Geng Sekolah Dinilai Picu Klitih, Satpol PP Bantul Soroti Peran Ortu
Satpol PP Bantul menyoroti potensi geng sekolah memicu klitih. Pengawasan orang tua, pembinaan pelajar, dan patroli dinilai penting untuk pencegahan.
Beras - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Indikasi peredaran beras oplosan ditemukan di salah satu pasar tradisional di Bantul. Adapun, modusnya adalah dengan mengoplos beras premium dengan beras medium.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul, Zona Paramitha mengatakan penemuan itu merupakan hasil dari monitoring lapangan yang dilakukan oleh DKUKMPP Bantul menyusul kekhawatiran masyarakat akan pengoplosan beras.
Dia menjelaskan bahwa dinasnya menerjunkan tim ke sejumlah titik, di antaranya adalah Pasar Imogiri pada Selasa (15/7); Pasar Piyungan pada Rabu (16/7/2025); dan salah satu supermarket.
“Kami langsung bergerak dengan menerjunkan tim ke pasar-pasar tradisional dan supermarket yang ada di Bantul,” ujar Zona, Jumat (18/7/2025).
Dari hasil monitoring itu, pihaknya menemukan indikasi adanya praktik pengoplosan beras oleh salah satu pedagang di pasar tradisional. Sementara di supermarket, tidak ditemukan tanda-tanda beras oplosan. "Modusnya adalah dengan mencampur beras premium dengan beras medium lalu dijual dengan harga premium. Ini jelas merugikan konsumen," ujarnya.
Beras oplosan itu ditemukan dalam kemasan ukuran 5, 10, dan 25 kilogram. Saat ini, tim DKUKMPP masih mendalami temuan tersebut untuk memastikan pelanggaran dan tindak lanjut yang akan diambil.
Kepala DKUKMPP Bantul, Prapta Nugraha menegaskan pihaknya merespons cepat isu beras oplosan yang mencuat ke publik.
Selain menerjunkan tim monitoring, dinas juga gencar melakukan sosialisasi dan mengoptimalkan peran lurah pasar untuk mengawasi peredaran beras di lapangan. “Kami merespons cepat atas pemberitaan yang menjadi perhatian Menteri Pertanian dan masyarakat luas,” ujarnya.
Prapta juga meminta pedagang agar jujur dalam menjual produk, serta mengimbau masyarakat untuk lebih teliti saat membeli beras, terutama kemasan berukuran besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP Bantul menyoroti potensi geng sekolah memicu klitih. Pengawasan orang tua, pembinaan pelajar, dan patroli dinilai penting untuk pencegahan.
adwal KRL Jogja-Solo Jumat, 30 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
Tiket konser Syahrini Rp35 juta menawarkan akses VIP, lounge khusus, sesi after-show, dan merchandise eksklusif. Kuotanya sekitar 40 orang.
Bakmi godog hangat dan suasana sawah menjadi daya tarik Sajian Kembang Turi di Turi, Sleman, untuk wisata kuliner keluarga saat musim hujan.
KAI menyiapkan extra seat diskon 50% untuk perjalanan kereta tertentu. Simak rencana penerapan, syarat pembelian, dan ketentuannya.
BPBD Gunungkidul mengajak komunitas keagamaan terlibat dalam mitigasi bencana, mulai dari kesiapsiagaan hingga pemulihan pascabencana.