Jelang HUT ke-81 RI, DPRD Bantul Ajak Warga Kibarkan Merah Putih
Jelang HUT ke-81 RI, DPRD Bantul mengajak warga mengibarkan Merah Putih dan menjaga kondisi serta pemasangannya.
Foto ilustrasi./ Bisnis Indonesia-Rahmatullah
Harianjogja.com, BANTUL—Puluhan pekerja PT Ide Studio Indonesia di Kapanewon Sewon, Bantul, yang tidak menerima upah/gaji kini bisa sedikit bernafas lega.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantul berjanji akan membantu memperjuangkan hak-hak mereka yang belum dibayarkan perusahaan.
"Kami dari DPRD Bantul akan ikut memperjuangkan keadilan para pekerja," ujar Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bantul, Ahmad Agus Sofwan, usai menggelar audiensi dengan para pekerja dan sejumlah pihak terkait di kantor DPRD Bantul, Jumat (1/8/2025).
BACA JUGA: Puluhan Buruh Mebel di Bantul Tidak Digaji, Ini Respons Bupati Abdul Halim Muslih
"Tadi, kita sudah melakukan audiensi dengan para karyawan tersebut. Lalu, ada proses negosiasi yang disepakati dalam forum tersebut. Karena tadi kita sifatnya memberikan dukungan dan anjuran agar proses negosiasi terus berjalan dengan optimal," jelas Agung.
Ia juga menambahkan, apabila penyelesaian masalah ini mandek dan pihak perusahaan sulit diajak bertemu, DPRD Bantul berpeluang memanggil langsung pemilik perusahaan untuk dimintai penjelasan.
Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bantul, Istirul Widilastuti, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memproses masalah ini hingga tahap penyidikan di tingkat DIY.
"Tapi, kami akan terus menjalin komunikasi dengan para pihak termasuk perusahaan dan pekerja agar permasalahan ini dapat diselesaikan," kata Istirul.
Diketahui sebelumnya, 32 orang pekerja pabrik mebel ekspor di Sewon sudah beberapa bulan terakhir belum menerima upah. Para pekerja berulang kali mencoba menempuh jalur mediasi, namun belum membuahkan hasil.
Sebagian dari mereka pun mengajukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karena upah tak kunjung dibayarkan namun permintaan itu tidak disetujui oleh perusahaan.
Pihak perusahaan sendiri berdalih kondisi keuangan terganggu akibat situasi ekonomi global.
Salah seorang pekerja, Sumiran, mengungkapkan bahwa upahnya sejak Februari hingga Maret 2025 belum sama sekali dibayarkan. Bahkan, sejak November 2024 hingga Januari 2025, ia hanya menerima gaji sebagian.
"Saya kerja di situ sejak 2005, gaji sejak November tahun lalu sampai Januari 2025 tidak dibayar utuh sedangkan Februari sampai Maret tidak dibayar sama sekali. Tapi kami tetap disuruh produksi, produknya berupa mebel yang dikirim ke luar negeri," ujar Sumiran Rabu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang HUT ke-81 RI, DPRD Bantul mengajak warga mengibarkan Merah Putih dan menjaga kondisi serta pemasangannya.
Honda dan Nissan dikabarkan menyiapkan kerja sama pengembangan software dan komputer kendaraan untuk mobil baru mulai 2029.
Klakson bukan alat untuk melampiaskan emosi. Simak lima etika membunyikan klakson agar berkendara lebih aman, nyaman, dan tidak memicu konflik.
Bruno Fernandes mengaku bangga mencetak hattrick saat Manchester United menang 5-2 atas Ipswich Town di Liga Inggris 2026/2027.
Mau beli HP bekas untuk membuat konten? Simak tips memilih smartphone untuk video, editing, dan live streaming, mulai dari kamera hingga chipset.
Carlos Pena mewaspadai PSIM Jogja pada laga perdana Super League 2026/2027. Persita membawa ambisi setelah membenahi kelemahan musim lalu.