Lomba Cerdas Cermat Museum di Gunungkidul Kenalkan Sejarah Lokal
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).
Seorang pengendara motor melintas di jalan rusak yang berada di Padukuhan Kedungwanglu, Banyusoco, Playen. Selasa (22/7/2025) Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga di Padukuhan Kedungwanglu, Banyusoco, Playen berharap kondisi jalan yang rusak di wilayahnya bisa diperbaiki. Hal ini dibutuhkan untuk menunjang aktivitas warga sekitar.
Salah seorang warga Kedungwanglu, Kaspari mengatakan, kondisi jalan di wilayahnya sudah rusak sejak beberapa tahun lalu. Hal itu sudah terlihat dari arah jalan besar yang menghubungkan Banyusoco dengan Kalurahan Girisuko, Panggang.
Kondisinya pun ada yang berupa aspal, tapi ada juga yang diperkeras dengan cor blok. Meski demikian, sejak dilakukan pembangunan Jembatan Kedungwanglu di 2024, juga ada perbaikan, tapi tidak menyeluruh karena hanya sampai di gapuran masuk padukuhan.
Adapun sisanya, kata Kaspari, ada yang berlubang dan untuk kenyamanan berkendara dilakukan ditibun menggunakan batu padas. “Tujuannya agar jalan berlubang tetap bisa dilalu,” katanya, Selasa (22/7/2025).
Ia berharap dilakukan perbaikan sehingga akses warga bisa semakin mudah dan lancar. “Yang terpenting jangan hanya perbaikan yang didekat pembangunan jembatan, tapi bisa dilakukan secara menyeluruh,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Lurah Banyusoco, Damanhuri. Menurut dia, akses menuju Kedungwanglu masih banyak yang rusak dan butuh perbaikan.
“Statusnya jalan kabupaten. Sebenarnya sudah ada perbaikan bersamaan dengan pembanguan jembatan, tapi tidak menyeluruh karena hanya sampai di bumi perkemahan,” katanya.
Damanhuri menuturkan, upaya perbaikan sudah diusulkan ke Pemkab Gunungkidul dan harapannya bisa direalisasikan. “Mudah-mudahan bisa tertangani sehingga akses warga bisa bagus dan enak untuk beraktivitas,” katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, status jalan menuju Kedungwanglu merupakan jalan kabupaten. Ia tidak menampik ada kerusakan di jalur tersebut, tapi belum bisa dilaksanakan perbaikan.
“Sudah diusulkan, tapi memang anggarannya belum ada,” katanya.
Meski demikian, Wadiyana memastikan upaya perbaikan akan terus dilakukan. Hanya saja, pelaksanaan juga disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang dimiliki pemkab.
Ia tidak menampik di tahun ini banyak dilakukan efisiensi sesuai dengan kebijakan dari Pemerintah Pusat. Hal itu memberikan dampak signifikan terhadap upaya perbaikan jalan di Gunungkidul.
“Anggarannya memang sedang minim dan pelaksanaan perbaikan hanya sebatas tambal sulam melalui program pemeliharaan rutin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menghadapi pasangan India pada final Thailand Open 2026 setelah tampil impresif tanpa kehilangan gim.
Primbon Jawa menyebut Minggu Wage menjadi hari pantangan bagi weton Kamis Legi dan Kamis Pahing untuk acara penting.
Tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional, Hari Hipertensi Sedunia, dan Hari Telekomunikasi Sedunia. Berikut maknanya.
Beragam acara seru digelar di Jogja Minggu 17 Mei 2026, mulai wisata budaya, pameran seni, pesta buku hingga expo kendaraan listrik.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.