Dana Darurat Gunungkidul Rp8,6 Miliar Utuh, Baru Terpakai Rp459 Juta
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Aktivitas lalu lintas di jalan baru di Tanjakan Clongop di Kalurahan Watugajah, Gedangsari. Nampak terlihat bekas-bekas tenda milik pedagang yang ditinggalkan begitu saja. Senin (1/9/2025). Harian Jogja/David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jalan baru di Tanjakan Clongop di Kalurahan Watugajah, Gedangsari, Gunungkidul sempat menjadi lokasi wisata dadakan. Meski demikian, kondisi sekarang terlihat sepi karena tak seramai pada saat awal-awal buka di awal 2025 lalu.
Lurah Watugajah, Gedangsari, Gunungkidul Haryanto mengatakan, pada saat awal-awal buka, jalur baru di Tanjakan Clongop sempat menjadi magnet bagi pengunjung sehingga menjadi wisata dadakan. Hal ini tak lepas dari pemandangan di sekitar lokasi yang terlihat indah sehingga menarik warga untuk datang berkunjung.
Sebagai dampaknya, banyak lapak-lapak pedagang yang didirikan untuk melayani pengunjung. Meski demikian, kondisi ini tak berlangsung lama karena saat sekarang sudah terlihat sepi.
BACA JUGA: Ganti Rugi Proyek JJLS Karangwuni Belum Jelas, Ini Respons Pemda DIY
Pada saat dibuka di awal tahun ini, hampir setiap sore ramai dikunjungi sehingga banyak yang berjualan. “Dulu puluhan yang buka warung di sekitar jalur Clongop, tapi sekarang banyak tutup karena sepinya pengunjung,” katanya, Selasa (2/9/2025).
Sepinya kunjungan bisa terlihat dari banyaknya bekas tenda untuk warung yang dibiarkan begitu saja oleh pemiliknya. Kondisnya juga sudah rusak karena dan menyisakan tiang-tiang penyangga lapak untuk berjualan.
“Memang masih ada yang bertahan, tapi tidak sebanyak saat awal-awal jalan baru Clongop dibuka,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Saminah, salah seorang pedagang di jalan baru di Tanjakan Clongop. Ia mengakui, kejadian longsor di pertengahan Februari 2025 lalu ikut memberikan pengaruh terhadap antusias pengunjung.
“Saat awal-awal dibuka langsung ramai dan menjadi wisata dadakan. Tapi, setelah ada longsor di jalan baru ini, antusias berkurang hingga akhirnya jadi sepi hingga sekarang,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui tetap bertahan berjualan walapun tak seramai pada saat awal-awal jalan baru di Clongop dibuka. Jam buka pun disesuaikan karena di hari kerja baru membuka lapak berjualan mulai sekitar pukul 15.00 WIB.
“Kalau di hari libur bisa buka dari pagi. Memang sudah tidak ramai, tapi masih ada satu dua pembeli yang datang dan mampir untuk jajan,” katanya.
BACA JUGA: Demo Makassar, Polisi Tangkap 10 Orang
Saminah pun tetap bersyukur karena bisa mendapatkan tambahan penghasilan selain sebagai petani. “Kalau dulu hanya tani, tapi sekarang bisa berjualan di Clongop sehingga ada tambahan pendapatan dengan menjajakan makanan dan minuman untuk yang datang berkunjung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 5 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru.
Polda Lampung gagalkan peredaran 5 kg sabu dan ekstasi di Bakauheni. Empat tersangka diamankan, termasuk oknum aparat.
Pascal Wehrlein menang di Formula E Shanghai 2026. Kemenangan ke-10 musim ini, kukuhkan dominasi dan peluang juara dunia.
Dua bayi ditemukan di Solo dalam sehari, satu selamat di kereta, satu meninggal di selokan. Polisi lakukan penyelidikan.
Pemerintah susun Perpres perlindungan nakes usai kasus dr Icha, soroti intimidasi dan lemahnya sistem keamanan.