32 Rumah Penerima Bantuan RTLH di Sleman Kantongi PBG Dispensasi
Sebanyak 32 PBG Dispensasi diterbitkan untuk penerima bantuan RTLH di Sleman melalui program BKK Arsitektur Khas Jogja yang didukung Danais.
Mahfud MD - Antara
Harianjogja.com, JOGJA--Ketua Parampara Praja DIY sekaligus Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UII) Mahfud MD menilai demonstrasi yang terjadi di Indonesia beberapa waktu belakangan disebabkan karena kekecewaan publik terhadap kebijakan pemerintah.
“Saya sudah berkali-kali mengatakan munculnya demo ini aslinya [gerakan] organik. Organik itu ada alasan-alasan yang memang muncul dari bawah dan riil,” katanya, di Kepatihan, Kamis (4/9/2025).
BACA JUGA: Provokator di Rumah Uya Kuya Ditangkap
Dia pun menuturkan demonstrasi tersebut merupakan gerakan organik dari masyarakat, karena itu menurutnya gerakan tersebut tidak tersentuh oleh intelejen.
“Tiba-tiba muncul [gerakan masyarakat], karena pemicunya ya organiknya muncul juga,” katanya.
Meski begitu, dia menduga ada pihak yang menunggangi demonstrasi yang terjadi belakangan. Mahfud menegaskan pihak tersebut hanya menunggangi, tidak mendalangi demonstrasi tersebut.
“Cuma kemudian ada yang menunggangi. Menunggangi dengan mendalangi itu berbeda, kalau mendalangi dia merancang dan menggerakkan,” katanya.
Mahfud pun tidak menyebut lebih lanjut pihak yang menunggangi demonstrasi tersebut.
“Saya tidak tahu siapa dan tidak ingin tahu siapa penunggangnya,” katanya.
Dia pun menyebut demonstrasi yang berasal dari gerakan masyarakat tersebut dinilai muncul lantaran dipicu berbagai kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada masyarakat. Dari situ, menurutnya muncul kekecewaan dari masyarakat.
“Jadi bertumpuk-tumpuk masalah, enggak pernah ditanggapi [kekecewaan publik], terkadang hanya diketawain, disindir bermacam-macam, sehingga muncul gerakan itu [demonstrasi],” ungkapnya.
Mahfud menilai sikap pemerintah dalam menanggapi kekecewaan masyarakat selama ini tidak tepat. Hal tersebut menurutnya memicu demonstrasi di berbagai daerah.
“Tanggapan terhadap berbagai persoalan itu tidak kurang berkualitas. Sehingga muncul gerakan-gerakan yang sifatnya organik, yang tadinya satu-satu ada di sana, [kemudian] bergerak bersama di hari yang sama, karena pemicunya sama,” imbuhnya.
Dia pun berharap agar pemerintah dapat belajar dari berbagai aksi demonstrasi tersebut.
“Ya kita belajarlah dari pengalaman itu untuk menjadi lebih baik, karena ngurus negara itu tidak seperti ngurus warung kopi, bisa dibawa bergurau karena orangnya sedikit. Kurang gula sedikit, tambah dikit. Ini terlalu manis, tambah airnya dan sebagainya. Kalau ini ngurus banyak,” katanya.
Sementara Mahfud enggan menanggapi terlalu jauh mengenai pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait dengan ada upaya makar dalam demonstrasi tersebut. Menurutnya, ketika tindakan tersebut telah memenuhi unsur-unsur yang ada dalam makar, maka dapat diproses secara hukum. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 32 PBG Dispensasi diterbitkan untuk penerima bantuan RTLH di Sleman melalui program BKK Arsitektur Khas Jogja yang didukung Danais.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Sabtu 24 Oktober 2026 melayani lima tujuan dengan tarif Rp80.000. Simak jam keberangkatan bus dari bandara.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 24 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak waktu keberangkatan dari kedua stasiun.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 24 Oktober 2026 tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Simak waktu keberangkatan dan kedatangannya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 24 Oktober 2026 dari Palur tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 24 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.