Imunisasi Bayi di Bantul Tertinggal, Kasus Campak Capai 127 Kasus
Capaian imunisasi dasar bayi Bantul baru 54,43 persen hingga 3 September 2026, masih di bawah target 63,3 persen.
Beras - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Indikasi peredaran beras oplosan ditemukan di salah satu pasar tradisional di Bantul. Adapun, modusnya adalah dengan mengoplos beras premium dengan beras medium.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul, Zona Paramitha mengatakan penemuan itu merupakan hasil dari monitoring lapangan yang dilakukan oleh DKUKMPP Bantul menyusul kekhawatiran masyarakat akan pengoplosan beras.
Dia menjelaskan bahwa dinasnya menerjunkan tim ke sejumlah titik, di antaranya adalah Pasar Imogiri pada Selasa (15/7); Pasar Piyungan pada Rabu (16/7/2025); dan salah satu supermarket.
“Kami langsung bergerak dengan menerjunkan tim ke pasar-pasar tradisional dan supermarket yang ada di Bantul,” ujar Zona, Jumat (18/7/2025).
Dari hasil monitoring itu, pihaknya menemukan indikasi adanya praktik pengoplosan beras oleh salah satu pedagang di pasar tradisional. Sementara di supermarket, tidak ditemukan tanda-tanda beras oplosan. "Modusnya adalah dengan mencampur beras premium dengan beras medium lalu dijual dengan harga premium. Ini jelas merugikan konsumen," ujarnya.
Beras oplosan itu ditemukan dalam kemasan ukuran 5, 10, dan 25 kilogram. Saat ini, tim DKUKMPP masih mendalami temuan tersebut untuk memastikan pelanggaran dan tindak lanjut yang akan diambil.
Kepala DKUKMPP Bantul, Prapta Nugraha menegaskan pihaknya merespons cepat isu beras oplosan yang mencuat ke publik.
Selain menerjunkan tim monitoring, dinas juga gencar melakukan sosialisasi dan mengoptimalkan peran lurah pasar untuk mengawasi peredaran beras di lapangan. “Kami merespons cepat atas pemberitaan yang menjadi perhatian Menteri Pertanian dan masyarakat luas,” ujarnya.
Prapta juga meminta pedagang agar jujur dalam menjual produk, serta mengimbau masyarakat untuk lebih teliti saat membeli beras, terutama kemasan berukuran besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Capaian imunisasi dasar bayi Bantul baru 54,43 persen hingga 3 September 2026, masih di bawah target 63,3 persen.
Abu vulkanik Anak Krakatau menyebar hingga Pekalongan, Pariaman, dan Padang Panjang. Tiga bandara menghentikan operasi sementara.
Marc Klok membidik kemenangan Persib Bandung atas PSM Makassar pada laga perdana BRI Super League 2026/2027 di GBLA.
Abu vulkanik Anak Krakatau terpantau hingga 50.000 kaki dan menyebar ke Jabodetabek, Banten, Lampung, Bengkulu hingga Sumatra Selatan.
Persija menang 1-0 atas Borneo FC. Shin Tae-yong menyebut Macan Kemayoran baru menunjukkan 50 persen kemampuan terbaiknya.
Top Ten News Harianjogja.com Minggu 6 September 2026 merangkum kabar kebakaran DIY, erupsi Anak Krakatau, ekonomi, budaya, hingga olahraga.