WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Sejumlah lapak pedagang di Teras Malioboro Beskalan tutup seperti terlihat, Minggu (20/4/2025). Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Jogja pada masa libur Lebaran belum banyak berdampak positifnya bagi pedagang di Teras Malioboro Beskalan. Kondisi sepi masih terus terjadi hingga hari ini. Beberapa pedagang bahkan memilih tidak berjualan.
Berdasar pantauan Harian Jogja, Minggu (20/4), situasi kawasan Malioboro cukup ramai oleh wisatawan. Sayangnya, hal ini berbanding terbalik dengan kondisi di Teras Malioboro Beskalan yang nampak lengang. Banyak lapak pedagang tutup. Lapak yang buka kebanyakan hanya yang terletak di bagian depan.
Salah satu pedagang, Dasir, mengatakan kondisi sepi pengunjung terjadi sejak perpindahan dari selter Teras Malioboro 2 ke Teras Malioboro Beskalan, termasuk ketika libur Lebaran. “Masih sepi. Saat libur Lebaran pembeli yang datang juga tak terlalu banyak,” ujarnya saat ditemui, Minggu.
Selama berjualan di Teras Malioboro Beskalan, omzet terbesarnya sebagai penjual daster dalam sehari hanya sampai Rp300.000, yakni saat libur Lebaran.
Angka tersebut jauh berbeda dengan kondisi saat masih berjualan di selter Teras Malioboro 2, yang pada hari biasa saja ia bisa mendapatkan sekitar Rp700.000.
BACA JUGA: Ini Hal-Hal yang Bikin Masyarakat Kelas Menengah Susah Jadi Orang Kaya
Karena sepinya pengunjung, para pedagang pun malas untuk membuka lapak terutama pagi dan siang hari. Pada sore dan malam hari lebih banyak pedagang yang buka. “Kalau siang belum ada yang masuk [pengunjung],” katanya.
Sepinya pengunjung ini menurutnya karena akses masuk yang sulit dan tidak terlihat. Akses masuk ke Teras Malioboro Beskalan hanya bisa melalui sisi utara dari Jalan Beskalan dan dari Teras Malioboro 1. Dari Jalan Beskalan, tidak ada petunjuk yang cukup besar dan terlihat untuk mengarahkan pengunjung masuk.
Setelah masuk, Teras Malioboro Beskalan tidak langsung terlihat, karena pengunjung harus berjalan cukup jauh melalui area parkir dan masuk melalui jalan kecil. Sedangkan akses dari Teras Malioboro 1 juga tidak terlihat karena tertutupi area kuliner dan jalan masuknya juga kecil. “Tulisannya belum dipasang,” paparnya.
Pedagang Teras Malioboro Beskalan lainnya yang juga Ketua Paguyuban Tridharma, Supriyati, mengungkapkan dirinya sudah cukup lama tidak berjualan karena kondisi sepi Teras Malioboro Beskalan.
Saat libur Lebaran, kondisi di Teras Malioboro Beskalan juga tidak jauh berbeda. “Belum banyak pengunjung yang datang, sehingga pedagang memilih enggak berjualan,” ujarnya. Pengelola beberapa kali mengadakan event untuk menarik pengunjung, namun belum memberikan dampak positif kepada para pedagang. (Lugas Subarkah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ada 15 jenis colokan dunia! Indonesia pakai Type C & F, Amerika Type A, Inggris Type G. Kenapa tidak diseragamkan? Simak sejarah dan faktanya di sini.
Sampah mulai mencemari kawasan Jembatan Kabanaran Kulonprogo hingga masuk saluran irigasi. DLH mengingatkan PKL dan pengunjung lebih peduli kebersihan.
Celine Evangelista mengaku telah menikah lagi dengan pria saleh. Ia beralasan mengikuti sifat taghaful dalam Islam, cukup syiarkan ke keluarga dan sahabat terde
Viral! Messi adu mulut dengan wasit di Piala Dunia 2026 dan minta bicara sopan. Argentina tetap menang 3-1 atas Swiss dan melaju ke semifinal.
Marc Marquez menang MotoGP Jerman 2026 di Sachsenring, Alex Marquez crash di lap 10. Ogura dan Fernandez di podium. Simak hasil dan analisisnya.