Gunungkidul Bidik Pengurangan Sampah Organik hingga 40 Persen
DLH Gunungkidul menargetkan pengurangan sampah organik hingga 40% melalui Masgun Maos dan pengolahan sampah mandiri dari rumah.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih (dua kanan) berjabat tangan dengan salah satu kader pengawas perikanan yang baru dikukuhkan di wilayah itu untuk menjaga ekosistem ikan dan sungai di wilayah setempat, Kamis (7/8/2025) Dokumentasi Istimewa.
Harianjogja.com, BANTUL – Pemerintah Kabupaten Bantul mengukuhkan Kader Pengawas Perikanan Swadaya 2025 dalam kegiatan Pembinaan Teknis dan Pengukuhan Kader, yang digelar Kamis (7/8/2025). Kader tersebut diharapkan ke depan mampu mengedukasi masyarakat soal keberlanjutan ekosistem sungai terutama ikan di wilayah setempat.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan, kiwari krisis ekosistem perairan sangat terasa terjadi di Bumi Projotamansari. Praktik penangkapan ikan dengan cara yang salah disinyalir menjadi penyebab utamanya.
“Hari ini kita berbicara tentang penyelamatan biota perairan kita. Saya ingin tegaskan jangan ada lagi genosida ikan di sungai-sungai kita dengan praktik perusakan habitat seperti penggunaan potas, setrum, dan bahan peledak,” kata Halim.
Menurutnya, populasi ikan di sejumlah sungai utama di Bantul seperti Kali Oyo, Opak, Code, Bedok, Winongo, dan Progo mengalami penurunan drastis. Kondisi ini dipicu oleh praktik penangkapan ikan yang merusak dan terus berlangsung tanpa kontrol.
“Dulu wader, udang, dan ikan-ikan lokal melimpah di sungai kita. Sekarang, sudah sangat sulit ditemukan. Ini bukan lagi soal ekonomi, tapi soal masa depan ekosistem,” ujarnya.
BACA JUGA: Tarif Pajak PBB Bantul Disederhanakan Lewat Revisi Perda
Halim menegaskan bahwa sebagai daerah hilir dari hampir seluruh sungai besar di DIY, Bantul menanggung beban kerusakan lingkungan dari hulu hingga ke muara. Karena itu, ia menyebut perlunya peran aktif masyarakat melalui kader pengawas perikanan swadaya.
Para kader yang dikukuhkan akan menjadi garda terdepan dalam edukasi, pengawasan, serta konservasi sumber daya perairan di tingkat tapak. Mereka dibekali atribut resmi seperti kaos seragam, topi, ID card, headlamp, dan perangkat SPAKI (Sarana Pengawasan Kawasan Ikan) untuk mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.
“Saya sangat mengapresiasi komitmen para kader yang bersedia menjadi mitra strategis pemerintah. Ini adalah tonggak awal dari gerakan kolektif untuk memperbaiki kualitas lingkungan hidup kita,” pungkas Halim.
Dengan pengukuhan ini, Pemkab Bantul berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian ekosistem perairan akan semakin meningkat dan menjadi gerakan bersama lintas sektor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Gunungkidul menargetkan pengurangan sampah organik hingga 40% melalui Masgun Maos dan pengolahan sampah mandiri dari rumah.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.
Airlangga Hartarto memastikan pasokan Pertalite dan biodiesel Indonesia aman hingga akhir 2026 meski konflik global memengaruhi harga energi.