Iuran BPJamsostek Turun, Pekerja Pamsimas di Jogja Dapat JKK dan JKM
Pekerja Pamsimas 2026 di DIY mendapat perlindungan JKK dan JKM BPJS Ketenagakerjaan. Iuran turun menjadi Rp8.400 per orang.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dan para Kepala Dinas Sosial serta Kepala Sekolah Rakyat se-DIY dan Jawa Tengah (Jateng) saat kegiatan Konsolidasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat di SRMA 19 Bantul pada Selasa (9/9/2025)/ Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 19 Bantul, Arif Maulana Muhammad (Lana) membagikan kisah hidupnya yang sempat putus sekolah hingga akhirnya bisa bersekolah kembali di Sekolah Rakyat.
BACA JUGA: SRMA BAntul Terima Sebagian Seragam
Kisah itu diceritakan langsung kepada Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dan para Kepala Dinas Sosial serta Kepala Sekolah Rakyat se-DIY dan Jawa Tengah (Jateng) saat kegiatan Konsolidasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat di SRMA 19 Bantul pada Selasa (9/9/2025).
Dalam kesempatan tersebut Mensos memberikan arahan dan berdialog dengan para siswa, salah satunya kepada Lana yang tampil sebagai karakter wayang Semar dalam drama yang ia bawakan bersama teman-temannya.
"Berapa tahun putus sekolah?" tanya Gus Ipul, sapaan akrab Mensos Saifullah Yusuf.
"Total 1,5 tahun, soalnya pas habis lulus dari SMP tuh sempat daftar SMK, Pak. Tapi keluar semester pertama, merawat ibu sakit Pak," jawab Lana.
Lana kehilangan ayahnya ketika kelas 2 SMP, ibunya dirawat oleh kakaknya dan ikut merantau ke Jakarta. Saat ini ia hanya sendiri di Yogyakarta. Ia biasa pulang ke rumah kerabatnya karena sudah tidak lagi kontrak rumah.
Lana memiliki keinginan kuat untuk kembali mengenyam pendidikan dan Sekolah Rakyat menghadirkan kesempatan itu. Meski awalnya kesulitan beradaptasi dengan temannya yang rata-rata lebih muda, namun seiring berjalannya waktu ia bisa menyesuaikan diri.
Di Sekolah Rakyat, Lana menyukai mata pelajaran Bahasa Indonesia karena cita-citanya ingin menjadi penulis. Ia mengaku senang dengan guru-guru di Sekolah Rakyat yang telah mengajar dengan sabar dan berharap bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
"Untuk Pak Presiden Prabowo Subianto, terima kasih sebesar-besarnya telah membuat Program Sekolah Rakyat ini untuk orang-orang yang tidak mempunyai biaya untuk sekolah, untuk melanjutkan pendidikan," ucapnya.
Selepas mendengar kisah Lana, Gus Ipul menyampaikan Sekolah Rakyat akan membantu siswa yang ingin melanjutkan pendidikan. "Kamu latihan terus, belajar terus yang sungguh-sungguh, jadi bener-bener supaya cita-citamu tercapai," pesan Mensos kepada Lana.
"Inilah anak-anak istimewa, anak-anak istimewa ceria kayak gini, kalau enggak ada kesempatan sekolah, bayangkan bapak ibu sekalian, kayak apa mereka ini," ucap Gus Ipul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pekerja Pamsimas 2026 di DIY mendapat perlindungan JKK dan JKM BPJS Ketenagakerjaan. Iuran turun menjadi Rp8.400 per orang.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.
Ombudsman RI mengungkap dugaan pungli Rp150.000 per minggu di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural lapas kemudian dinonaktifkan.
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.