SPMB SMP Bantul 2026 Dibuka Juni, Jalur Domisili Diubah
Dikpora Bantul mulai membuka tahapan SPMB SMP 2026 pada Juni mendatang. Jalur domisili wilayah kini bisa memilih tiga sekolah negeri.
Para pemenang Dimas Diajeng Bantul 2025 bergambar bersama dalam agenda grand final yang digelar pada Kamis (11/9/2025) malam di Kompleks Parasamya Bantul. Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL – Dinas Pariwisata Bantul mendorong Dimas Diajeng setempat yang terpilih dalam agenda grand final pada Kamis (11/9/2025) malam mampu mempromosikan potensi pariwisata di Bumi Projotamansari yang jarang tersentuh dan masih minim kunjungan.
Musababnya, sebagian besar kunjungan wisatawan selama ini selalu terpusat di sisi selatan atau kawasan pantai, padahal banyak destinasi wisata daerah ini yang bisa dijual dan tak kalah menarik untuk dikunjungi baik di sisi barat maupun timur.
Sekretaris Dinas Pariwisata Bantul, Budi Sardjono menjelaskan, dari total 74 pendaftar, 15 pasang finalis yang terpilih dan ikut acara grand final telah menjalani pembekalan intensif. Materi tidak hanya meliputi budaya, public speaking, dan etika, tetapi juga mengenalkan finalis pada destinasi pariwisata potensial yang belum banyak diketahui masyarakat.
"Harapan kami, para Dimas Diajeng yang terpilih bisa menjadi duta sekaligus promotor wisata lokal, memperkenalkan destinasi unik di Bantul, baik yang bersifat alam, budaya, maupun kreatif,” ujarnya.
BACA JUGA: Hasil Burnley vs Liverpool, Skor 0-1, The Reds Menang Berkat Penalti Salah
Beberapa tempat yang kini menjadi fokus promosi, menurut Budi, antara lain desa wisata terpencil, situs sejarah lokal, serta kawasan alam yang masih jarang dikunjungi. Para finalis diharapkan bisa mengemas promosi melalui kemampuan storytelling dan pertunjukan, agar menarik minat pengunjung.
“Melalui Dimas Diajeng, kami ingin masyarakat luas lebih mengenal dan menghargai potensi wisata yang selama ini jarang dikunjungi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” katanya.
Ketua panitia Dimas Rasyad menyebutkan, juri malam grand final berasal dari kalangan praktisi pariwisata, akademisi, serta tokoh bisnis kreatif, yang menilai kemampuan finalis tidak hanya dari penampilan, tetapi juga pemahaman dan strategi promosi destinasi lokal.
Dari 15 pasang finalis, lima pasang terpilih sebagai juara utama, dan tiga pasang sebagai juara favorit. Juara utama antara lain Dimas David, Dimas Aldo, Dimas Zico, Dimas Rival, dan Dimas Burhan, serta Diajeng Fina, Diajeng Nawang, Diajeng Amel, Diajeng Kamal, dan Diajeng Nia. Sementara juara favorit diraih Dimas Reza, Dimas Diky, Dimas Faiz, serta Diajeng Berlin, Diajeng Salma, dan Diajeng Ayu.
"Dengan gelar ini, para pemenang diharapkan menjadi agen perubahan, yang tidak hanya memperkenalkan pariwisata Bantul yang sudah populer, tetapi juga menyorot potensi tersembunyi seperti kawasan seni budaya tradisional, desa kreatif, dan ekowisata," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dikpora Bantul mulai membuka tahapan SPMB SMP 2026 pada Juni mendatang. Jalur domisili wilayah kini bisa memilih tiga sekolah negeri.
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Senin 18 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Program UKDW Scholarship membuka kesempatan bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini 18 Mei 2026 terpantau stabil. Simak daftar lengkap harga jual dan buyback.