Malioboro Bakal Bebas Rokok Total, Pelanggar KTR Langsung Didenda
Pemkot Jogja percepat revisi Perda KTR. Malioboro jadi kawasan bebas rokok, pelanggar langsung kena denda tanpa sidang.
Bendahara Forum Komunikasi Petani Ngrembaka Nir Sambikala, Abdul Mukid menunjukan bawang merah usia 55 hari di lahan bawang merah Srigading, Sanden pada Rabu (25/8/2021). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Petani bawang merah di Pantai Selatan DIY mulai panen. Produksinya capai belasan ton per hektare.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo menuturkan lahan pertanian bawang merah di lahan pasir dan sawah mulai panen. Panen bawang merah di lahan pasir mencapai 200 hektare dan yang belum dipanen tersisa 150 hektare.
"Produksinya bagus, tadi produksi di Parangtritis mencapai 18-20 ton per hektare," katanya, Kamis (29/8/2024).
Dia menuturkan tidak ada kendala dalam penanaman bawang merah meski telah memasuki musim kemarau. Menurutnya, penanaman bawang merah di Bantul telah dilakukan dengan ditanam di luar musim (off season). Sehingga, meski memasuki musim kemarau dengan debit air cenderung menurun, namun pertanian bawang merah tidak terdampak.
Menurut Joko kondisi bawang merah yang di panen saat ini cukup baik. "Insyaallah sampai sekarang sarana produksi pertanian [sapotan] aman. Mulai dari pupuk kimia dan organik [ketersediaannya mencukupi], serta hama aman [tidak terserang hama]," katanya.
Harga bawang merah saat ini, katanya, cenderung menurun. Untuk bawang merah kering harganya mencapai Rp16.000 perkg. Untuk menekan biaya produksi pertanian bawang merah, petani Bantul telah menggunakan elektrifikasi. Penyiraman dengan metode tersebut akan mampu mengoptimalkan pengairan lahan pertanian selama musim kemarau.
"Penyiraman pakai elektrifikasi tidak berpengaruh pada musim. Elektrifikasi pakai sumur ditarik dengan pompa listrik. Ini [elektrifikasi] tidak masalah meski kemarau," katanya.
Seorang petani bawang merah di Kalurahan Parangtritis, Kretek, Narty mulai membersihkan dan memanen bawang merahnya. Lahan pertanian bawang merah miliknya seluas sekitar 1.400 meter mampu menghasilkan sekitar 1 ton bawang merah.
BACA JUGA: Pertanian Berkelanjutan Sarihusaha di Kemudo Menuai Hasil
Menurutnya, bawang merah yang diproduksi dinilai memuaskan. Kondisi musim tersebut membuat bawang merah produksinya menjadi kering dan tidak mudah membusuk.
Dia mengaku akan menjual bawang merahnya ke tengkulak sekitar. Bawang merah tersebut dipatok dengan harga Rp15.000 per kg. "Lebih bagus ini [bawang merah], kering- kering," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja percepat revisi Perda KTR. Malioboro jadi kawasan bebas rokok, pelanggar langsung kena denda tanpa sidang.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.