karno Pastikan Berangkat Malam Ini untuk Ikut Retreat di Magelang

News
| Rabu, 26 Februari 2025, 16:27 WIB

Advertisement

alt

Sempat Ditutup Akibat Cuaca Ekstrem, Ranu Regulo di Kawasan Bromo Tengger Semeru Dibuka Kembali

Wisata
| Sabtu, 22 Februari 2025, 12:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement