Hadapi Kekeringan, Pemkab Sleman Siapkan Anggaran dan Dropping Air
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Ilustrasi pendidikan vokasi (Freepik)
Harianjogja.com, SLEMAN—Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Anggito Abimanyu mengatakan pendidikan sekolah vokasi diproyeksikan menjadi sekolah yang bisa menciptakan lapangan kerja. Proyeksi ini kata Anggito sesuai visi presiden maupun visi negara yang ingin memajukan sekolah vokasi.
"Ya sebetulnya kan kalau dilihat dari sisi visi Presiden maupun visi negara ini kan ingin memajukan sekolah vokasi ya, sebagai sekolah yang terapan yang bisa langsung menciptakan lapangan pekerjaan," kata Anggito dalam Pionir Permadani Sekolah Vokasi UGM pada Kamis (7/8/2025) di GSP UGM.
BACA JUGA: 2.000 Unit RTLH Jadi PR Pemkab Bantul
Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi UGM itu mendukung pengembangan sekolah vokasi dari D3 menjadi D4. Pengembangan tersebut menurut Anggito dapat membuka peluang bagi lulusan sekolah vokasi untuk bisa melanjutkan studi terapan di tingkat berikutnya.
Dari segi lulusannya, Anggito bilang jika dirinya banyak menemui lulusan D3 maupun D4 di berbagai sektor kerja.
"Mereka bekerja di berbagai sektor yang langsung bisa menghasilkan dan langsung bisa memberikan dampak pada dirinya, keluarganya," ujarnya.
Temuan Anggito di lapangan itu menurut dia sesuai dengan kompetensi sekolah vokasi yang memiliki porsi pembelajaran praktik yang lebih banyak dalam perkuliahannya
"Mereka kan skill ya, karena pelajarannya kan 60% praktik dan 40% teori," tambahnya.
Skema pembelajaran yang diterapkan di sekolah vokasi lanjit Anggito yang membuat lulusannya siap bekerja.
"Jadi, mereka lebih siap pakai, bisa siap bekerja. Sekarang dengan D4 kan mereka bisa masuk ke jenjang S2 terapan," lanjutnya.
Anggito berharap lulusan sekolah vokasi bisa menyesuaikan diri di lingkungan kerja nanti.
"Jadi, mudah-mudahan mereka akan lebih kompeten dan bisa menyesuaikan dengan lingkungan pekerjaan yang nanti akan mereka hadapi," tandasnya
Pada Februari lalu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Stella Christie sempat menyampaikan pandangannya akan kondisi pendidikan vokasi di Indonesia. Menurut Stella pendidikan vokasi di Indonesia saat ini sudah luar biasa.
"Saya rasa arahnya ini sudah sangat luar biasa," kata Stella pada Selasa (4/2/2025) di Sekolah Vokasi UGM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.