Korban Daycare Little Aresha Jalani Terapi Mandiri, Trauma Berlanjut
Korban Daycare Little Aresha Jogja masih mengalami trauma. Orang tua menanggung biaya terapi, sementara proses hukum terus berjalan.
Tangkapan Layar
Harianjogja.com, JOGJA—Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja Budi Santosa Asrori menyatakan adanya dugaan kebocoran soal Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) SMP tidak akan berpengaruh terhadap pelaksanaan ASPD hari terakhir. Budi menyebut, besok siswa akan tetap menjalani ASPD sesuai dengan jadwal yang telah ada.
Hal ini diungkapkan oleh Budi, pada Selasa (6/5/2025). Menurut Budi, dirinya telah mengetahui terkait viralnya dugaan kebocoran soal ASPD. Oleh karena itu, saat ini Disdikpora Kota Jogja dan DIY tengah menelusuri terkait dugaan kebocoran soal ASPD.
"Kami baru menelusuri kemungkinan-kemungkinannya," katanya.
BACA JUGA: Disdikpora Kota Jogja Selidiki Dugaan Kebocoran Soal ASPD SMP
Sementara Kepala Bidang SMP, Disdikpora Kota Jogja Hasyim menyampaikan penelusuran dugaan kebocoran soal ASPD tersebut masih dilakukan. Pihaknya akan menanyakan terkait dugaan keterlibatan pembuat soal kepada Disdikpora DIY selaku penyelenggara ASPD.
"Kami cari informasi dulu, kami belum tahu sejauh ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Korban Daycare Little Aresha Jogja masih mengalami trauma. Orang tua menanggung biaya terapi, sementara proses hukum terus berjalan.
PIHPS mencatat harga pangan nasional hari ini. Bawang merah Rp46.650 per kg, daging ayam Rp37.000 per kg, dan telur Rp28.950 per kg.
BMKG memprakirakan cuaca berawan mendominasi Indonesia pada Minggu 12 Juli 2026. Sejumlah wilayah juga berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Menteri PPPA Arifah Fauzi mendorong skrining anemia pada ibu hamil dan balita disertai edukasi gizi untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Program Gemarikan DKP Bantul telah mencapai 87 persen. Sebanyak 675 siswa di 22 sekolah mengikuti edukasi pentingnya konsumsi ikan.