Sebelum Meninggal, Den Baguse Ngarsa Sempat Ngangkring Bersama Kakak
Keluarga mengenang Den Baguse Ngarsa sebagai sosok serius, jarang mengeluh sakit, dan sehari sebelum meninggal masih sempat ngangkring.
Stasiun Lempuyangan./ Harian Jogja - Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA–Menjelang akhir Mei 2025, PT KAI Daops 6 Yogyakarta meminta warga Lempuyangan untuk segera mengosongkan rumah sengketa. Meski begitu, warga tetap bersikeras untuk menempati rumah tersebut.
Sebelumnya PT KAI melalui surat No. KA.203/V/3/DO.6-2025 meminta warga yang menghuni bekas bangunan dinas dan rumah dinas PT KAI yang berada di Jalan Lempuyangan untuk segera mengosongkan atau membongkar secara mandiri paling lambat tujuh hari sejak surat tersebut dikeluarkan atau hingga 20 Mei 2025.
Dalam surat tersebut, PT KAI akan melakukan penertiban di bangunan tersebut apabila warga tidak mengindahkan permintaan PT KAI tersebut.
Ketua RW 01 Bausasran, Anton Handriutomo menilai dengan melayangkan surat tersebut, PT KAI tidak mengindahkan permintaan warga yang disampaikan dalam musyawarah yang dilakukan beberapa waktu lalu.
BACA JUGA: Banjir Bandang Terjang Tambang Emas di Papua Barat, 15 Orang Meninggal Dunia
“Kami warga Tegal Lempuyangan kecewa dengan sikap PT KAI yang memaksa dan tidak menghargai proses dialog atau mediasi yang sedang berlangsung,” ujarnya, Jumat (23/5/2025).
Dia berharap agar Pemda DIY, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, DPRD DIY, Pemkot Jogja, dan DPRD Kota Jogja berpihak kepada warga.
Manager Humas PT KAI Daops 6 Jogja, Feni Novia Saragih menyampaikan penataan sekitar Stasiun Lempuyangan tersebut dilakukan untuk memberikan pelayanan transportasi publik pada masyarakat yang mengedepankan keselamatan, keamanan dan kenyamanan.
Dia menuturkan surat pemberitahuan pengosongan bangunan tersebut dikirimkan setelah sebelumnya ada sosialisasi dan mediasi dengan warga. Dia pun berharap agar seluruh pihak mendukung seluruh proses penataan stasiun tersebut.
“Untuk itu maka stasiun perlu ditata agar dapat optimal dalam [menjaga] keselamatan dan pelayanan pada masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Keluarga mengenang Den Baguse Ngarsa sebagai sosok serius, jarang mengeluh sakit, dan sehari sebelum meninggal masih sempat ngangkring.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.