Ngaku Investor di Sleman, WNA Myanmar Ternyata Beternak Kambing
migrasi Yogyakarta mengungkap WNA Myanmar pemegang ITAS investor di Sleman ternyata bekerja sebagai peternak kambing.
Suasana pembukaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) DIY Piala Kapolda DIY pada Sabtu (12/7/2025) di Gedung Olah Raga Pangukan, Sleman. /Istimewa-Polda DIY.
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 26 kontingen Karate-Do dari seluruh kota dan kabupaten di DIY berebut Piala Kapolda DIY dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) DIY. Kejuaraan ini mempertandingkan kelas kategori Kata dan Kumite untuk semua kelompok umur.
Kapolda DIY Irjen Pol. Anggoro Sukartono mengatakan ajang ini sebagai media untuk mengasah kemampuan atlet Karate-Do di DIY. Para atlet dari berbagai Dojo dan ranting bisa mengevaluasi perkembangan mereka masing-masing.
BACA JUGA: SMP Maarif Yani Kulonprogo Terpaksa Tutup, PCNU Upayakan Nasib 2 Tendik dan 1 Guru
"Kejurda ini menjadi wadah penting untuk mengukur kemampuan atlet dari berbagai Dojo dan ranting, sekaligus media evaluasi pembinaan prestasi secara berjenjang dan berkelanjutan," kata Anggoro pada Sabtu (12/7/2025) di Gedung Olah Raga Pangukan, Sleman.
Tak hanya sebagai ajang kompetisi, Kejurda Inkanas juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan antar atlet. "Inkanas bukan hanya soal pertandingan, tapi juga wadah pembinaan kedisiplinan remaja untuk membangun mental yang kuat dan mandiri," ungkapnya.
Pembukaan Kejurda ditandai dengan pemukulan gong secara simbolis oleh Kapolda DIY yang didampingi Ketua Forki Sleman M. Yazid.
Setelah pembukaan, Kapolda DIY menyerahkan piagam penghargaan kepada atlet dan official yang telah berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.
Anggoro berharap seluruh atlet, pelatih maupun juri dapat menjalankan kejuaraan ini secara profesional dan sportif. "Kepada para atlet, saya ucapkan selamat bertanding, tunjukkan kemampuan terbaik serta junjung tinggi sportivitas dan semangat juang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
migrasi Yogyakarta mengungkap WNA Myanmar pemegang ITAS investor di Sleman ternyata bekerja sebagai peternak kambing.
Prabowo siapkan satgas deregulasi untuk memangkas izin usaha yang dinilai terlalu lama demi memperkuat investasi di Indonesia.
BKPM menilai surat Kadin China di Indonesia sebagai masukan positif terkait tantangan iklim investasi dan hilirisasi di Indonesia.
Polisi memastikan kasus yang dikira klitih di Pengasih Kulonprogo ternyata duel remaja akibat masalah pribadi yang diduga terkait asmara.
Presiden Prabowo menyebut masih ada ribuan triliun kekayaan negara yang harus diselamatkan dari praktik pencurian aset nasional.
Pakar Forensika Digital UII menilai markas judi online internasional di Jakarta menjadi ancaman serius cybercrime bagi Indonesia.