Gunungkidul Tak Kebagian Kuota Transmigrasi 2026, Ini Penyebabnya
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Penyu Lekang./Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kawasan konservasi penyu di Pantai Ngandong di Kalurahan Tepus, Tepus berhasil menetaskan telur-telur penyu yang ditemukan di Pantai Jungwok dan Nampu. Penetasan ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan di akawan pantai di Kabupaten Gunungkidul.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Wahid Supriyadi mengatakan, di Kabupaten Gunungkidul telah memiliki tempat penetasan telur penyu di Pantai Ngadong. Program ini dilaksanakan setelah dilakukan workshop pengelolaan kawasan konservasi.
Sebanyak 111 butir telur penyu yang ditemukan di Pantai Jungwok dan 108 butir telur di Pantai Nampu dibawa ke lokasi pemeliharaan di Pantai Ngandong. Setelah dilakukan proses penetasan, kata Wahid, telur-telur ini mulai menetas sejak 18 Juli 2025.
“Keberhasilan penetasan mencapai 75% dari telur-telur penyu yang ditemukan. Ini terhitung berhasil karena penetasan tersebut merupakan pertama yang dilakukan di Gunungkidul,” kata Wahid saat dihubungi, Selasa (22/7/2025).
Meski demikian, ia mengakui ada tukik-tukik yang lepas ke laut dengan sendirinya. Pasalnya, berdasarkan hasil perhitungan yang masih di lokasi penetasan ada sebanyak 61 ekor. “Ada juga yang mati dan gagal menetas. Meski tidak semua menetas, tapi sudah ada perkembangan yang baik untuk upaya konservasi penyu di Gunungkidul,” katanya.
BACA JUGA: Gudang Penyimpanan Rosok Ponpes Bhumi Cendekia di Tirtoadi Sleman Terbakar
Keputusan Bupati No.161/2016 tentang Penetapan Pantai sebagai Habitat Penyu di Gunungkidul.
Dijelaskan didalam keputusan ini, Pantai-pantai yang sering dijumpai penyu antara lain Kayu Arum, Porok, Sanglen, Ngrumput. Selain itu, juga ada Pantai Watunene, Sruni, Wediombo, Jungwok, Greweng, Sedahan, Dadapan dan Pantai Ngrokoh.
“Mendaratnya penyu untuk menyimpan telurnya di pantai, merupakan sinyal kalau ekosistem laut Kabupaten Gunungkidul masih sangat baik sekali,” ujarnya.
Kepala Bidang Kelautan Pesisir dan Pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Veronica Vony Rorong mengatakan ditemukannya penyu di Pantai Gunungkidul menjadi peristiwa yang luar biasa. Penemuan ini menunjukkan ekosistem penyu di DIY mengalami peningkatan dan semakin baik.
Ia berharap semakin banyak masyarakat yang sadar akan kelestarian penyu agar hewan laut inin tidak punah dan bisa terlihat di kawasan pantai di DIY. “Kami minta masyarakat tetap menjunjung tinggi nilai-nilai konservasi agar penyu-penyu yang mendarat di sekitar pantai Gunungkidul ini tetap lestari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Harga emas Antam hari ini, Minggu 26 Juli 2026, masih stagnan. Emas 1 gram bertahan Rp2.612.000, sementara buyback tetap Rp2.352.000.
Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan mundur setelah protes nasional akibat skandal kebocoran soal NEET yang mengguncang jutaan siswa.
BMKG memprakirakan hujan petir dan hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu, 26 Juli 2026.
Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw meninggal dunia karena sebab alami di Rusun ASN IKN. Simak kronologi dan perjalanan pengabdiannya.
Kementerian Kehutanan menanam 900 bibit mangrove di Raja Ampat untuk rehabilitasi pesisir, menjaga ekosistem, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.