Bupati Bantul Ajak GKJ Wonocatur Perkuat Toleransi dan Kerukunan Warga
GKJ Wonocatur Bantul menahbiskan Andreas Kurnianto sebagai pendeta baru. Momentum ini diharapkan memperkuat pelayanan gereja, toleransi, dan kerukunan antarumat
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih (dua kanan) berjabat tangan dengan salah satu kader pengawas perikanan yang baru dikukuhkan di wilayah itu untuk menjaga ekosistem ikan dan sungai di wilayah setempat, Kamis (7/8/2025) Dokumentasi Istimewa.
Harianjogja.com, BANTUL – Pemerintah Kabupaten Bantul mengukuhkan Kader Pengawas Perikanan Swadaya 2025 dalam kegiatan Pembinaan Teknis dan Pengukuhan Kader, yang digelar Kamis (7/8/2025). Kader tersebut diharapkan ke depan mampu mengedukasi masyarakat soal keberlanjutan ekosistem sungai terutama ikan di wilayah setempat.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan, kiwari krisis ekosistem perairan sangat terasa terjadi di Bumi Projotamansari. Praktik penangkapan ikan dengan cara yang salah disinyalir menjadi penyebab utamanya.
“Hari ini kita berbicara tentang penyelamatan biota perairan kita. Saya ingin tegaskan jangan ada lagi genosida ikan di sungai-sungai kita dengan praktik perusakan habitat seperti penggunaan potas, setrum, dan bahan peledak,” kata Halim.
Menurutnya, populasi ikan di sejumlah sungai utama di Bantul seperti Kali Oyo, Opak, Code, Bedok, Winongo, dan Progo mengalami penurunan drastis. Kondisi ini dipicu oleh praktik penangkapan ikan yang merusak dan terus berlangsung tanpa kontrol.
“Dulu wader, udang, dan ikan-ikan lokal melimpah di sungai kita. Sekarang, sudah sangat sulit ditemukan. Ini bukan lagi soal ekonomi, tapi soal masa depan ekosistem,” ujarnya.
BACA JUGA: Tarif Pajak PBB Bantul Disederhanakan Lewat Revisi Perda
Halim menegaskan bahwa sebagai daerah hilir dari hampir seluruh sungai besar di DIY, Bantul menanggung beban kerusakan lingkungan dari hulu hingga ke muara. Karena itu, ia menyebut perlunya peran aktif masyarakat melalui kader pengawas perikanan swadaya.
Para kader yang dikukuhkan akan menjadi garda terdepan dalam edukasi, pengawasan, serta konservasi sumber daya perairan di tingkat tapak. Mereka dibekali atribut resmi seperti kaos seragam, topi, ID card, headlamp, dan perangkat SPAKI (Sarana Pengawasan Kawasan Ikan) untuk mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.
“Saya sangat mengapresiasi komitmen para kader yang bersedia menjadi mitra strategis pemerintah. Ini adalah tonggak awal dari gerakan kolektif untuk memperbaiki kualitas lingkungan hidup kita,” pungkas Halim.
Dengan pengukuhan ini, Pemkab Bantul berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian ekosistem perairan akan semakin meningkat dan menjadi gerakan bersama lintas sektor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GKJ Wonocatur Bantul menahbiskan Andreas Kurnianto sebagai pendeta baru. Momentum ini diharapkan memperkuat pelayanan gereja, toleransi, dan kerukunan antarumat
Cak Imin meresmikan Sigap Bangsa, organisasi penanggulangan bencana bentukan PKB yang telah melatih 250 relawan tanggap bencana.
Dishub DIY kembali menggelar program becak listrik gratis keliling Malioboro pada 21 Juli 2026. Berikut jadwal, lokasi, dan cara mengikutinya.
IRGC mengklaim meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan militer AS di Yordania dan Kuwait sebagai balasan atas serangan AS.
Jumog River Tubing resmi beroperasi di Karanganyar. Wisatawan bisa menyusuri sungai 800 meter selama 20 menit dengan tiket Rp25.000.
PSIM Jogja mempertahankan 12 pemain lokal usai evaluasi tim sebagai persiapan menghadapi Super League 2026/2027.