Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Sejumlah pedagang saat menyampaikan aspirasi ke DPRD Sleman terkait dengan rencanan pemindahan pedangan dari pasar darurat ke Pasar Godean yang sudah selesai dibangun./ Harian Jogja - David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Pedagang di Pasar Darurat Godean menolak dipindahkan ke lokasi pasar yang telah jadi. Aksi ini ditandai dengan adanya demo di depan Kantor DPRD Sleman, Rabu (25/9/2024).
Di tengah-tengah aksi, ada sejumlah perwakilan pendemo bertemu dengan Anggota DPRD Sleman guna menyampaikan aspirasi yang dimiliki. Adapun sisanya menunggu di halaman gedung dewan.
Koordinator Aksi, Paryanto mengatakan, demo dilakukan agar aspirasi para pedagang bisa diperhatikan. Pasalnya, lokasi Pasar Godean yang dibangun dinilai belum layak untuk dipergunakan aktivitas jual beli.
Menurut dia, ada beberapa alasan kenapa pedagang di pasar darurat belum mau pindah. Alasan pertama, di lokasi Pasar Godean hingga sekarang belum ada fasilitas parkir yang memadai.
Di sisi lain, pedagang di los pasar juga meminta diberikan fasilitas tempat penyimpanan barang dan troli untuk mempermudah pengangkutan barang dagangan. Paryanto berpendapat, kondisi pasar yang baru berbeda dengan sebelum dilakukan pembangunan.
Dulu (sebelum dibangun), sambung dia, saat pedagang meninggalkan pasar langsung di kunci sehingga keamanan terjamin. Tapi, kondisi tidak memungkinkan karena rencananya pasar dibuka selama 24 jam sehingga akan lebih rawan keamanannya.
BACA JUGA: Belum Ada Aktivitas Apapun di Pasar Godean, Pengunjung Kecele
Hal inilah yang menjadi alasan bagi pedagang los untuk meminta fasilitas tambahan berupa tempat penyimpanan dagangan. “Kami minta ada tempat penyimpanan biar aman untuk menaruh barang dagangan. Kalau yang lokasinya kios, tidak masalah karena bisa langsung ditutup, tapi kalau lokasi los tidak bisa karena tempatnya terbuka sehingga butuh pengamanan tambahan,” katanya.
Oleh karena itu, Paryanto meminta sosialisasi pemindahan pedagang di Pasar Godean dihentikan hingga permintaan yang diinginkan bisa terpenuhi. “Kami merasa dipaksa pindah yang rencananya dilaksanakan pada 7-12 Oktober mendatang,” katanya.
Ketua DPRD Sleman Sementara, Gustan Ganda menyambut baik adanya penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh pedagang Pasar Godean terkait dengan keluhan yang dimiliki tentang rencana pemindahan pedagang dari pasar darurat. Meski demikian, ia belum bisa memberikan keputusan karena harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak eksekutif (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) untuk mengetahui dari sisi yang lain.
“Masukannya kami terima dan kami siap memberikan Solusi yang terbaik sehingga tidak ada yang dirugikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Jadwal perpanjang SIM Kulonprogo Agustus 2026 tersedia di SIMMADE, MPP, Satpas hingga Simenor Ngabuburit. Cek lokasi dan jam layanan.
BGN menutup permanen 504 dapur MBG karena tak layak sanitasi. Sebanyak 3.000 dapur lainnya masih menjalani pemeriksaan.
WhatsApp menghadirkan Meta Business Agent untuk bisnis Indonesia. Agen AI ini membantu melayani pelanggan 24 jam dan mempercepat respons hingga penjualan.
Jetty Muara Sungai Bogowonto di Kulonprogo rusak akibat gelombang tinggi. BBWSSO menyebut kerusakan sekitar 2 persen dan fungsi masih aman.
Ferran Torres dikabarkan pindah dari Barcelona ke PSG dengan nilai transfer 48,5 juta euro. Simak profil dan perjalanan kariernya.