Gunungkidul Tak Kebagian Kuota Transmigrasi 2026, Ini Penyebabnya
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Kondisi luweng yang ada di Dusun Ngasem, Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Jumat (7/9/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul mengalokasikan anggaran Rp175 juta untuk normalisasi Luweng Gunung Ringin di Padukuhan Kwangen Lor, Pacarejo, Semanu. Program dijalankan sebagai upaya pencegahan banjir di kawasan tersebut.
BACA JUGA: Kalurahan Diminta Lanjutkan Proyek yang Gagal
Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Sigit Swastono mengatakan, program normalisasi luweng dilakukan sebagai bentuk aspirasi dari Pemerintah Kalurahan Pacarejo. Hal ini ditindalanjuti oleh Pemkab dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp175 juta guna merealisasikan program tersebut.
“Rencananya pengerjaan dimulai sekarang hingga November 2025 mendatang,” kata Sigit saat dihubungi Ahad (7/9/2025).
Dia menjelaskan, teknis normalisasi luweng dilakukan dengan cara pengerukan tanah sedalam 1,5 meter dengan lebar sekitar tiga meter. Adapun pengerukan dilakukan dengan panjang mencapai 450 meter menuju bibir luweng.
“Nanti juga ada talut pengamanan sehingga aliran bisa lancar dan tidak ada sumbatan,” ungkapnya.
Sigit menambahkan, program normalisasi luweng dilakukan sebagai upaya pencegahan banjir di sekitar lokasi. Diharapkan dengan pengerukan maka aliran dapat lebih lancar sehingga tidak menyebabkan timbulnya genangan yang berpotensi menjadi banjir.
“Mudah-mudahan program berjalan dengan lancar sehingga pengerjaan bisa selesai tepat waktu,” kata Sigit.
Lurah Pacarejo, Semanu, Suhadi saat dikonfirmasi Minggu siang, menyambut baik adanya program normalisasi Luweng Gunung Ringin di Padukuhan Kwangen Lor. Program ini sejalan dengan aspirasi yang disampaikan ke pemkab dalam rangka pencegahan banjir di kawasan tersebut.
“Kami senang karena usulan untuk normalisasi dapat direalisasikan. Teknis dari normalisasi dilakukan dengan dikeruk dan lumbang yang sebelumnya tersumbat bisa lancar sehingga tidak menimbulkan genangan,” katanya.
Suhadi menjelaskan, keberadaan luweng sangat vital saat musim hujan. Pasalnya, luweng bisa berperan sebagai saluran pembuangan air hujan.
Hingga saat ini, ia mengakui kondisi Luweng Gunung Ringin sudah mulai mampet karena sedimentasi tanah. Fungsi pembuangan pun sudah terganggu karena sering mengakibatkan terjadinya genangan saat hujan dengan intesitas yang tinggi.
“Belum sampai ke rumah warga dampaknya, tapi sudah ada lahan yang tergenang karena mampetnya Luweng Gunung Ringin. Jadi, harus segera dinormalisasi sebagai upaya antisipasi agar tidak terjadi banjir,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Persib Bandung unggul 1-0 atas Arema FC di babak pertama Piala Presiden 2026. Gol Uilliam Baros di menit ke-24 dari assist Berguinho.
Sulit membayangkan bahwa beberapa dekade lalu, desa ini masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan dan informasi. Perubahan tersebut justru berawal dari ses
Pengadilan Korsel vonis bos SK Group bayar Rp 11 triliun ke mantan istri. Kasus ini disebut "perceraian abad ini" dan guncang dunia bisnis.
Nahkoda speedboat yang tenggelam di Teluk Tomini masih dicari. Sebanyak 12 korban lain ditemukan selamat setelah bertahan di atas rakit.
Fajar/Fikri lolos ke final China Open 2026 usai kalahkan Liang/Wang 21-19 di rubber game. Ini final kedua beruntun setelah Japan Open