Motor Curian Dijual Rp2,3 Juta, Warga Karangmojo Ditangkap Polisi
Polsek Wonosari menangkap pelaku curanmor asal Karangmojo yang menjual motor curian ke Kota Jogja seharga Rp2,3 juta.
Logo Porda Gunungkidul 2025. - ist
PHarianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Memsuki hari kedua penyelenggaraan Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2025, tuan rumah Gunungkidul belum bisa beranjak dari posisi juru kunci. Hal ini terlihat dari torehan mendali di ajang olahraga antar kabupaten-kota se-DIY.
Data raihan mendali emas Porda Gunungkidul hingga Kamis (11/9/2025) hingga pukul 12.50 WIB, kontingen Sleman memimpin di urutan pertama dengan raihan 42 emas dan 42 perak. Posisi puncak ini masih rawan tergusur karena ditempel ketat oleh kontingen Kota Jogja dengan torehan 42 emas, 33 perak.
Adapun tuan rumah Gunungkidul masih menduduki posisi juru kunci dengan raihan sepuluh medali emas. Sedangkan, tempat ketiga diduduki Bantul dengan 36 emas dan Kulonprogo di posisi empat dengan raihan 27 medali emas.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Supriyanto mengaku tidak khawatir dengan posisi kontingen Bumi Handayani yang masih menduduki peringkat terbawah. Ia berdalih, pelaksanaan porda masih berlangsung hingga 18 September sehingga ada pelung menambah pundi-pundi medali.
“Memang baru sepuluh medali emas yang dikumpulkan. Tapi, kami yakin masih bisa bertambah,” kata Supri, Kamis siang.
BACA JUGA: Tradisi Rasulan di Gunungkidul Tembus 1.400 Lokasi
Menurut dia, keyakinan yang diungkapkan bukan tanpa alasan. Supri berdalih hingga sekarang, cabang olahraga yang menjadi unggulan masih belum dipertandingkan sehingga kans memperbaiki peringat sangat terbuka lebar.
“Ada cabor unggulan seperti drumband, tinju, bridge hingga atletik. Kami yakin torehan mendali akan bertambah dan bisa mencapai target yang ingin diraih,” katanya.
Disinggung mengenai cabor yang telah mendulang medali emas, Supri mengakui di antaranya karate, kempo, atletik hingga gulat. “Nanti kalau semua cabor unggulan sudah dipertandingkan semua, maka torehan medali yang diraih akan melesat,” katanya.
Sebelumnya, Ketua KONI Gunungkidul, Irfan Ratnadi mengatakan, optimistis bisa memenuhi target 45 medali emas di ajang Porda 2025. Sebagai tuan rumah memberikan motivasi yang lebih agar para atlet bisa tampil secara optimal.
Di sisi lain, ia mengakui proses penyiapan sudah dilakukan sejak 2023 lalu, untuk menggembleng skill maupun mentalitas saat pertandingan. “Jadi prosesnya memang panjang melalui pemusatan latihan kabupaten sejak 2023. Setelah seleksi dan penentuan atlet yang tampil di porda, kami juga membekali dengan penguatan mental agar bisa tampil dengan baik,” kata Irfan, Minggu (7/9/2025).
Meski demikian, ia mengakui tidak semua cabang olahraga yang dipertandingkan diikuti oleh kontingen asal Bumi Handayani. Pasalnya, dari 695 atlet yang diterjunkan, hanya akan bertanding di 44 cabang olahraga.
“Kalau yang dipertandingkan ada 58 cabor, tapi yang kami ikuti hanya 44 cabang. Cabang olahraga yang diikuti merupakan yang berpeluang mendapatkan medali emas,” kata pensiunan PNS di lingkup Pemkab Gunungkidul ini. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polsek Wonosari menangkap pelaku curanmor asal Karangmojo yang menjual motor curian ke Kota Jogja seharga Rp2,3 juta.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.