Pelajar Gunungkidul Diajak Jaga Budi Pekerti dan Budaya Damai
Pemkab Gunungkidul mendukung Gerakan Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai untuk mencegah kenakalan remaja dan kekerasan di sekolah.
Suasana keramaian di pasar hewan Siyonoharjo di Kalurahan Logandeng, Playen. Kamis (22/5/2025) Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dua minggu jelang perayaan Iduladha transaksi jual beli hewan kurban di Pasar Siyonoharjo di Kalurahan Logandeng, Playen masih belum meningkat signifikan. Malahan ada klaim penjual lebih banyak ketimbang calon pembelinya.
Salah satunya diungkapkan oleh Wiyatno Rejo, pedagang kambing asal Kapanewon Saptosari. Ia mengakui masih belum ada pembelian yang meningkat secara signifikan.
BACA JUGA: Jelang Iduladha, Permintaan Hewan Kurban di Bantul Turun
Malahan, dia menilai, kondisinya masih ramai tahun lalu ketimbang saat sekarang. “Yang jual banyak, tapi yang beli belum terlihat sehigga transaksi juga belum meningkat,” kata Wiyanto kepada wartawan, Kamis (22/5/2025).
Meski demikian, ia masih memiliki keyakinan transasksi akan meningkat. Pasalnya, dilihat dari kalender masih ada empat kali pelaksaan pasar hewan, yakni dua kali pasaran Wage dan dua Kliwon.
“Mudah-mudahan mendekati Lebaran Haji penjualan kambing akan meningkat,” katanya.
Senada diungkapkan oleh penjual hewan lainnya asal Kapanewon Wonosari, Wardi. Menurut dia, di Pasar Siyonoharjo masih banyak penjualnya ketimbang pembeli.
“Masih belum ada peningkatan yang signifikan,” katanya.
Meski demikian, ia mengaku sudah menjual dua ekor sapi kepada pengepul yang akan dijual ke luar daerah. “Kami sudah kaling kenal dan pembayaran baru dilaksanakan setelah Hari Raya Kurban selesai. Tidak apa-apa karena memang kondisinya lagi seperti ini,” katanya.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengatakan, jelang peryaan Kurban, menggecarkan program vaksinasi. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko penularan penyakit dari hewan ke hewan atau manusia.
Menurut dia, pelaksanaan vaksinasi ini menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). “Kami terus dorong agar peternak mau mengikuti vaksin sehingga dapat memeroleh SKKH,” katanya.
Wibawanti tidak menampik adanya SKKH akan lebih memudahkan penjualan ternak untuk Berkurban. Pasalnya, ada jaminan ternak yang dimiliki dalam keadaan sehat yang dibuktikan dengan surat tersebut.
“Ini momen penting bagi peternak sehingga SKKH harus dimiliki sebagai jaminan hewan ternak yang dimiliki dalam kondisi sehat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mendukung Gerakan Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai untuk mencegah kenakalan remaja dan kekerasan di sekolah.
Xpeng melakukan recall 33.473 unit X9 di China akibat potensi kebocoran pada suspensi udara depan. Perbaikan gratis akan dimulai pada 28 Agustus 2026.
" kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya DPRD Sleman mempelajari strategi komunikasi publik yang diterapkan Pemerintah Kota Surabaya,"
Pemkab Banyumas menunggu hasil investigasi Polresta Banyumas terkait ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest di Purwokerto. Korban sementara mencapai sekitar 90 o
PT Pegadaian (Persero) kembali membuktikan ketangguhannya sebagai salah satu pilar keuangan nasional dengan membukukan kinerja positif hingga 30 Juni 2026
Cari mobil bekas irit dan minim biaya perawatan? Simak 5 rekomendasi mobil bekas non-LCGC yang terkenal bandel, hemat BBM, dan ramah di kantong.