Lomba Cerdas Cermat Museum di Gunungkidul Kenalkan Sejarah Lokal
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).
Pekerja mengangkut pupuk urea produksi PT Pupuk Indonesia - ist/Antara/PT Pupuk Indonesia
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan pangan Gunungkidul mencatat penyerapan pupuk bersubsidi belum optimal alias masih rendah. Diharapkan para petani segera menebus kebutuhan pupuk ini untuk persiapan tanam di musim hujan mendatang.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, tahun ini mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi jenis urea seberat 17.317 ton, tapi realisasinya hingga akhir Agustus baru 3.227,4 ton.
“Kalau dilihat dari persentase serapan urea baru 18,6 persen dari kuota yang tersedia,” kata Raharjo, Senin (15/9/2025).
Hal yang sama juga terlihat dari serapan pupuk bersubsidi jenis NPK atau phonska. Jumlah alokasi yang diberikan sebanyak 13.251 ton, baru terserap seberat 3.582,3 ton atau prosentasenya sebesar 27%.
BACA JUGA: WJNC Jadi Lomba OPD, Manusia Silver Akan Diedukasi
“Memang masih sedikit, tapi kami yakin seiring dengan memasukinya musim hujan, maka penyerapan akan lebih dioptimalkan,” ungkapnya.
Menurut dia, penebusan pupuk bersubsidi saat sekarang juga lebih mudah. Pasalnya, prosesnya tidak harus menggunakan kartu tani karena dapat menggunakan KTP-el.
Meski demikian, Raharjo menggarisbawahi bahwa tidak semua kartu identitas ini dapat dipergunakan. Hal itu dikarenakan, penebusan hanya bisa dilakukan bagi pemilik KTP-el yang sudah masuk dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) dari Pemerintah Pusat.
“Jadi sudah ada alokasi bagi setiap petani yang memeroleh pupuk dan tinggal menebus di toko yang jadi penyalur,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengimbau kepada para petani untuk segera menebus pupuk bersubsidi yang menjadi jatahnya. Terlebih lagi, kata dia, berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, musim kemarau akan segera berlalu digantikan penghujan.
“Oktober pekan ketiga sudah memasuki musim hujan. Jadi, harus mulai dipersiapkan dari sekarang,” katanya.
Menurut dia, pertanian di Gunungkidul didominasi oleh ladang tadah hujan sehingga ikut berpengaruh terhadap penyerapan pupuk bersubisid. Pasalnya, aktivitas bercocok tanam banyak dilakukan saat musim hujan karena keterbatasan sumber air untuk pemeliharaan.
“Jadi saat musim penghujan penebusan pupuk akan lebih massif, sehingga akan berpengaruh terhadap penyerapan,” katanya.
Risimiyadi mengungkapkan, berdasarkan pemantauan yang dilakukan sudah ada petani di kawasan selatan Gunungkidul mempersiapkan lahannya. Langkah ini dilakukan untuk penyiapan musim tanam di awal penghujann.
“Jadi nanti tinggal menanam. Tapi, kami berharap petani juga segera menebus pupuk yang telah dialokasikan untuk mengoptimalkan hasil pertanian,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.