Lahan Bekas Hutan di Kulonprogo Disulap, Panen Jagung Tembus 8,3 Ton
Petani Banyunganti Kulonprogo ubah hutan mangkrak jadi lahan produktif. Panen jagung capai 8,33 ton per hektare.
Proses seleksi untuk para calon transmigrasi yang sudah dilakukan pertengahan Juli lalu meliputi seleksi administrasi dan wawancara. /Istimewa Disnaker Kulonprogo.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Program transmigrasi yang sedang diproses Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kulonprogo terkena terdampak adanya gelombang penolakan warga Kalimantan Tengah (Kalteng). Rencananya, para calon transmigran (Catrans) dari Kulonprogo akan di tempatkan ke Kabupaten Sukamara, Kalteng.
Namun, munculnya gelombang penolakan membuat Kementerian Transmigrasi dan Pemerintah Daerah Sukamara membatalkan Sukamara menjadi lokasi transmigrasi. Padahal, Disnaker Kulonprogo sudah melakukan seleksi pertengahan Juli 2-25 lalu dan siap mengumumkan para Catrans yang berhak berangkat.
BACA JUGA: Pameran Ritus Raya Hadirkan Refleksi Kearifan Lokal di Bentara Budaya Yogyakarta
Sementara ini perubahan lokasi transmigrasi bagi Catrans Kulonprogo belum mendapat kepastian. “Hasil seleksi belum diumumin karena ada perubahan lokasi jadinya masih menunggu penempatan baru,” ujar Pengantar Kerja Bidang Hubungan Industrial dan Transmigrasi Disnaker Kulonprogo, Dedy Santoso saat dihubungi, Minggu (10/8/2025).
Dia tidak membantah pembatalan lokasi Catrans ke Sukamara karena adanya gelombang penolakan. Menurutnya dibatalkannya pemberangkatan ke Sukamara demi keselamatan dan keamanan para Catrans dari Kulonprogo. Pembatalan Sukamara menjadi lokasi Transmigrasi sudah resmi dan diinformasikan sejak pekan lalu. “Betul, batal karena ditolak warga sana, kami diinformasikan batal akhir Juli lalu,” kata Dedy.
Belum adanya lokasi baru untuk Catrans Kulonprogo sehingga hasil seleksi yang sudah dilakukan kemarin sampai sekarang belum diumumkan. Dia tidak mempermasalahkan pembatalan Sukamara menjadi lokasi transmigrasi.
Namun, Dedy berharap pembatalan ini tidak berdampak pada kuota transmigrasi yang didapatkan Kulonprogo. “Harapan kami kuotanya tetap lima KK saja tidak kurang atau lebih karena tambahan anggaran sudah disetujui,” ucapnya.
Dia menjelaskan, awalnya kuota transmigrasi untuk Kulonprogo hanya dua KK tetapi malah diberikan lima dari Pemda DIY. Atas kondisi tersebut sehingga mengubah anggaran menambahkannya menjadi lima KK.
BACA JUGA: Prabowo Ingatkan Pimpinan di TNI Tidak Kejam kepada Prajurit
Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Transmigrasi Disnaker Kulonprogo, Farida Ariyani menambahkan seleksi dilakukan secara hati-hati agar calon transmigran yang terpilih tepat. Menurutnya, harus memiliki jiwa perantau sehingga kuat bertahan selama menjalani transmigrasi. “Kami tidak ingin hanya dua tahun di sana terus balik kalau kaya gitu kan program transmigrasi tidak tercapai,” ucapnya.
Dia menegaskan, sesuai aturan para transmigran tidak boleh balik ke Kulonprogo dalam rentang waktu tiga bulan berturut-turut. Namun, bukan berarti tidak boleh balik. Tetap boleh tetapi hanya untuk sekadar beberapa hari saja tidak dalam jangka waktu yang lama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petani Banyunganti Kulonprogo ubah hutan mangkrak jadi lahan produktif. Panen jagung capai 8,33 ton per hektare.
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
BPKH membuka rekrutmen pegawai 2026 untuk delapan posisi Asisten Manajer. Simak syarat, daftar formasi, dan jadwal penutupan pendaftaran.
Gelombang panas Inggris memecahkan rekor suhu Juni selama tiga hari berturut-turut. Met Office memperpanjang peringatan cuaca hingga Minggu.
Iran mengecam serangan Amerika Serikat dan menyebutnya melanggar Piagam PBB serta kesepakatan damai yang baru berlaku pada Juni 2026.
Candi Sojiwan dan Wellness Tourism Umbul Brintik masuk nominasi API Award 2026. Masyarakat diajak memberikan dukungan melalui voting.