Gunungkidul Tak Kebagian Kuota Transmigrasi 2026, Ini Penyebabnya
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Foto ilustrasi Koperasi Merah Putih. - Foto dibuat oleh AI/ChatGPT
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sejumlah lurah di Gunungkidul masih kebingungan untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih. Pasalnya, hingga sekarang belum ada petunjuk teknis pengelolaan.
Di sisi lain, juga kebingungan terkait dengan masalah permodalan. Hal ini salah satunya disuarakan oleh Lurah Bendung, Semin, Didik Rubiyanto.
Menurut dia, untuk pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sudah dilakukan karena menjadi syarat pencairan dana desa termin kedua. Namun, pasca-dibentuk melalui musyawarah kalurahan khusus, belum ada tindaklanjut karena menunggu diterbitkannya akta notaris sebagai badan hukum pembentukan koperasi.
BACA JUGA: Kades Pandansari Magelang Ditangkap Polisi Saat Pesta Sabu
“Masih proses dan tinggal menunggu diterbitkannya SK badan hukum,” kata Didik saat dihubungi, Selasa (15/7/2025).
Meski demikian, ia juga mengakui sudah menyiapkan skema usaha yang akan dijalankan seperti apotek desa hingga penyalur alat-alat pertanian. Kendati demikian, program ini juga masih sebatas wacana karena terbentur masalah permodalan.
“Belum tahu modalnya dari mana. Hingga sekarang, kami masih menunggu petunjuk teknis dari pemkab terkait dengan pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih,” katanya.
Hal tak jauh berbeda disuarakan oleh Lurah Girimulyo, Panggang, Sunu Raharjo. Menurut dia, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sudah dilaksanakan di akhir Mei. Namun hingga sekarang belum ada tindaklanjut untuk pengoperasian.
Rencananya koperasi ini akan menaungi kegiatan seperti perdagangan eceran makanan dan minuman atau opsi mendirikan apotek desa. “Masih terus dikaji,” katanya.
Disinggung mengenai permodalan, Sunu mengaku masih belum tahu menahu. Pasalnya, modal awal dalam pendirian koperasi merah putih di Kalurahan Girimulyo, baru sebatas iurang pokok dari masing-masing anggota sebesar Rp50.000 dan iuran bulan Rp5.000.
“Untuk yang lain belum ada. Sebab, kami masih menunggu petunjuk dari Pemerintah Pusat. Infonya akan ada bantuan modal, tapi hingga sekarang belum pasti,” katanya.
BACA JUGA: 9 SD Negeri di Wonogiri Tidak Mendapatkan Murid Baru di 2025, Ini Daftarnya
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Supartono mengatakan, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih masih terus berproses. Salah satunya menyelesaikan pembentukan akta badan hukum dari koperasi.
“Nanti akan diawali penyerahan Surat Keputusan pembentukan dan akta badan hukum. Selanjutnya dibuat grup untuk mempermudah dalam koordinasi untuk operasional. Grup WA ini juga untuk pendataan dan profil tentang kondisi riil di masing-masing kalurahan,” kata Partono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Justin Hubner mencetak gol saat Fortuna Sittard menghadapi FC Metz, di tengah kepastian dirinya absen membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
BTS cetak rekor baru di Spotify! Jadi artis pertama dengan 6 video musik di Top 10 Global Music Videos Chart. Dynamite, Butter, DNA, dan lainnya!
Na Hyun-soo tampil menjanjikan di AVC Cup 2026 dan menambah opsi Hyundai Hillstate menjelang V-League 2026/2027 yang juga diperkuat Megawati Hangestri.
Aplikasi kunci gitar terbaik 2026, dari Ultimate Guitar hingga Yousician. Temukan chord dan belajar gitar dengan mudah di HP.