Urus Paspor Kini Bisa di Gunungkidul, Tak Perlu ke Kota Jogja
Layanan paspor kini hadir di MPP Dhaksinarga Gunungkidul, memudahkan warga tanpa perlu ke Kota Yogyakarta atau Sleman.
Peragaan busana dalam rangkian kegiatan Gerakan Berani Sekolah Gunungkidul (Geni Seko Gunung) di Bangsal Sewokoprojo, Senin (19/5/2025) Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan Gunungkidul berkomitmen untuk meningkatkan lama sekolah di Bumi Handayani. Hingga saat ini, Pendidikan di Gunungkidul merupakan terendah di DIY karena rata-rata lama sekolah baru kelas 1 SMP atau 7,35 tahun.
Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul, Agus Subariyanta mengatakan, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan untuk memacu Pendidikan di Bumi Handayani. Tugas tidak hanya menyangkut kualitas, namun juga kuantitas pendidikannya.
BACA JUGA: Pembangunan Kantor Terpadu Pemkab Gunungkidul Belum Bisa Dilanjutkan, Begini Alasannya
Ia tidak menampik hingga sekarang lama sekolah masih terendah di DIY. Data di 2024 terlihat bahwa lama sekolah di Gunungkidul mencapai 7,35 tahun atau setara kelas 1 SMP.
“Ya kalau dilihat dari capaian ini, memang masih butuh peningkatan. Sebab, untuk daerah lain di DIY, tingkat lama sekolahnya sudah ada yang mencapai SMA, maka kami terus berupaya untuk meningkatkannya,” kata Agus, Senin (19/5/2025).
Menurut dia, salah satu upaya mendongkrak lama belajar di Gunungkidul dengan meluncurkan Gerakan Berani Sekolah Gunungkidul (Geni Seko Gunung) di Bangsal Sewokoprojo, Senin. Diharapkan melalui program ini bisa memacu semangat warga untuk melanjutkan belajarnya sehingga lama sekolah maupun indeks pembangunan manusia di Bumi Handayani terus meningkat.
“Mudah-mudahan program ini bisa berjalan dengan lancar sehingga memberikan dampak signifikan terhadap kualitas maupun kuantitas Pendidikan di Gunungkidul,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengatakan, Geni Seko Gunung menjadi jalur Pendidikan bagi warga yang telah dewasa yang putus sekolah. Program dijalankan melalui kejar paket sesuai dengan tingkat Pendidikan terakhir.
“Jadi bisa dilanjutkan lagi sekolahnya. Bahkan, kami juga menyediakan beasiswa bagi yang berusia 24 tahun ke atas,” kata Nunuk.
Diharapkan dengan program ini bisa memeberikan motivasi kepada Masyarakat untuk terus belajar hingga jenjang tertinggi. “Tentunya dengan semangat belajar ini, maka berharap dapat meningkatkan lama belajar di Gunungkidul,” katanya.
Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto mengatakan, pentingnya kesetaraan pendidikan bagi seluruh warga. Menurut dia, Pendidikan non formal bukan pelengkap, bukan pengganti, tapi pilihan setara yang bermutu dan bermakna. “Gerakan ini bukan sekadar program, tapi sebuah harapan untuk masa depan. Mari bahu-membahu mendorong warga yang belum menyelesaikan pendidikan agar kembali belajar melalui pendidikan kesetaraan,” kata Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Layanan paspor kini hadir di MPP Dhaksinarga Gunungkidul, memudahkan warga tanpa perlu ke Kota Yogyakarta atau Sleman.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.