Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Perdagangan manusia, perdagangan orang, TPPO - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kasus penipuan warga Jogja untuk bekerja di Kamboja masih terus ditelusuri. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY mengantisipasi dan berharap tidak terjadi lagi kasus serupa.
Kepala Disnakertrans DIY, Aria Nugrahadi, menjelaskan terkait penanganan Pekerja Migran Indonesia (PMI) illegal asal Kota Jogja, dengan nama samara Puspa, dilakukan bersama tim Tindak Perdana Perdagangan Orang (TPPO) dan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).
“Tentu saja kami dalam hal ini proes tindak lanjut dari kejadian yang kemaren menimpa [kasus Puspa] akan kita telusuri dengan harapan kita bisa menekan potensi kejadian serupa di masa yang akan datang,” ujarnya, Sabtu (19/7/2025).
Upaya antisipasi dilakukan dengan mensosialisasikan penyalur pekerja legal kepada masyarakat agar tidak terjerumus ke penyalur pekerja illegal. “Upayanya salah satunya sosialisasi terhadap kegiatan yang terkait dengan penyedia atau agency pekerja yang prosedural. Kita menghindari praktek pekerja migran yang unprosedural,” paparnya.
Lalu pada kasus Puspa, ia memastikan dari Disnakertrans DIY ada fasilitasi purna PMI yang selama ini juga didapat oleh PMI pada umumnya. “Salah satu bagiannya dalam domain kita memfasilitasi pekerja migran mulai saat persiapan, keberangkatan, di negara tujuan sampai mereka kembali bekerja di negara kita namanya purna PMI, ada program yang dapat kita fasilitasi,” ungkapnya.
BACA JUGA: Warga Sleman Mulai Terima Bantuan Pangan Beras, Segini Jumlahnya
Ia mencontohkan seperti yang dilakukan warga Nglanggeran yang selama ini banyak menjadi PMI. Sepulangnya di kampung halaman, mereka mengembangkan usaha. “Sekarang jadi salah satu desa wisata terbaik,” kata dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Puspa, nama samaran perempuan warga Kota Jogja menjadi korban penipuan kerja di Kamboja. Awalnya Puspa ditawari kerja di restoran di Tailand, namun ternyata malah dibawa ke Kamboja dan dipekerjakan menjadi penipu online scamming.
Di tempat kerja tersebut Puspa mendapat penyiksaan dan tidak digaji layak. Puspa berhasil kabur dan pulang ke Indonesia setelah meminta pertolongan di KBRI Kamboja. Saat ini Puspa berada di bawah perlindungan Dinas Sosial DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Kaesang Pangarep menyatakan siap maju sebagai caleg DPR di Dapil V Jawa Tengah pada Pemilu 2029. PSI menyiapkan konsolidasi hingga tingkat RT.
Tiga kandang ayam di Kedawung, Sragen, terbakar selama 4,5 jam. Sebanyak 54.000 ekor ayam mati, satu penjaga terluka, kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.
Harga pangan nasional hari ini, telur ayam ras Rp29.600 per kg, bawang merah Rp42.150 per kg, dan cabai rawit merah Rp54.400 per kg.
Menpar Widiyanti menargetkan Geopark Ijen mempertahankan predikat green card UNESCO melalui penguatan pengelolaan dan revalidasi pada Agustus 2026.
Kejari Boyolali menetapkan dua pegawai PT Aneka Karya Boyolali sebagai tersangka dugaan korupsi penyaluran pupuk bersubsidi periode 2023-2025.