Ratusan ASN Gunungkidul Tunggak BPJS, Terbesar Rp14 Juta
Sebanyak 192 ASN Gunungkidul menunggak iuran BPJS Kesehatan. Sebanyak 96 pegawai sudah melunasi, sementara lainnya mencicil tunggakan.
Suasana keramaian di pasar hewan Siyonoharjo di Kalurahan Logandeng, Playen. Kamis (22/5/2025) Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dua minggu jelang perayaan Iduladha transaksi jual beli hewan kurban di Pasar Siyonoharjo di Kalurahan Logandeng, Playen masih belum meningkat signifikan. Malahan ada klaim penjual lebih banyak ketimbang calon pembelinya.
Salah satunya diungkapkan oleh Wiyatno Rejo, pedagang kambing asal Kapanewon Saptosari. Ia mengakui masih belum ada pembelian yang meningkat secara signifikan.
BACA JUGA: Jelang Iduladha, Permintaan Hewan Kurban di Bantul Turun
Malahan, dia menilai, kondisinya masih ramai tahun lalu ketimbang saat sekarang. “Yang jual banyak, tapi yang beli belum terlihat sehigga transaksi juga belum meningkat,” kata Wiyanto kepada wartawan, Kamis (22/5/2025).
Meski demikian, ia masih memiliki keyakinan transasksi akan meningkat. Pasalnya, dilihat dari kalender masih ada empat kali pelaksaan pasar hewan, yakni dua kali pasaran Wage dan dua Kliwon.
“Mudah-mudahan mendekati Lebaran Haji penjualan kambing akan meningkat,” katanya.
Senada diungkapkan oleh penjual hewan lainnya asal Kapanewon Wonosari, Wardi. Menurut dia, di Pasar Siyonoharjo masih banyak penjualnya ketimbang pembeli.
“Masih belum ada peningkatan yang signifikan,” katanya.
Meski demikian, ia mengaku sudah menjual dua ekor sapi kepada pengepul yang akan dijual ke luar daerah. “Kami sudah kaling kenal dan pembayaran baru dilaksanakan setelah Hari Raya Kurban selesai. Tidak apa-apa karena memang kondisinya lagi seperti ini,” katanya.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengatakan, jelang peryaan Kurban, menggecarkan program vaksinasi. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko penularan penyakit dari hewan ke hewan atau manusia.
Menurut dia, pelaksanaan vaksinasi ini menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). “Kami terus dorong agar peternak mau mengikuti vaksin sehingga dapat memeroleh SKKH,” katanya.
Wibawanti tidak menampik adanya SKKH akan lebih memudahkan penjualan ternak untuk Berkurban. Pasalnya, ada jaminan ternak yang dimiliki dalam keadaan sehat yang dibuktikan dengan surat tersebut.
“Ini momen penting bagi peternak sehingga SKKH harus dimiliki sebagai jaminan hewan ternak yang dimiliki dalam kondisi sehat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 192 ASN Gunungkidul menunggak iuran BPJS Kesehatan. Sebanyak 96 pegawai sudah melunasi, sementara lainnya mencicil tunggakan.
Pertamina Patra Niaga meminta masyarakat mengawasi penyaluran Pertalite dan biosolar di tengah gangguan distribusi BBM akibat sungai surut.
Arya Saloka mengungkap pengalaman menjadi cowboy dan belajar berkuda di film Empat Musim Pertiwi yang tayang 8 Oktober 2026.
Kisah mendalam 2.000 pekerja PT Woneel Midas Leathers di Gunungkidul yang memproduksi sarung tangan olahraga kelas dunia hingga rencana ekspansi.
Dosen UGM Cahyaningrum Dewojati mengaku KTP-nya dipinjam untuk formalitas yayasan Little Aresha, tetapi namanya masuk struktur kepengurusan.
15 universitas terbaik di Jawa Tengah versi Webometrics September 2026. Undip menjadi kampus dengan peringkat tertinggi di Jawa Tengah.