Kalah Dalam Pilur Ngoro-Oro, Sukasto Legawa dan Terima Hasil
Sukasto kalah dalam Pilur Ngoro-Oro Patuk dengan 855 suara, sementara Paryoto meraih 1.399 suara. Ia mengaku legawa menerima hasil.
Pengunjung saat menyaksikan acara Larung Sesaji dalam pelaksanaan tradisi Petik Laut di Pelabuhan Sadeng di Kapanewon Girisubo. Rabu (9/7/2025). Harian Jogja/David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Nelayan di Pelabuhan Sadeng di Kapanewon Sadeng menggelar tradisi Petik Laut, Rabu (9/7/2025). Kegiatan ini sudah berlangsung secara turun temurun yang bertujuan untuk mengucapkan rasa Syukur kepada Allah SWT atas tangkapan hasil laut yang melimpah.
Ketua Panitia Petik Laut di Pelabuhan Sadeng, Parmin mengatakan, tradisi Petik Laut sudah berlangsung secara turun termurun dan digelar setiap tahun pada Bulan Suro atau Muharam. Menurut dia, acara berlangsung secara meriahdan diisi dengan berbagai kegiatan.
“Acara sudah dimulai sejak 2 Juli dengan penyelenggaraan turnamen voli. Selanjutnya, 7 Juli dengan pentas campur sari dan puncaknya hari ini dengan menggelar upacara Petik Laut yang ditutup dengan pementasan wayang kulit di malam hari,” kata Parmin, Rabu siang.
BACA JUGA: Jenazah Diplomat Muda Asal Jogja Telah Diautopsi, Polisi Periksa Sejumlah Saksi
Menurut dia, puncak acara Petik Laut berlangsung meriah. Pasalnya, ribuan orang dengan seksama mengikuti prosesi Larung Sesaji, terdiri dari hasil bumi, aneka kembang hingga kambing.
“Sudah sejak pagi pengunjung datang untuk menyaksikan puncak dari Petik Laut di Pelabuhan Sadeng. Kami bersyukur proses berjalan dengan meriah dan lancar,” katanya.
Parmin menjelaskan, tradisi Petik Laut merupakan bentuk ungkapan rasa Syukur kepada Allah SWT atas limpahan berkah dan Rahmat dikarenakan diberikan hasil laut yang melimpah. Prosesi ini juga sebagai bentuk permintaan agar tangkapan bisa terus bagus serta diberikan keselamatan saat beraktivitas.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengapresiasi diselenggarakannya Tradisi Petik Laut di Pelabuhan Sadeng. Kegiatan ini harus terus dilestarikan karena menjadi bagian dari adat dan tradisi yang berkembang di Kabuapten Gunungkidul.
“Ini juga bisa menjadi daya tarik wisata karena terbukti banyak pengunjung yang datang untuk melihat prosesi Petik Laut,” katanya.
Mbak Endah mengungkapkan, Pelabuhan Sadeng merupakan sentra produksi ikan terbesar di Gunungkidul dan DIY. Hal ini tak lepas dari tangkapan yang diperoleh para nelayan untuk memenuhi kebutuhan ikan di Gunungkidul maupun luar daerah.
“Hasilnya bagus dan terpenting ayo jaga kebersihan bersama-sama sehingga lokasinya tetap bagus dan indah sehingga pengunjung yang datang bisa semakin betah,” katanya.
Untuk proses pengembangan Pelabuhan Sadeng sudah dipersiapkan sejumlah program. Salah satunya ada rencana membentuk Kampung Nelayan Merah Putih di kawasan ini.
“Sudah direncanakan dan mudah-mudahan keberadaan Sadeng bisa semakin berkembang dengan pesat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sukasto kalah dalam Pilur Ngoro-Oro Patuk dengan 855 suara, sementara Paryoto meraih 1.399 suara. Ia mengaku legawa menerima hasil.
Cek jadwal SIM Gunungkidul Oktober 2026 di Satpas, SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, SIM Keliling, dan layanan malam.
Cek jadwal lengkap KRL Solo-Jogja Jumat 2 Oktober 2026 dari Palur menuju Jogja, termasuk jam keberangkatan di tiap stasiun.
Cek jadwal SIM Kulonprogo Oktober 2026 di Satpas, MPP, SIMENOR, dan SIM Keliling lengkap dengan syarat perpanjangan SIM.
Cek jadwal KA Bandara YIA Jumat 2 Oktober 2026. Ada 24 perjalanan YIA-Stasiun Tugu dan sebaliknya, mulai pukul 04.20 WIB.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja hari ini, Jumat (2/10/2026), tersedia bagi penumpang yang baru tiba di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA)