Wisata Jogja Masih Menumpuk di Malioboro, Dorong ke Kampung Wisata
Wisatawan di Jogja masih terpusat di Malioboro. Dinpar Kota Jogja dorong kunjungan kampung wisata lewat Program Bule Mengajar.
Tangkapan Layar
Harianjogja.com, JOGJA—Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja Budi Santosa Asrori menyatakan adanya dugaan kebocoran soal Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) SMP tidak akan berpengaruh terhadap pelaksanaan ASPD hari terakhir. Budi menyebut, besok siswa akan tetap menjalani ASPD sesuai dengan jadwal yang telah ada.
Hal ini diungkapkan oleh Budi, pada Selasa (6/5/2025). Menurut Budi, dirinya telah mengetahui terkait viralnya dugaan kebocoran soal ASPD. Oleh karena itu, saat ini Disdikpora Kota Jogja dan DIY tengah menelusuri terkait dugaan kebocoran soal ASPD.
"Kami baru menelusuri kemungkinan-kemungkinannya," katanya.
BACA JUGA: Disdikpora Kota Jogja Selidiki Dugaan Kebocoran Soal ASPD SMP
Sementara Kepala Bidang SMP, Disdikpora Kota Jogja Hasyim menyampaikan penelusuran dugaan kebocoran soal ASPD tersebut masih dilakukan. Pihaknya akan menanyakan terkait dugaan keterlibatan pembuat soal kepada Disdikpora DIY selaku penyelenggara ASPD.
"Kami cari informasi dulu, kami belum tahu sejauh ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wisatawan di Jogja masih terpusat di Malioboro. Dinpar Kota Jogja dorong kunjungan kampung wisata lewat Program Bule Mengajar.
Pemda DIY siapkan satgas khusus atasi kejahatan jalanan. Libatkan polisi, TNI, BIN hingga BNN.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada. Diduga peninggalan Mataram Kuno abad 8-9, kini diteliti Disdikbud.