Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Suasana dan aktivitas pedagang di Teras Malioboro Ketandan pada Kamis (16/1/2025). - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Pedagang Teras Malioboro diimbau untuk tidak beroperasi pada Senin (1/9/2025). Hal ini untuk mengantisipasi situasi kondusifitas yang tidak mendukung lantaran adanya rencana aksi di kawasan Malioboro dan eskalasi situasi politik-sosial secara nasional.
Imbauan ini terlampir dalam Surat Edaran Tutup Sementara yang dikeluarkan Dinas Koperasi dan UKM DIY tertanggal Sabtu (30/8/2025). Dalam surat tersebut terdapat beberapa poin, pertama agar eluruh tenant di Teras Malioboro Indra, Teras Malioboro Beskalan dan Teras Malioboro Ketandan dimohon untuk menutup lapak sementara waktu pada senin (1/9/2025).
BACA JUGA: Banyak yang Tutup, Malioboro-Beskalan Sepi Pengunjung
Kedua, penutupan sementara ini bertujuan untuk menjaga ketertiban, keamanan di area Teras Malioboro. Ketiga, tenant diharapkan untuk mengamankan barang dagangan dan peralatan masing-masing serta memastikan kondisi lapak dalam keadaan rapi sebelum penutupan.
Keempat, dimohon pada setiap lantai masing-masing ada dua orang atau lebih khususnya laki-laki secara sukarela ikut berkontribusi berjaga-jaga di depan setiap pintu masuk Teras Malioboro dalam mendukung keamanan dan ketertiban di area Teras Malioboro pada hari tersebut. Kelima, jika sudah dirasa kondusif oleh pengelola, tenant dipersilahkan untuk membuka lapaknya kembali.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi, menjelaskan imbauan ini merupakan upaya untuk menjaga keamanan para pedagang. “Jadi selama menjalankan aktivitas kami selalu berkoordinasi dnegan pihak berwajib berkaitan dengan pengamanan,” katanya, Minggu (31/8/2025).
Keputusan menutup atau tidak Teras Malioboro menurutnya melalui dialog dan kesepakatan dengan para tenant dan Polresta Jogja. “Sementara, menunggu informasi dari apa yang terjadi besok kita kan belum tahu. Kalau masih seperti itu sepakat dengan para tenant untuk tutup dulu,” ungkapnya.
Jika nantinya benar terjadi demo, tidak ada yang tahu apakah akan kondusif atau tidak. Dengan adanya informasi tersebut pengunjung Malioboro akan berkurang. “Karena masyarakat akan takut ke malioboro. Ya kalau massa hanya demo, Tapi kalau melihat yang terjadi sekarang [kericuhan] ini kan harus berjaga-jaga,” kata dia.
Namun jika ternyata besok tidak jadi ada demo atau dari kepolisian menginformasikan situasi masih kondusif, pedagang dipersilakan beroperasi. “Intinya kalau sudah kondusif kami akan berdiskusi dengan tenant untuk penawaran buka tidaknya,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Kejagung menyita Rp401 miliar dari PT CNI terkait dugaan korupsi tata kelola nikel 2017–2020. Uang dititipkan di RPL Bank Mandiri.
Regol Ayom di sirip Malioboro menyulitkan pengguna kursi roda. Pemda DIY akan mengevaluasi desain portal agar akses difabel tetap tersedia.
Praperadilan Febrie Adriansyah ditolak PN Jaksel. Hakim membeberkan pertimbangan soal penetapan tersangka, penggeledahan, hingga TPPU.
Djokovic tersingkir di babak pertama US Open 2026 setelah kalah dari Mariano Navone. Kondisi fisik membuatnya gagal mempertahankan keunggulan.
Pasar tradisional Bantul menghadapi penurunan aktivitas. Pemkab menggerakkan ASN berbelanja setiap Jumat untuk menghidupkan ekonomi pasar.