SPMB Sleman, Jalur Prestasi Jadi Rebutan, Ini Syarat & Cara Daftarnya
SPMB Sleman 2026 dibuka dengan jalur prestasi, domisili, afirmasi, dan mutasi. Ini syarat dan ketentuan lengkapnya.
Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman menyampaikan volume atau timbulan sampah plastik di Bumi Sembada tergolong tinggi, yakni 222 ton per hari. Saat ini Pemkab Sleman tengah membahas pembuatan aturan pembatasan tersebut.
BACA JUGA: 6.000 Ton Sampah di Sleman Telah Diangkut
Kepala DLH Sleman, Epiphana Kristiyani, mengaku timbulan sampah organik di Sleman memang lebih tinggi daripada anorganik. Tapi timbulan sampah anorganik tidak kalah tinggi. Perhitungannya, timbulan total sampah per hari sekitar 602 ton. Dari jumlah itu, sebesar 37% merupakan sampah plastik. DLH juga baru bisa mengolah 22% sampah dari total timbulan tersebut.
“Penggunaan plastik sekali pakai tinggi. Plastik itu tidak mudah terurai begitu saja, tapi pecah dan menjadi mikroplastik. Mikroplastik inilah yang ditemukan di dalam hewan laut, ikan begitu,” kata Epiphana ditemui di Gedung Serbaguna Sleman, Senin (30/6/2025).
Epiphana mengaku perlu kolaborasi lintas sektor untuk mengelola sampah. Sampah harus dikelola secara baik dan harus kurangi timbulannya. Pasalnya, sampah berpotensi memunculkan penyakit.
Kendala yang dihadapi DLH adalah bercampurnya sampah organik dan anorganik. Pengelolaan menjadi lebih susah. Sebab itu, DLH mengimbau agar warga memilah sampah sejak di tingkat rumah tangga.
Terkait insinerator, Epiphana menyatakan, mesin pembakar ini akan digunakan prioritas untuk sampah anorganik. Pemaksaan pengolahan sampah organik basah dengan insinerator akan menghasilkan gas rumah kaca. Pembakaran juga tidak sempurna.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengaku sudah ada Surat Edaran Bupati yang memuat arahan pembatasan penggunaan plasti sekali pakai. Realitanya, timbulan sampah plastik masih banyak.
“Di Lingkup Pemda juga sudah kami awali. Mengurangi bungkus makanan dan minuman yang menggunakan plastik,” kata Danang.
Danang juga menanggapi penggunaan plastik sekali pakai di toko-toko modern. Menurut dia, toko modern telah menyediakan tas belanja dan membatasi penggunaan plastik, namun konsumen masih meminta plastik belanja.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau DLH Sleman, Junaidi, telah menyampaikan bahwa DLH Sleman sedang mematangkan draft Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pembatasan Penggunaan Kantong Plastik di Toko Modern. Perbup yang dirancang sejak 2020 tersebut akan menjadi salah satu cara untuk mengurangi sampah plastik dari hulu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB Sleman 2026 dibuka dengan jalur prestasi, domisili, afirmasi, dan mutasi. Ini syarat dan ketentuan lengkapnya.
Disdag Kota Jogja menemukan Minyakita dijual Rp21.000 per liter di Pasar Giwangan sebelum pedagang mendapat pembinaan.
Oman dan Iran membahas kebebasan navigasi Selat Hormuz di tengah negosiasi Iran-AS dan potensi pelonggaran sanksi minyak.
Pasangan pengantin di Bekasi rugi Rp85,5 juta usai diduga menjadi korban penipuan wedding organizer yang kabur jelang resepsi pernikahan.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat
Antrean penyeberangan saat libur Iduladha 2026 diprediksi naik hingga 20%, terutama di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.