Pemkot Jogja Target Jalan Inspeksi Bantaran Sungai Terhubung di 2030
Pemkot Jogja menargetkan seluruh jalan inspeksi di bantaran Sungai Code, Winongo, dan Gajah Wong terhubung pada 2030 untuk meningkatkan keselamatan warga.
Tangkapan layar dugaan kebocoran soal ASPD. /X.
Harianjogja.com, JOGJA—Dugaan kebocoran soal Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) Matematika hari kedua terjadi di SMPN 10 Kota Jogja. Menanggapi hal itu, Kepala Sekolah SMPN 10 Kota Jogja mengakui salah satu guru di sekolahnya memang menjadi salah satu anggota tim penyusun soal ASPD 2025.
Kepala Sekolah SMPN 10 Kota Jogja, Edy Thomas Suharta mengakui ada satu guru sekolahnya yang menjadi bagian dari tim pembuat soal ASPD. Guru tersebut merupakan guru mata pelajaran Matematika.
"Iya [ada guru pembuat soal ASPD]. Tapi itu dikarantina [selama pembuatan soal ASPD]," katanya di SMPN 10 Kota Jogja, Rabu (7/5/2025).
Meski begitu, dia menilai tidak ada kebocoran soal ASPD. Hal itu lantaran guru yang bersangkutan telah menjalani masa dikarantina selama pembuatan soal tersebut.
Thomas mengaku telah melihat unggahan di sosial media mengenai tangkapan layar percakapan WhatsApp terkait bentuk soal ASPD Matematika yang diduga mirip. Menurutnya memang ada kemiripan soal ASPD dengan soal yang ada dalam tangkapan layar tersebut.
"Ada kemiripan bentuk, mirip kan tidak harus sama, tetapi tidak dalam ranah membocorkan," katanya.
Dia mengaku tidak lantas percaya dengan identitas orang yang mengunggah percakapan di WhatsApp mengenai dugaan kebocoran soal tersebut.
Sebelumnya ada unggahan percakapan di WhatsApp mengenai orang yang mengaku sebagai siswa SMPN 10 Kota Jogja. Pengunggah mengaku ada kemiripan soal latihan ASPD dengan soal ASPD. Menurutnya, bisa saja pengunggah bukan merupakan murid SMPN 10 Kota Jogja.
"Ini masih dalam proses penelusuran, karena itu di media sosial, kita tidak tahu kebenarannya. Tetapi percayalah bahwa integritas tetap kami pegang," katanya.
Pihaknya bersama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja telah menyampaikan klarifikasi terkait dugaan kebocoran soal tersebut ke Disdikpora DIY. Penelusuran lebih lanjut terkait dugaan kebocoran soal tersebut akan dilakukan oleh Disdikpora DIY selaku penyelenggara ASPD.
Aktivis Jogja Corruption Watch (JCW), Baharuddin Kamba menyayangkan adanya dugaan kebocoran soal tersebut. Dia pun meminta Disdikpora Kota Jogja menelurusi lebih lanjut dugaan tersebut.
"Kalau memang pihak sekolah mengatakan tidak ada guru yang membocorkan, saya rasa itu penting untuk ditelusuri lagi, karena tadi belum terjawab apakah ada soal yang mirip, atau sama," katanya.
Kamba mengancam akan membentuk tim independen menelurusi dugaan tersebut, ketika dinas terkait tidak kunjung mengambil sikap. Jika dugaan kebocoran itu benar, maka bisa mencoreng Jogja sebagai kota pendidikan.
"Ini menjadi penting untuk evaluasi ke depan, ini kan ASPD terakhir. Tahun depan kan ujian kompetensi akademik, Jogja kan salah satu barometer. Kalau ada kasus ini harus dilihat lagi apakah Jogja layak atau tidak sebagai barometer ujian kompetensi akademik tahun depan," katanya.
BACA JUGA: Disdikpora Kota Jogja Selidiki Terkait Viralnya Dugaan Kebocoran ASPD SMP
Kepala Disdikpora DIY, Suhirman menyampaikan salah satu guru di SMPN 10 merupakan penyusun soal ASPD. Selama proses penyusunan soal, guru-guru menjalani karantina. Setelah keluar dari karantina, soal-soal yang dibahas dalam karantina dimusnahkan.
Pihaknya telah bertemu dengan Kepala Sekolah SMPN 10, dan guru terkait untuk mengklarifikasi dugaan tersebut. Dalam pertemuan tersebut, mendiskusikan terkait persiapan soal ASPD di sekolah tersebut.
Menurutnya guru yang bersangkutan mengaku tidak terlibat dalam dugaan kebocoran tersebut. "Gurunya mengaku tidak tidak memberikan soal semacam itu," katanya.
Penelusuran dugaan kebocoran soal tersebut telah dilakukan dengan pengumpulan data-data sejak Selasa (6/5/2025) sore hingga Rabu (7/5/2025) pagi. Hingga saat ini pihaknya pun masih melakukan penelaahan terkait tipe soal ASPD yang diujikan dengan yang beredar di sosial media.
BACA JUGA: Disdik Gunungkidul Bersurat ke PLN, Minta Tidak Ada Pemadaman saat ASPD Berlangsung
"Soalnya yang mana, dan sumbernya dari mana, kita crosschek dulu. Itu kan belum kita crosschek secara langsung," katanya.
Sementara hingga berita ini diterbitkan, Kepala Disdikpora Kota Jogja, Budi Budi Santosa Asrori memilih bungkam. Ia tidak merespons panggilan WhatsApp dan pesan WhatsApp.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menargetkan seluruh jalan inspeksi di bantaran Sungai Code, Winongo, dan Gajah Wong terhubung pada 2030 untuk meningkatkan keselamatan warga.
PIHPS mencatat harga pangan nasional hari ini. Bawang merah Rp46.650 per kg, daging ayam Rp37.000 per kg, dan telur Rp28.950 per kg.
BMKG memprakirakan cuaca berawan mendominasi Indonesia pada Minggu 12 Juli 2026. Sejumlah wilayah juga berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Menteri PPPA Arifah Fauzi mendorong skrining anemia pada ibu hamil dan balita disertai edukasi gizi untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Program Gemarikan DKP Bantul telah mencapai 87 persen. Sebanyak 675 siswa di 22 sekolah mengikuti edukasi pentingnya konsumsi ikan.