Viral Shinta Komala Jadi Tersangka Seusai Melaporkan Anggota Polisi
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Manajer Tim PSS, Leonard Tupamahu./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN -- Manajemen PSS Sleman meminta maaf secara terbuka kepada seluruh pendukung setia Super Elja atas hasil yang diperoleh tim di kompetisi BRI Liga 1-2024/25. Raihan 34 poin dari 34 laga membuat PSS finis posisi ke-16 dan terdegradasi ke Liga 2 musim depan.
"Kami menyampaikan permintaan maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh pendukung PSS Sleman. Kami menyadari sepenuhnya bahwa hasil ini bukanlah harapan kita bersama," Manajer PSS Sleman, Leonard Tupamahu pada Senin (26/5/2025).
Perjalanan PSS mengarungi Liga 1 ini penuh liku-liku. Di awal musim, Super Elja harus menerima pengurangan tiga poin. Pengurangan poin ini bahkan sempat membuat PSS mengalami -3 di papan klasemen dalam beberapa laga.
Tak hanya pengurangan poin, PSS juga masih didera persoalan stadion. Renovasi Stadion Maguwoharjo yang memakan banyak waktu membuat tim harus menjadi musafir ke sejumlah stadion hampir di sepanjang musim. Super Elja sempat harus berkandang ke Stadion Manahan Solo. Stadion Sultan Agung bahkan Stadion Jatidiri Semarang.
Tercatat PSS di musim ini hanya memainkan tiga laga kandang di Stadion Maguwoharjo. Padahal, dua di antara laga kandang di Stadion Maguwoharjo berujung kemenangan.
BACA JUGA: Pemilik Warung Makan Ayam Goreng Widuran Solo Dilaporkan ke Polisi
Tak cukup sampai di situ, dinamika internal pun turut mewarnai perjalanan PSS di Liga 1 musim 2024/2025. Tiga perlatih tercatat memimpin PSS musim ini. Di awal musim Wagner Lopes memimpin PSS, di tengah-tengah dia digantikan Mazola Junior. Selanjutnya PSS berganti pelatih untuk ketiga kalinya dengan mengganti Mazola Junior dengan Pieter Huistra.
Terkait capaian ini, manajemen PSS Sleman akan segera melakukan evaluasi menyeluruh dan menyusun strategi untuk musim depan. Langkah-langkah perbaikan akan dibahas dalam rapat bersama jajaran komisaris guna memastikan kesiapan tim menghadapi tantangan di Liga 2.
"Sejauh ini kami masih dalam proses menerima tentang hasil kemarin. Meski pahit, hasil ini menjadi pelajaran penting bagi kami untuk bangkit dan berbenah. Rencana untuk musim depan tentu sudah kami pikirkan. Untuk kepastiannya akan kami umumkan setelah adanya rapat bersama komisaris," tegasnya.
Selain meminta maaf akan raihan hasil yang diraih musim ini, manajemen memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras para pemain dan ofisial yang telah berjuang sepanjang musim, serta dedikasi luar biasa dari para suporter yang tetap setia mendampingi tim di berbagai kota.
"Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pemain dan ofisial yang telah memperlihatkan daya juang dalam menjalani setiap pertandingan. Saya tahu bagaimana usaha mereka untuk selalu memberikan yang terbaik ketika di latihan maupun di pertandingan," ujarnya.
"Beribu terima kasih juga saya ucapkan kepada seluruh suporter PSS untuk dukungannya yang sangat luar biasa di musim ini. Tentu sulit untuk terus mendukung tim yang bermain di luar kandang dan harus menjadi musafir. Tapi PSS Fans selalu menemani kami di manapun berlaga terutama selama di Solo kemarin," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Satpol PP Solo bersama tim gabungan menertibkan penjual miras ilegal dan menyita 34 botol minuman beralkohol tak sesuai izin.
PSIM Jogja kalah 1-3 dari Arema FC di Super League 2025/2026. Van Gastel soroti start buruk dan kesalahan individu pemain.
Kominfo menjelaskan tiga peran orangtua dalam melindungi anak di ruang digital sesuai PP Tunas 2025 untuk menciptakan internet aman.
-Pendampingan yang dilakukan Astra Honda Motor terhadap Desa Wisata Krebet, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Bantul mulai menunjukkan dampak
BGN menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak membagikan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan dan tetap mengutamakan ASI eksklusif.