PWI Cabut Laporan terhadap Hotman Paris Usai Dimediasi Dasco
PWI Pusat akan mencabut laporan terhadap Hotman Paris di Polda Metro Jaya setelah tercapai kesepahaman melalui mediasi yang difasilitasi Sufmi Dasco Ahmad.
Permintaan obat nyeri di berbagai apotek DIY tergolong tinggi menuntut adany peningkatan kompetensi apoteker dalam memberikan layanan kepada pasien. Hal itu yang mendasari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) DIY menggelar Pain Academy bertajuk From Knowledge to Community Empowerment, Minggu (10/8/2025). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Permintaan obat nyeri di berbagai apotek DIY tergolong tinggi menuntut adany peningkatan kompetensi apoteker dalam memberikan layanan kepada pasien. Hal itu yang mendasari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) DIY menggelar Pain Academy bertajuk From Knowledge to Community Empowerment, Minggu (10/8/2025).
Kegiatan itu diikuti sebanyak 100 apoteker seluruh DIY yang tersebar di lima kabupaten dan kota. Mereka akan disaring menjadi 50 apoteker lagi untuk mengikuti program edukasi terkait obat nyeri ke masyarakat dengan total menyasar 1.000 hingga 1.500 warga.
"Peserta apoteker yang selama ini menjadi ujung tombak bertemu masyarakat. Secara khusus membahas tentang obat nyeri, karena permintaan di DIY sangat tinggi. Istilahnya termasuk fast moving, sangat keras, cepat sekali perputarannya," kata Ketua IAI DIY Hendy Ristiono, Minggu (10/8/2025).
BACA JUGA: Petugas Temukan Obat Hewan Belum Terdaftar Saat Pemantauan Rutin di Kota Jogja
Kerasnya perputaran obat anti nyeri DIY tersebut, kata dia, menjadi bukti bahwa prevalensi dari insidensi kasus nyeri sangat banyak. Tingginya kasus nyeri tersebut, maka para apotker dituntut untuk mampu meningkatkan kompetensinya dalam memberikan layanan. Pasalnya tidak semua obat nyeri harus melalui resep dokter, namun ada yang termasuk swamedikasi atau tindakan mengobat tanpa dokter.
Meski demikian swamedikasi tersebut menuntut kemampuan apotek, agar mampu menentukan obat yang paling cocok sesuai dengan kondisi klinis pasien. "Jadi apoteker harus bisa memberikan rekomendasi obat yang tepat demi keamanan bagi pasien. Melalui kegiatan ini kami bekerja sama dengan PT Haleon, harapnnya bisa meningkatkan kompetensi apoteker," ucap Dosen Farmasi UAD ini.
Nyeri merupakan tanda atau gejala awal dari seseorang dalam kondisi tidak sehat atau terkena penyakit. Hendy menuturkan beberapa gejala terkait nyeri palinh banyak terdiri atas sakit atau nyeri kepala, nyeri gigi dan keluhan kecelakaan.
Guru Besar Farmasi Klinis dan Farmakoterapi UII Profesor Vitarani Dwi Anandaningrum yang hadir sebagai narasumber menyampaikan pentingnya apoteker terus mengupdate pemahaman terkait obat. Di antaranya terkait Tangga Nyeri WHO atau WHO Pain Ladder yang bisa menjadi panduan untuk penanganan nyeri. Tidak kalah pentingnya, apoteker harus bekerja sesuai aturan.
"Memang ada beberapa obat yang diberikan tanpa resep tetapi harus menyesuaikan dengan skor nyeri. Harus ditanyakan juga ke pasien selama ini pakai obat apa, ini harus digali," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PWI Pusat akan mencabut laporan terhadap Hotman Paris di Polda Metro Jaya setelah tercapai kesepahaman melalui mediasi yang difasilitasi Sufmi Dasco Ahmad.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
KPK menangkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dalam OTT ke-18 sepanjang 2026. Penyidik masih mendalami kasus dan memiliki waktu 24 jam menentukan status pihak
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi.
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.