Motor Curian Dijual Rp2,3 Juta, Warga Karangmojo Ditangkap Polisi
Polsek Wonosari menangkap pelaku curanmor asal Karangmojo yang menjual motor curian ke Kota Jogja seharga Rp2,3 juta.
Salah seorang petani di Padukuhan Ploso, Giritirto saat melakukan perawatan tanaman bawang merah di lahan yang dimiliki. Senin (28/4/2025). Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Kalurahan Giritirto, Purwosari Gunungkidul lebih memilih menanam bawang merah ketimbang tanaman padi. Hal ini tak lepas dari keuntungan yang diperoleh lebih tinggi hingga sepuluh kali lipat.
Lurah Giritirto, Hariyono mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir, warganya memilih menanam bawang merah ketimbang padi. Menurut dia, tanaman bawang dinilai lebih prospektif karena memiliki keuntungan yang lebih tinggi.
“Kalau tanam padi, sekali tanam hanya mendapatkan hasil Rp12 juta,” katanya, Senin (28/4/2025).
Kondisi berbeda didapatkan petani di Giritirto saat memanen bawang merah. Pasalnya, sambung Hariyono, pada saat panen bisa mendapatkan hasil mencapai Rp125 juta.
“Yang akan panen [bawang merah] saat ini, sudah ada yang menawar Rp90 juta. Ini jelas lebih prospektif ketimbang menanam padi atau tanaman pangan lainnya dan yang menanam bawang merah juga semakin banyak,” katanya.
Salah seorang warga di Padukuhan Ploso, Giritirto, Purwosari, Kasiyem mengatakan, sudah menanam bawang merah sejak lima tahun lalu. Ia tidak menampik, budidaya ini lebih menguntungkan ketimbang komoditas tanaman pangan, tapi tetap melakukan penanaman padi saat awal musim hujan.
“Setelah panen padi sekali, langsung saya Ganti untuk menanam bawang merah agar mendapatkan untung yang lebih,” katanya.
Kasiyem mengakui di musim tanam perdana bawang merah, menanam benih seberat satu kuintal. Diperkirakan saat panen yang berlangsung awal Mei mampu menghasilkan seberat 60 kuintal.
“Harganya juga bagus karena diperkirakan bisa mendapatkan hasil sekitar Rp60 juta sekali panen,” katanya.
Menurut dia, dari sisi perawatan juga tidak mengalami kesulitan. Meski ada serangan hama seperti ulat dan jamur, namun dengan perawatan secara berkala, hama-hama ini bisa tertangani sehingga tanaman bawang merah dapat tumbuh subur.
“Kalau serangan hama, saya tanggulangi dengan penyemportan pupuk rutin dua hari sekali,” katanya.
Disinggung mengenai biaya untuk perawatan, Kasiyem mengungkapkan hingga memasuki masa panen membutuhkan biaya operasional sekitar Rp6 juta. “Masih ada untung dan lebih menguntungkan ketimbang ketimbang menanam padi atau lainnya. Jadi, pasti setiap tahun terus menanam bawang merah guna memeroleh penghasilan yang lebih,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polsek Wonosari menangkap pelaku curanmor asal Karangmojo yang menjual motor curian ke Kota Jogja seharga Rp2,3 juta.
Tesla resmi menaikkan harga Model Y di AS setelah dua tahun. Simak daftar harga terbaru dan persaingan ketat di pasar mobil listrik.
Perbukitan Menoreh Kulonprogo disiapkan jadi pusat wellness tourism. Sungai Mudal siap, namun akses jalan masih jadi kendala utama.
James Cameron ungkap rencana Avatar 4 dan 5 dengan teknologi baru agar produksi lebih cepat dan biaya lebih efisien.
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Studi global ungkap penurunan oksigen di sungai akibat pemanasan iklim. Sungai tropis paling terdampak, ancam ekosistem air tawar.