Sedan Terperosok 2 Meter di JJLS Saptosari, Dua Orang Terluka Ringan
Kecelakaan JJLS Gunungkidul terjadi di Saptosari. Mobil sedan terperosok ke lahan sedalam dua meter, sopir dan penumpang hanya mengalami luka ringan.
Pengunjung saat menyaksikan acara Larung Sesaji dalam pelaksanaan tradisi Petik Laut di Pelabuhan Sadeng di Kapanewon Girisubo. Rabu (9/7/2025). Harian Jogja/David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Nelayan di Pelabuhan Sadeng di Kapanewon Sadeng menggelar tradisi Petik Laut, Rabu (9/7/2025). Kegiatan ini sudah berlangsung secara turun temurun yang bertujuan untuk mengucapkan rasa Syukur kepada Allah SWT atas tangkapan hasil laut yang melimpah.
Ketua Panitia Petik Laut di Pelabuhan Sadeng, Parmin mengatakan, tradisi Petik Laut sudah berlangsung secara turun termurun dan digelar setiap tahun pada Bulan Suro atau Muharam. Menurut dia, acara berlangsung secara meriahdan diisi dengan berbagai kegiatan.
“Acara sudah dimulai sejak 2 Juli dengan penyelenggaraan turnamen voli. Selanjutnya, 7 Juli dengan pentas campur sari dan puncaknya hari ini dengan menggelar upacara Petik Laut yang ditutup dengan pementasan wayang kulit di malam hari,” kata Parmin, Rabu siang.
BACA JUGA: Jenazah Diplomat Muda Asal Jogja Telah Diautopsi, Polisi Periksa Sejumlah Saksi
Menurut dia, puncak acara Petik Laut berlangsung meriah. Pasalnya, ribuan orang dengan seksama mengikuti prosesi Larung Sesaji, terdiri dari hasil bumi, aneka kembang hingga kambing.
“Sudah sejak pagi pengunjung datang untuk menyaksikan puncak dari Petik Laut di Pelabuhan Sadeng. Kami bersyukur proses berjalan dengan meriah dan lancar,” katanya.
Parmin menjelaskan, tradisi Petik Laut merupakan bentuk ungkapan rasa Syukur kepada Allah SWT atas limpahan berkah dan Rahmat dikarenakan diberikan hasil laut yang melimpah. Prosesi ini juga sebagai bentuk permintaan agar tangkapan bisa terus bagus serta diberikan keselamatan saat beraktivitas.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengapresiasi diselenggarakannya Tradisi Petik Laut di Pelabuhan Sadeng. Kegiatan ini harus terus dilestarikan karena menjadi bagian dari adat dan tradisi yang berkembang di Kabuapten Gunungkidul.
“Ini juga bisa menjadi daya tarik wisata karena terbukti banyak pengunjung yang datang untuk melihat prosesi Petik Laut,” katanya.
Mbak Endah mengungkapkan, Pelabuhan Sadeng merupakan sentra produksi ikan terbesar di Gunungkidul dan DIY. Hal ini tak lepas dari tangkapan yang diperoleh para nelayan untuk memenuhi kebutuhan ikan di Gunungkidul maupun luar daerah.
“Hasilnya bagus dan terpenting ayo jaga kebersihan bersama-sama sehingga lokasinya tetap bagus dan indah sehingga pengunjung yang datang bisa semakin betah,” katanya.
Untuk proses pengembangan Pelabuhan Sadeng sudah dipersiapkan sejumlah program. Salah satunya ada rencana membentuk Kampung Nelayan Merah Putih di kawasan ini.
“Sudah direncanakan dan mudah-mudahan keberadaan Sadeng bisa semakin berkembang dengan pesat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kecelakaan JJLS Gunungkidul terjadi di Saptosari. Mobil sedan terperosok ke lahan sedalam dua meter, sopir dan penumpang hanya mengalami luka ringan.
Stok beras Bulog mencapai rekor 5,18 juta ton per 2 Juli 2026. Serapan beras sudah 81,65 persen dari target pengadaan nasional.
SPMB 2026 di Kulonprogo menyisakan banyak sekolah kekurangan siswa. Regrouping SD dinilai mendesak, namun masih menghadapi penolakan masyarakat.
Menkum Supratman Andi Agtas menegaskan hak banding Nadiem Anwar Makarim tetap berlaku meski hakim tidak menanyakan sikap atas putusan sidang.
Pemkot Jogja menyiapkan penerapan Malioboro full pedestrian secara bertahap melalui uji coba, evaluasi akses warga, dan pemasangan portal.
KPK menyita uang tunai ratusan juta rupiah dalam OTT Bupati Langkat terkait dugaan suap proyek di Dinas Pendidikan dan Perkim.