Dampak Rupiah Melemah, Pemkab Bantul Waspadai Harga Pangan yang Rentan
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.
Kepala BNNK Bantul, Arfin Munajah, saat ditemui awak media Senin (28/8/2025).
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bantul meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran narkoba. Tidak hanya sebagai konsumen, Bantul kini juga mulai menjadi lokasi percobaan produksi.
Kepala BNNK Bantul, Arfin Munajah, menjelaskan sepanjang 2025 pihaknya telah menindaklanjuti sejumlah aduan masyarakat terkait penyalahgunaan narkoba. Penindakan dilakukan bersama tim dari BNN DIY dan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI).
BACA JUGA: BNN Gagalkan Peredaran Narkoba Jenis Baru Berkedok Rokok Elektrik
“Ada beberapa penangkapan di wilayah Piyungan dan Kasihan. Kami mendukung penindakan yang langsung dilakukan BNN RI,” katanya, Senin (25/8/2025).
Dalam kasus terakhir pada bulan ini, aparat menemukan sebuah rumah yang digunakan untuk memproduksi zat terlarang dengan modus menyewa satu kamar. Dari lokasi, polisi menyita sejumlah peralatan yang disebut pelaku sebagai perlengkapan produksi sabu.
“Yang kemarin ini yang di Jaranan, Panggungharjo, Sewon, itu alat-alat produksi narkoba jenis sabu. Tapi untuk bahan kimianya atau prekusor sudah habis, tetapi pengiriman barang-barangnya melalui platform daring sudah terlacak,” jelas Arfin.
Menurutnya, pengawasan terhadap aktivitas mencurigakan terus dilakukan. BNNK mencatat, sejauh 2025 ini ada sekitar 58 orang yang mengikuti program rehabilitasi. Peserta rehabilitasi tidak terbatas warga Bantul saja, melainkan juga dari luar daerah.
“Siapapun bisa ikut rehab, baik mahasiswa, pelajar SMP, hingga tahanan di Lapas Pajangan. Selama hasil pemeriksaan positif, pasti kami layani,” ujarnya.
Arfin menambahkan, hasil evaluasi program rehabilitasi tahun 2024 menunjukkan sekitar 25 persen peserta terjerat narkoba akibat permasalahan keluarga. Dominasi penyalahgunaan banyak melibatkan kalangan muda, termasuk pelajar.
“Faktor lingkungan dan komunitas teman sebaya berperan besar. Ada yang mendapat barang hanya karena ajakan dari temannya,” terangnya.
Mengenai proses rehabilitasi, Arfin menegaskan keberhasilan sangat bergantung pada dukungan keluarga dan masyarakat.
“Kalau mereka sudah tidak relapse (kambuh), berarti dianggap membaik dan bisa fokus menyongsong kehidupan selanjutnya. Tapi kalau masih sering kembali ke lingkungan komunitas pengguna, dikhawatirkan bisa relapse lagi,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya sikap berani menolak, berani melapor, dan berani ikut rehabilitasi jika sudah terlanjur terlibat.
“Di lingkungan sekolah, rumah, maupun tempat kerja, masyarakat harus waspada. Dukungan sosial sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan narkoba,” tegas Arfin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.
WhatsApp menyiapkan fitur greeting message agar anggota baru grup lebih cepat memahami aturan dan suasana percakapan.
PSIS Semarang resmi menunjuk Widodo C Putro sebagai pelatih anyar untuk memburu target promosi ke Liga 1 musim 2026/27.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.