Sampah Visual di Jogja Harus Ditertibkan, Jangan Tunggu Laporan Warga
Penataan sampah visual di Jogja diminta dilakukan berkelanjutan. Sumbo Tinarbuko meminta penertiban reklame liar tak menunggu aduan warga.
Salah satu murid SMPN 12 mengkonsumsi makanan sehat dalam peluncuran sekolah percontohan pangan sehat di SMPN 12 pada Rabu (10/9/2025). /Harian Jogja-Stefani Yulindriani.
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menetapkan tiga sekolah sebagai percontohan sekolah pangan sehat. Di sekolah tersebut akan dilakukan pengawasan peredaran pangan secara ketat.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja, Sukidi menuturkan tahun ini Pemkot Jogja menetapkan satu sekolah percontohan pangan sehat di setiap jenjang pendidikan. Jenjang Taman Kanak-kanak (TK) ditetapkan TKN 6 Kota Jogja, jenjang Sekolah Dasar (SD) ditetapkan S Muhammadiyah Wirobrajan 3, dan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) ditetapkan SMPN 12 Kota Jogja sebagai sekolah percontohan tersebut.
BACA JUGA: Banjir Bali, Pemkot Denpasar dan Pemkab Jembrana Fokus Evakuasi Warga
Pemkot Jogja akan mengawasi peredaran makanan untuk memastikan makanan yang ada layak dikonsumsi. “Kami melakukan pengawasan terhadap kantin-kantin sekolah. Dari situ [pengawasan makanan yang dilakukan] sekolah ini kantinnya terkesan sehat dan bersih,” katanya dalam peluncuran percontohan sekolah pangan sehat di SMPN 12, pada Rabu (10/9/2025).
Ia menambahkan jajarannya selama ini sudah melakukan pengecekan makanan di kantin-kantin sekolah secara bergilir setiap sepekan. Dalam pengecekan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap beberapa sampel makanan yang dijual di kantin sekolah. Hasilnya sebagian besar kantin sekolah di Kota Jogja telah menyediakan makanan sehat, namun masih ada beberapa kantin sekolah yang menjual makanan kemasan dalam jumlah banyak.
“Ini kita ingatkan kepada mereka [pedagang kantin], karena itu [makanan kemasan] sangat berbahaya kalau terlampau sering dikonsumsi anak-anak,” katanya.
Pendekatan keamanan pangan dilakukan pada tingkat sekolah dan keluarga lantaran peredaran pangan saat ini terjadi secara luas. Menurutnya, pemberian edukasi mengenai pangan perlu diberikan di tingkat sekolah dan keluarga agar masyarakat terhindar dari bahan makanan yang tidak layak dikonsumsi.
Kepala Sekolah SMPN 12 Kota Jogja, Abdurrahman mengatakan untuk mewujudkan budaya makanan sehat di sekolah, pihaknya akan mewajibkan setiap pelajar membawa makanan sehat dari rumah. Kebijakan itu sudah masuk dalam aturan sekolah.
BACA JUGA: 7 Pekerja Tambang Freeport Terjebak Longsor
“Kami sudah menerapkan [penyediaan makanan sehat] di kantin, tinggal kami implementasikan di tata tertib sehingga orang tua dan anak boleh membawa makanan [dari rumah] tetapi harus memenuhi kriteria itu [makanan sehat],” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga melakukan pengecekan makanan yang dibawa pelajar secara rutin. Siswi SMPN 12 kelas 8 F, Azkaera Raquila Alkhair mengaku selama ini telah terbiasa mengkonsumsi sayur dan buah. Dia pun mengaku menyukai makanan tersebut lantaran kaya dengan nutrisi.
“Setiap hari saya selalu makan buah, meskipun tidak setiap selesai makan berat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan sampah visual di Jogja diminta dilakukan berkelanjutan. Sumbo Tinarbuko meminta penertiban reklame liar tak menunggu aduan warga.
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
BPKH membuka rekrutmen pegawai 2026 untuk delapan posisi Asisten Manajer. Simak syarat, daftar formasi, dan jadwal penutupan pendaftaran.
Gelombang panas Inggris memecahkan rekor suhu Juni selama tiga hari berturut-turut. Met Office memperpanjang peringatan cuaca hingga Minggu.
Iran mengecam serangan Amerika Serikat dan menyebutnya melanggar Piagam PBB serta kesepakatan damai yang baru berlaku pada Juni 2026.
Candi Sojiwan dan Wellness Tourism Umbul Brintik masuk nominasi API Award 2026. Masyarakat diajak memberikan dukungan melalui voting.