Jumlah Warga Lansia Kota Jogja 16%, Aktivitas dan Kesehatan Jadi Perhatian
Jumlah lansia di Kota Jogja mencapai sekitar 16% pada Juli 2026. DPRD mendorong lansia tetap aktif, sehat, dan rutin bersosialisasi.
Baznas Kota Yogyakarta saat bertemu dengan Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo, untuk menyerahkan penghargaan di Balai Kota Jogja, Rabu (3/9/2025)/Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA–Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo menerima penghargaan sebagai kepala daerah pendukung digitalisasi zakat terbaik se-Indonesia. Penghargaan tersebut diperoleh karena dukungan Pemkot Jogja dalam memperkuat digitalisasi zakat di Kota Jogja.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo menyampaikan pihaknya terus berupaya untuk bersinergi dengan Baznas untuk memperluas dampak zakat digital. Dia berharap zakat tersebut dapat mendorong program pengentasan kemiskinan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
BACA JUGA: Mahfud MD Soroti Pelemparan Bom Molotov
“Keberhasilan ini [penghargaan] merupakan kolaborasi seluruh elemen, baik pemerintah, Baznas, maupun masyarakat,” katanya, Rabu (3/9/2025).
Menurutnya, digitalisasi zakat merupakan wujud modern dari budaya gotong royong yang telah ada dalam masyarakat. Dengan teknologi yang ada, menurutnya penyaluran zakat dapat lebih tepat sasaran dan mampu memberdayakan masyarakat.
Sebelumnya pada Agustus 2025, Baznas Kota Jogja meraih beberapa penghargaan di tingkat nasional. Baznas Kota Jogja meraih nominasi di kategori Pengumpulan Kantor Digital Terbaik, Infrastruktur Terbaik, Pemanfaatan Kantor Digital Terbaik, dan Konten Kantor Digital Terbaik.
“Dengan raihan ini, Jogja semakin diakui sebagai salah satu daerah pelopor penguatan digitalisasi zakat di Indonesia,” katanya.
Sementara Ketua Baznas Kota Jogja, Syamsul Azhari menuturkan penghargaan yang diraih Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo maupun Baznas Kota Jogja menurutnya tidak lepas dari dukungan penuh Pemkot Jogja dalam memperkuat digitalisasi zakat.
“Digitalisasi zakat bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan zaman. Dengan dukungan Wali Kota, layanan zakat di Jogja kini lebih efektif, transparan, dan mudah diakses masyarakat,” katanya.
Menurutnya, sistem digital yang terintegrasi yang dilakukan Baznas Jogja saat ini memungkinkan muzakki menyalurkan zakat dan donasi dengan cepat, dan akuntabel. Pemantauan penyaluran zakat pun dilakukan dengan transparan.
Dia pun berharap capaian tersebut menjadi pemicu penguatan zakat berbasis digital dalam rangka penanggulangan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi, hingga pembangunan berkelanjutan di Jogja. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : https://warta.jogjakota.go.id
Jumlah lansia di Kota Jogja mencapai sekitar 16% pada Juli 2026. DPRD mendorong lansia tetap aktif, sehat, dan rutin bersosialisasi.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.