RSUP Sardjito Hemat Biaya Operasional 75 Persen Usai Pakai Gas Bumi
RSUP Dr. Sardjito menghemat biaya operasional hingga 75% setelah menggunakan gas bumi PGN untuk boiler, laundry, sterilisasi, dan dapur.
Wisatawan Mancanegara - Ilustrasi
Harianjogja.com, JOGJA—Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY menyebut demonstrasi yang terjadi di berbagai kota termasuk DIY sudah berdampak pada sektor pariwisata di DIY, khususnya kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman).
Ketua GIPI DIY, Bobby Ardianto mengatakan kedatangan Wisman di atas tanggal 2 September ke DIY sudah banyak yang dibatalkan. Menurutnya dari 100 persen kunjungan di September 2025, sebesar 60 persennya sudah dibatalkan.
"Dari 100 persen kunjungan bulan September sudah 60 persen membatalkan khusus bulan September," kata Bobby, Minggu (31/8/2025).
BACA JUGA: Disangka Intel, Pengemudi Ojol Tewas Dikeroyok Massa
Demonstrasi akan berdampak sekali pada sektor pariwisata DIY, mengingat musim libur Wisman mestinya masih akan berlangsung sampai akhir September 2025. Namun dengan kondisi seperti saat ini, sudah banyak yang mempercepat kunjungan dan kembali ke negaranya.
Bobby menyampaikan industri pariwisata sangat sensitif dengan kepercayaan masalah keamanan. Sehingga dengan kondisi saat ini sangat besar kerugian yang dialami, baik dari sisi infrastruktur yang rusak dan kepercayaan wisatawan untuk datang ke Indonesia atau DIY.
Pelaku pariwisata akan menelan pil pahit dengan lebih berat adalah mengembalikan kepercayaan wisatawan. Khususnya terkait kesiapan industri pariwisata menjadi tuan rumah yang bertanggung jawab.
"[Wisman] yang belum datang, merubah perjalanannya untuk tidak masuk Indonesia sementara waktu. Hal ini sangat merugikan dunia pariwisata indonesia dan DIY tentunya," katanya.
Sebelumnya di DIY, ribuan massa membakar Markas Polda DIY pada Jumat (29/8/2025) malam hingga Sabtu (30/8/2025) dini hari. Sejumlah mobil dan motor juga ludes dibakar massa. Selain itu ada juga gedung yang dibakar yakni Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyebut situasi keamanan di DIY sudah tidak ada masalah, setelah kericuhan dalam demonstrasi di Mapolda DIY."Saya kira nggak ada masalah, sudah. Saya kira harapan saya [kericuhan] sudah selesai, ya," kata Sultan.
Ia berharap peristiwa serupa tidak kembali terulang jika muncul aksi-aksi berikutnya. Sultan menegaskan evaluasi teknis menjadi kewenangan Polda DIY. Namun ia berharap aspirasi masyarakat tetap bisa disalurkan tanpa menimbulkan gesekan.
"Yang bisa mengevaluasi Polda DIY sendiri. Tapi, harapan saya, kalau aspirasinya memang seperti itu, ya, kita mengkondisikan," ujarnya.
BACA JUGA: Danais 2026 Dipangkas, Sejumlah Proyek Strategis di DIY Terancam Batal
Menurut Sultan, pimpinan daerah juga perlu mengambil peran dengan memberikan sosialisasi dan sikap yang menumbuhkan empati kepada masyarakat. "Bagaimana sebaiknya, pimpinan-pimpinan daerah ini bisa memberikan sosialisasi atau punya sikap-sikap yang memang 'adu rasa' [empati], tidak sekadar apa yang dia pikirkan, tapi apa yang harus dia rasakan. Saya kira itu jauh lebih baik."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUP Dr. Sardjito menghemat biaya operasional hingga 75% setelah menggunakan gas bumi PGN untuk boiler, laundry, sterilisasi, dan dapur.
Bupati Gunungkidul memberi ASN waktu 1,5 jam tiap Jumat awal bulan untuk belanja di pasar tradisional dan UMKM.
inflasi September 2026 diproyeksi mencapai 3,34%-3,35%, dipicu pangan, El Nino, MBG, dan kenaikan harga minyak dunia.
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.