WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ilustrasi petir di tengah cuaca ekstrem./Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA—Potensi cuaca ekstrem di DIY masih ada sampai Kamis (21/8/2025). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY pun masih bersiaga untuk mitigasi bencana hidrometeorologi termasuk penanganan yang sudah terjadi pada Selasa (19/8/2025).
Manager Pusdalops PB BPBD DIY, Julianto Wibowo, menjelaskan berdasarkan peringatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), potensi cuaca ekstrem terjadi selama tiga hari yakni pada Selasa-Kamis (19-21/8/2025).
BACA JUGA: BPBD: 11 Titik Terdampak Hujan Deras dan Angin Kencang di Bantul
“Kita terus memantau karena potensi hujan sedang hingga lebat itu masih sampai 21 Agustus. Tentunya kita tetap menjaga kesiapsiagaan kita karena BMKG sudah memberikan peringatan dini itu untuk tiga hari,” ujarnya, Rabu (20/8/2025).
Pusdalops PB BPBD DIY juga masih berkoordinasi dengan BPBD dan relawan di kabupaten-kota untuk penanganan dampak hujan deras dan angin kencang yang terjadi pada Selasa (19/8/2025) siang hingga sore yang mengakibatkan sejumlah kerusakan.
Penanganan dampak cuaca ekstrem tersebut menurutnya sudah dilakukan oleh BPBD kabupaten-kota masing-masing untuk menyalurkan bantuan kebutuhan warga terdampak seperti terpal, Kasur, selimut, logistik dan sebagainya.
“Kami mendorong beberapa bantuan itu disalurkan. Kalau BPBD kabupaten-kota masih bisa mengatasi, sampai saat ini permintaan bantuan ke BPBD DIY belum ada. Dalam arti masih bisa ditangani oleh BPBD kabupaten-kota. Tapi kami juga koordinasi terus,” ungkapnya.
Adapun dampak cuaca ekstrem pada Selasa (19/8/2025) yang diperbarui terakhir pada Rabu (20/8/2025), meluputi Kota Jogja tersebar di enam kemantren meliputi: Umbulharjo, Ngampilan, Gondokusuman, Kotagede, Jetis dan Mergangsan. Satu orang terluka sedang, pohon tumbang di dua titik, rumah rusak dua unit, Talud longsor dua titik, rumah tergenang 92 unit di dua lokasi.
Lalu di Sleman tersebar di enam Kapanewon meliputi Depok, Gamping, Kalasan, Minggir, Moyudan, dan Turi. Pohon tumbang 18 titik, rumah rusak 28 unit, akses jalan tertutup enam titik, baliho roboh satu unit, jaringan listrik putus dua titik, fasilitas pendidikan rusak tiga unit.
Di Kulonprogo tersebar di empat kapanewon meliputi Wates, Pengasih, Sentolo dan Lendah. Terdapat pohon tumbang di tiga titik, rumah rusak tiga unit, jembatan sesek satu unit. Lalu di Gunungkidul di Kapanewon Semanu terdapat pohon tumbang satu titik dan akses jalan tertutup satu titik.
Kemudian di Bantul tersebar di sembilan kapanewon, yaitu Bambanglipuro, Banguntapan, Bantul, Imogiri, Jetis, Kasihan, Kretek, Sanden dan Sewon. Pohon tumbang 11 titik, rumah rusak tiga unit, akses jalan tertutup delapan titik, fasilitas pendidikan tergenang satu titik, Jaringan internet putus tiga titik, jaringan listrik putus dua titik, Talud longsor lima titik dan tempat usaha rusak satu titik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Wali Kota Jogja menemukan kandang ayam, sampah, dan pendangkalan saat susur Sungai Code, Pemkot rencanakan normalisasi.
Perbaikan Jalan R Agil Kusumadya Kudus tuntas, akses Demak–Kudus kini mulus dengan anggaran gabungan pusat dan daerah Rp40 miliar.
Maarten Paes tampil solid bawa Ajax Amsterdam ke final playoff Europa Conference League. Simak performa kiper Timnas Indonesia vs Groningen di sini.
Lelang jabatan Pemkab Gunungkidul selesai, tujuh kandidat bersaing jadi kepala OPD dan menunggu keputusan bupati.
Aldila Sutjiadi sukses melaju ke final Morocco Open 2026. Simak perjuangan Aldila/Zvonareva menuju gelar juara WTA 250 malam ini pukul 21.20 WIB.