28 UMKM Kuliner Jogja Ikuti Kurasi, Bidik Pasar Ritel dan Hotel
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Salah satu murid SMPN 12 mengkonsumsi makanan sehat dalam peluncuran sekolah percontohan pangan sehat di SMPN 12 pada Rabu (10/9/2025). /Harian Jogja-Stefani Yulindriani.
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menetapkan tiga sekolah sebagai percontohan sekolah pangan sehat. Di sekolah tersebut akan dilakukan pengawasan peredaran pangan secara ketat.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja, Sukidi menuturkan tahun ini Pemkot Jogja menetapkan satu sekolah percontohan pangan sehat di setiap jenjang pendidikan. Jenjang Taman Kanak-kanak (TK) ditetapkan TKN 6 Kota Jogja, jenjang Sekolah Dasar (SD) ditetapkan S Muhammadiyah Wirobrajan 3, dan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) ditetapkan SMPN 12 Kota Jogja sebagai sekolah percontohan tersebut.
BACA JUGA: Banjir Bali, Pemkot Denpasar dan Pemkab Jembrana Fokus Evakuasi Warga
Pemkot Jogja akan mengawasi peredaran makanan untuk memastikan makanan yang ada layak dikonsumsi. “Kami melakukan pengawasan terhadap kantin-kantin sekolah. Dari situ [pengawasan makanan yang dilakukan] sekolah ini kantinnya terkesan sehat dan bersih,” katanya dalam peluncuran percontohan sekolah pangan sehat di SMPN 12, pada Rabu (10/9/2025).
Ia menambahkan jajarannya selama ini sudah melakukan pengecekan makanan di kantin-kantin sekolah secara bergilir setiap sepekan. Dalam pengecekan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap beberapa sampel makanan yang dijual di kantin sekolah. Hasilnya sebagian besar kantin sekolah di Kota Jogja telah menyediakan makanan sehat, namun masih ada beberapa kantin sekolah yang menjual makanan kemasan dalam jumlah banyak.
“Ini kita ingatkan kepada mereka [pedagang kantin], karena itu [makanan kemasan] sangat berbahaya kalau terlampau sering dikonsumsi anak-anak,” katanya.
Pendekatan keamanan pangan dilakukan pada tingkat sekolah dan keluarga lantaran peredaran pangan saat ini terjadi secara luas. Menurutnya, pemberian edukasi mengenai pangan perlu diberikan di tingkat sekolah dan keluarga agar masyarakat terhindar dari bahan makanan yang tidak layak dikonsumsi.
Kepala Sekolah SMPN 12 Kota Jogja, Abdurrahman mengatakan untuk mewujudkan budaya makanan sehat di sekolah, pihaknya akan mewajibkan setiap pelajar membawa makanan sehat dari rumah. Kebijakan itu sudah masuk dalam aturan sekolah.
BACA JUGA: 7 Pekerja Tambang Freeport Terjebak Longsor
“Kami sudah menerapkan [penyediaan makanan sehat] di kantin, tinggal kami implementasikan di tata tertib sehingga orang tua dan anak boleh membawa makanan [dari rumah] tetapi harus memenuhi kriteria itu [makanan sehat],” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga melakukan pengecekan makanan yang dibawa pelajar secara rutin. Siswi SMPN 12 kelas 8 F, Azkaera Raquila Alkhair mengaku selama ini telah terbiasa mengkonsumsi sayur dan buah. Dia pun mengaku menyukai makanan tersebut lantaran kaya dengan nutrisi.
“Setiap hari saya selalu makan buah, meskipun tidak setiap selesai makan berat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.
Djumari, 76, meninggal saat tadarus Al-Qur'an di Masjid Nurul Huda Semarang. Detik-detik kepergiannya terekam CCTV dan viral.
Polisi menangkap dua orang terkait dugaan penistaan agama di The Sounds Project Ancol. Enam saksi telah diperiksa.
Destry Damayanti diusulkan menjadi Gubernur BI oleh Prabowo. Simak profil, pendidikan, perjalanan karier, dan rekam jejaknya di Bank Indonesia.