Kementan Targetkan Tambahan 600.000 Sapi Perah hingga 2029
Kementan menargetkan tambahan 600.000 sapi perah hingga 2029 untuk memperkuat produksi susu lokal dan menekan ketergantungan impor.
Permintaan obat nyeri di berbagai apotek DIY tergolong tinggi menuntut adany peningkatan kompetensi apoteker dalam memberikan layanan kepada pasien. Hal itu yang mendasari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) DIY menggelar Pain Academy bertajuk From Knowledge to Community Empowerment, Minggu (10/8/2025). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Permintaan obat nyeri di berbagai apotek DIY tergolong tinggi menuntut adany peningkatan kompetensi apoteker dalam memberikan layanan kepada pasien. Hal itu yang mendasari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) DIY menggelar Pain Academy bertajuk From Knowledge to Community Empowerment, Minggu (10/8/2025).
Kegiatan itu diikuti sebanyak 100 apoteker seluruh DIY yang tersebar di lima kabupaten dan kota. Mereka akan disaring menjadi 50 apoteker lagi untuk mengikuti program edukasi terkait obat nyeri ke masyarakat dengan total menyasar 1.000 hingga 1.500 warga.
"Peserta apoteker yang selama ini menjadi ujung tombak bertemu masyarakat. Secara khusus membahas tentang obat nyeri, karena permintaan di DIY sangat tinggi. Istilahnya termasuk fast moving, sangat keras, cepat sekali perputarannya," kata Ketua IAI DIY Hendy Ristiono, Minggu (10/8/2025).
BACA JUGA: Petugas Temukan Obat Hewan Belum Terdaftar Saat Pemantauan Rutin di Kota Jogja
Kerasnya perputaran obat anti nyeri DIY tersebut, kata dia, menjadi bukti bahwa prevalensi dari insidensi kasus nyeri sangat banyak. Tingginya kasus nyeri tersebut, maka para apotker dituntut untuk mampu meningkatkan kompetensinya dalam memberikan layanan. Pasalnya tidak semua obat nyeri harus melalui resep dokter, namun ada yang termasuk swamedikasi atau tindakan mengobat tanpa dokter.
Meski demikian swamedikasi tersebut menuntut kemampuan apotek, agar mampu menentukan obat yang paling cocok sesuai dengan kondisi klinis pasien. "Jadi apoteker harus bisa memberikan rekomendasi obat yang tepat demi keamanan bagi pasien. Melalui kegiatan ini kami bekerja sama dengan PT Haleon, harapnnya bisa meningkatkan kompetensi apoteker," ucap Dosen Farmasi UAD ini.
Nyeri merupakan tanda atau gejala awal dari seseorang dalam kondisi tidak sehat atau terkena penyakit. Hendy menuturkan beberapa gejala terkait nyeri palinh banyak terdiri atas sakit atau nyeri kepala, nyeri gigi dan keluhan kecelakaan.
Guru Besar Farmasi Klinis dan Farmakoterapi UII Profesor Vitarani Dwi Anandaningrum yang hadir sebagai narasumber menyampaikan pentingnya apoteker terus mengupdate pemahaman terkait obat. Di antaranya terkait Tangga Nyeri WHO atau WHO Pain Ladder yang bisa menjadi panduan untuk penanganan nyeri. Tidak kalah pentingnya, apoteker harus bekerja sesuai aturan.
"Memang ada beberapa obat yang diberikan tanpa resep tetapi harus menyesuaikan dengan skor nyeri. Harus ditanyakan juga ke pasien selama ini pakai obat apa, ini harus digali," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementan menargetkan tambahan 600.000 sapi perah hingga 2029 untuk memperkuat produksi susu lokal dan menekan ketergantungan impor.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Simak jam layanan dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Nakhoda KM Virgo Transport 8 berinisial AY ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait tenggelamnya kapal di perairan Laut Jawa.
Nanang Hendarno resmi menjadi Dirut Telkom menggantikan Dian Siswarini. Simak profil dan susunan terbaru Direksi serta Komisaris Telkom.
Jadwal KRL Jogja-Solo 1 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan dari Jogja ke Palur. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif Rp8.000.