Pemkot Jogja Target Kurangi Kawasan Kumuh 13,72 Hektare pada 2026
Pemkot Jogja menargetkan penanganan kawasan kumuh seluas 13,72 hektare pada 2026 melalui konsolidasi lahan, program M3K, dan penataan permukiman.
Seragam sekolah SD dan SMP - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP 2025 jalur domisili di Kota Jogja memasuki tahap verifikasi berkas. Pada hari pertama verifikasi berkas tersebut, SMPN 5 sudah kebanjiran ratusan pendaftar.
Sekretaris SPMB SMPN 5 Kota Jogja, Gomang Genurianto menjelaskan animo calon siswa yang mendaftar di SMPN 5 jalur domisili daerah cukup tinggi. Dia mencatat telah ada 161 orang pendaftar pada Senin (30/6/2025) pukul 11.45 WIB. Dari ratusan pendaftar tersebut, nilai calon siswa yang tertinggi mencapai 289,73.
“Animonya [calon siswa yang mendaftar cukup banyak. Alhamdulillah lancar semuanya, untuk [nilai Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah] pendaftar tertinggi dan terendah masih dinamis atau berubah-ubah,” ujarnya, Senin (30/6/2025).
Dia menyebut SMPN 5 ada tambahan kuota jalur domisili daerah mencapai 12 orang. Kuota tersebut merupakan sisa kuota dari jalur prestasi khusus yang tidak semuanya terisi. Dengan begitu maka kuota jalur domisili daerah di sekolah tersebut mencapai 140 orang.
BACA JUGA: Diduga Selingkuh, Dukuh di Ngawen Gunungkidul Dituntut Mundur
Meski begitu, jalur afirmasi KSJPS di SMPN 5 masih sepi pendaftar. Dari kuota yang ada 48 orang atau 15% dari total kuota, namun jumlah pendaftar baru mencapai 7 orang hingga Senin (30/6/2025) pukul 11.45 WIB.
Penanggung Jawab Informasi SPMB, Disdikpora Kota Jogja, AB Mukty mengaku saat ini calon siswa mulai melakukan verifikasi dan penyerahan berkas pendaftaran ke sekolah yang dipilih. Calon siswa juga dapat memilih dan mengubah pilihan sekolah hingga 3 Juli 2025 pukul 14.00 WIB.
Saat ini menurutnya, jalur SPMB jenjang SMP yang dibuka yaitu jalur domisili daerah, afirmasi KSJPS, dan prestasi umum. Ketiga jalur tersebut dapat memilih dan mengubah pilihan sekolah hingga 3 Juli 2025 pukul 14.00 WIB. Kemudian pengumuman dilakukan pada 4 Juli 2025.
Saat ini hanya sebagian orang tua yang masih kebingungan untuk mendaftarkan anaknya sehingga datang ke Posko SPMB Disdikpora Kota Jogja. Jumlah tersebut terbilang berbeda jauh dengan masa awal pendaftaran SPMB.
“Pelaksanaan [Posko SPMB] sepi, cuma satu atau dua [orang tua calon siswa] yang bingung untuk pengajuan akun, dan pemilihan jalur. Yang ramai di sekolah, mereka menerima pengajuan akun,” katanya.
Disdikpora Kota Jogja sejauh ini pelaksanaan SPMB SMP jalur afirmasi KSJPS tidak ada aduan sebagaimana terjadi di SPMB jenjang SMA/K di DIY. “Kami di sini mengecek datanya, asal datanya sudah ada, datanya dari Dinas Sosial [Dinsos Kota Jogja] tidak ada masalah. Tidak ada aduan dari orang tua murid,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menargetkan penanganan kawasan kumuh seluas 13,72 hektare pada 2026 melalui konsolidasi lahan, program M3K, dan penataan permukiman.
Pemda DIY belum mengangkat Guru Pendamping Khusus menjadi PPPK karena masih menghitung kemampuan anggaran dan kesiapan pelaksanaannya.
Stok beras Bulog mencapai rekor 5,18 juta ton per 2 Juli 2026. Serapan beras sudah 81,65 persen dari target pengadaan nasional.
SPMB 2026 di Kulonprogo menyisakan banyak sekolah kekurangan siswa. Regrouping SD dinilai mendesak, namun masih menghadapi penolakan masyarakat.
Menkum Supratman Andi Agtas menegaskan hak banding Nadiem Anwar Makarim tetap berlaku meski hakim tidak menanyakan sikap atas putusan sidang.
Pemkot Jogja menyiapkan penerapan Malioboro full pedestrian secara bertahap melalui uji coba, evaluasi akses warga, dan pemasangan portal.