Layanan PDAM Kota Jogja Masih 30 Persen, Sanitasi Jadi Tantangan
Cakupan layanan PDAM Kota Jogja baru mencapai 30 persen. Air tanah yang masih dianggap baik dan persoalan sanitasi menjadi tantangan.
Ilustrasi pengelolaan sampah melalui bank sampah/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA–Kelurahan Baciro meluncurkan bank sampah terbaru. Bank sampah tersebut diharapkan mampu menjadi tempat pengolahan sampah anorganik masyarakat setempat.
Penanggung Jawab Bank Sampah Anggrek Bersemi, Waluyo, menuturkan keberadaan bank sampah tersebut merupakan upaya warga untuk mendukung Pemkot Jogja dalam pengelolaan sampah di tingkat wilayah.
BACA JUGA: Resmi, Per 1 Januari 2026 TPST Piyungan Tidak Akan Terima Sampah
“Harapannya, kegiatan ini tidak hanya membantu lingkungan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi anggota dan warga,” katanya, Jumat (12/9/2025).
Ketua Bank Sampah Anggrek Bersemi, Mujito menuturkan pihaknya membentuk kepengurusan bank sampah tersebut dengan beberapa bidang. Tujuannya, untuk mendukung layanan pengelolaan sampah anorganik di wilayah tersebut.
Bidang-bidang tersebut terdiri dari bidang pencatatan, penimbangan, hingga pemilahan sampah. “Bank Sampah Anggrek Bersemi merupakan peralihan dari Bank Sampah Ngudi Rejeki 1 di RW 20 yang beberapa waktu lalu sempat tidak aktif,” katanya.
Dengan begitu, kini warga RW 20 Kelurahan Baciro memiliki wadah untuk dalam pengelolaan sampah anorganik berbasis masyarakat.
Dia menilai bank sampah memiliki peran penting dalam tata kelola sampah, mulai dari edukasi pemilahan, kegiatan memilah, hingga penyaluran ke pelapak. Melalui upaya pengolahan sampah melalui bank sampah, dia berharap agar tumbuh budaya positif dalam mengurangi sampah yang masuk ke depo, sekaligus membuka peluang manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Dia menuturkan hingga saat ini telah ada 23 bank sampah di Baciro, di antaranya Bank Sampah Gempita RW 01, Kusumasari RW 02, Kusuma RW 03, Ceria RW 04, dan Melati RW 21. Dia berharap keberadaan puluhan bank sampah tersebut dapat membantu Pemkot Jogja dalam menampung dan mengurangi volume sampah anorganik yang dibuang ke depo sampah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cakupan layanan PDAM Kota Jogja baru mencapai 30 persen. Air tanah yang masih dianggap baik dan persoalan sanitasi menjadi tantangan.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggandeng BRI BO Wates mengedukasi warga Giripeni, Kulonprogo, agar memanfaatkan KUR dan KPP serta menghindari pinjol ilegal.