Polisi Bekuk Spesialis Pencuri Pompa Sumur Bor di Gunungkidul
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Salah seorang petani di Padukuhan Ploso, Giritirto saat melakukan perawatan tanaman bawang merah di lahan yang dimiliki. Senin (28/4/2025). Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Kalurahan Giritirto, Purwosari Gunungkidul lebih memilih menanam bawang merah ketimbang tanaman padi. Hal ini tak lepas dari keuntungan yang diperoleh lebih tinggi hingga sepuluh kali lipat.
Lurah Giritirto, Hariyono mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir, warganya memilih menanam bawang merah ketimbang padi. Menurut dia, tanaman bawang dinilai lebih prospektif karena memiliki keuntungan yang lebih tinggi.
“Kalau tanam padi, sekali tanam hanya mendapatkan hasil Rp12 juta,” katanya, Senin (28/4/2025).
Kondisi berbeda didapatkan petani di Giritirto saat memanen bawang merah. Pasalnya, sambung Hariyono, pada saat panen bisa mendapatkan hasil mencapai Rp125 juta.
“Yang akan panen [bawang merah] saat ini, sudah ada yang menawar Rp90 juta. Ini jelas lebih prospektif ketimbang menanam padi atau tanaman pangan lainnya dan yang menanam bawang merah juga semakin banyak,” katanya.
Salah seorang warga di Padukuhan Ploso, Giritirto, Purwosari, Kasiyem mengatakan, sudah menanam bawang merah sejak lima tahun lalu. Ia tidak menampik, budidaya ini lebih menguntungkan ketimbang komoditas tanaman pangan, tapi tetap melakukan penanaman padi saat awal musim hujan.
“Setelah panen padi sekali, langsung saya Ganti untuk menanam bawang merah agar mendapatkan untung yang lebih,” katanya.
Kasiyem mengakui di musim tanam perdana bawang merah, menanam benih seberat satu kuintal. Diperkirakan saat panen yang berlangsung awal Mei mampu menghasilkan seberat 60 kuintal.
“Harganya juga bagus karena diperkirakan bisa mendapatkan hasil sekitar Rp60 juta sekali panen,” katanya.
Menurut dia, dari sisi perawatan juga tidak mengalami kesulitan. Meski ada serangan hama seperti ulat dan jamur, namun dengan perawatan secara berkala, hama-hama ini bisa tertangani sehingga tanaman bawang merah dapat tumbuh subur.
“Kalau serangan hama, saya tanggulangi dengan penyemportan pupuk rutin dua hari sekali,” katanya.
Disinggung mengenai biaya untuk perawatan, Kasiyem mengungkapkan hingga memasuki masa panen membutuhkan biaya operasional sekitar Rp6 juta. “Masih ada untung dan lebih menguntungkan ketimbang ketimbang menanam padi atau lainnya. Jadi, pasti setiap tahun terus menanam bawang merah guna memeroleh penghasilan yang lebih,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Senin 5 Oktober 2026 tersedia di Prambanan, JCM, dan Ramai Mall. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.
Sports tourism Indonesia dinilai punya potensi besar, didukung event internasional dan perubahan gaya hidup masyarakat.
Produksi mobil Indonesia mencapai 859.256 unit hingga Agustus 2026. BYD dan Jaecoo masuk 10 besar produsen dengan produksi terbesar.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 5 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Bapanas memastikan stok beras premium dan medium di pasar tradisional tersedia. Harga beras premium tercatat Rp14.200 per kg.