Empat Kasus SPA++ di Sleman Berujung Vonis dalam Enam Bulan
Empat kasus dugaan SPA++ di Sleman telah inkrah selama semester pertama 2026. Satpol PP mengakui pembuktian praktik tersebut masih menjadi tantangan.
Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, SLEMAN—UPTD Pelayanan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman mencatat ada sekitar 18 hingga 20 armada pengangkut sampah yang beroperasi setiap hari di Sleman sejak Januari 2025.
Dengan mempertimbangkan jumlah armada dan tonase angkutannya, ada sekitar 6.000 ton sampah yang diangkut selama triwulan I 2025.
BACA JUGA: Volume Sampah di Sleman Diprediksi Naik 20 Persen Selama Libur Lebaran 2025
Kepala UPTD Pelayanan Persampahan DLH Sleman, Rita Probowati, mengatakan tiap armada paling tidak dapat mengangkut 2,5-4 ton sampah anorganik/ per hari. Apabila per hari ada sekitar 20 armada, maka sampah anorganik yang diangkut berkisar 3.900 ton - 6.240 ton selama tiga bulan. Kata dia, persentase sampah anorganik dapat mencapai 40 - 54% dari total sampah campur.
“Kalau angka pasti timbulan sampah saya tidak tahun. Saya hanya tahu yang UPTD layani saya. Catatan kami tidak memasukkan hari Minggu. Per hari itu paling tidak ada 15 truk dump dan tiga armroll,” kata Rita dihubungi, Selasa (8/4/2025).
Kepala DLH Sleman, Ephipana Kristiyani mengungkapkan rata-rata timbulan sampah di Bumi Sembada dapat menyentuh angka 601,6 ton/ hari. Timbulan sampah tersebut dihasilkan dari aktivitas 1.157.000 penduduk Sleman.
Sejumlah upaya telah Pemkab Sleman lakukan guna menekan timbulan sampah tersebut. Selain sosialisasi-edukasi, Pemkab terus membangun fasilitas-fasilitas pengelolaan dan pengolahan sampah, seperti Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R), hingga pendirian bank sampah.
Khusus TPST, Pemkab masih menunggu kelengkapan sarana-prasarana TPST Donokerto, seperti conveyor, gibrig, crusher, dan press. Gibrik adalah mesin yang digunakan untuk memilah sampah organik dan anorganik.
Dengan begitu, ada tiga TPST yang dimiliki Pemkab Sleman, dua lainnya adalah TPST Sendangsari Minggir dan TPST Tamanmartani Kalasan. Adapun jumlah TPS3R di Sleman ada 42 titik. Keberadaan TPST dan TPS3R akan sangat membantu dalam mengelola dan mengolah sampah, utamanya tambahan sampah hasil pengolahan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kabupaten Sleman itu tidak punya Tempat Pengolahan Sampah Organik. Sleman hanya punya TPS pengolah residu anorganik,” kata Ephipana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Empat kasus dugaan SPA++ di Sleman telah inkrah selama semester pertama 2026. Satpol PP mengakui pembuktian praktik tersebut masih menjadi tantangan.
Pelni mencatat 660.654 penumpang memanfaatkan diskon tiket kapal 30 persen. Kuota telah terserap 96 persen hingga 21 Juli 2026.
PLN menyiapkan kontrak jual beli listrik hingga 30 tahun untuk proyek PSEL guna menarik investasi dan mempercepat transisi energi.
Menteri Hukum menyebut 300 WNI mengajukan pelepasan kewarganegaraan. Kenaikan tarif dinilai tidak berdampak bagi masyarakat umum
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Presiden Prabowo mengingatkan 1.177 perwira TNI-Polri menjaga integritas, menjauhi korupsi, narkoba, judi, dan mengabdi kepada rakyat.