Pajar Ariyana ke Final Asian Games 2026, Hadapi Kanoa Igarashi
I Made Pajar Ariyana lolos final shortboard putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan Jayuard Alciso dari Filipina.
Baznas RI melakukan monitoring dan evaluasi balita gizi kurang atau buruk dan stunting di Kaliagung, Sentolo, Kabupaten Kulonprogo./ Ist
Harianjogja.com, JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI melalui program Rumah Sehat Baznas Jogja turun tangan melakukan monitoring dan evaluasi balita gizi kurang atau buruk dan stunting di Kaliagung, Sentolo, Kabupaten Kulonprogo.
"Zakat tidak hanya menyentuh aspek ekonomi. Melalui program kesehatan seperti ini, kami ingin memastikan anak-anak Indonesia terpenuhi gizinya, sehingga bisa tumbuh menjadi generasi yang sehat dan unggul," kata Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan melalui keterangan di Jakarta, Selasa.
Saidah menekankan keberhasilan program penurunan stunting tidak bisa dilepaskan dari peran semua pihak.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci untuk memastikan langkah-langkah intervensi berjalan efektif.
"Stunting tidak bisa diatasi sendirian. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, tenaga kesehatan, dan masyarakat agar hasilnya lebih optimal. Baznas hadir untuk memperkuat peran ini," ujarnya.
BACA JUGA: Pedagang Pasar Jombokan Kulonprogo Bersyukur Retribusi Turun 50 Persen
Saidah menyebutkan program perbaikan gizi seharusnya tidak berhenti hanya pada kegiatan sesaat. Maka dari itu, ia mendorong agar intervensi dilakukan secara berkelanjutan, sehingga dapat memberikan dampak jangka panjang bagi perkembangan anak.
"Intervensi satu kali tidak cukup. Harus ada pemantauan, edukasi dan dukungan gizi secara konsisten. Dengan begitu, angka stunting di Kulonprogo bisa terus ditekan," ucapnya.
Saidah berharap peran zakat semakin nyata dirasakan masyarakat, khususnya dalam mencegah gizi buruk dan stunting. Dukungan masyarakat dan pemerintah daerah diharapkan menjadi energi bersama untuk mewujudkan generasi yang lebih sehat di masa depan.
Kegiatan ini diawali dengan penyuluhan gizi bertema Tips Memilih Jajanan Sehat untuk Anak. Setelah itu, tim kesehatan melakukan pengukuran berat badan (BB) dan panjang/tinggi badan (PB/TB) pada balita. Di akhir acara, para peserta juga mendapat paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa telur, susu formula dan biskuit.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 63,34 persen balita mengalami berat badan kurang (BB/U), dan 73,34 persen mengalami kondisi pendek (PB/U atau TB/U). Data ini menjadi alarm penting bahwa penanganan stunting perlu terus diperkuat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
I Made Pajar Ariyana lolos final shortboard putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan Jayuard Alciso dari Filipina.
Pilur PAW 2026 digelar serentak di 66 kalurahan di tiga kabupaten DIY. Warga diingatkan menjaga ketertiban dan kerukunan.
Disdikpora Jogja meminta sekolah meningkatkan kewaspadaan influenza, pemantauan kesehatan, PHBS, dan deteksi dini untuk mencegah penularan.
Stasiun Lempuyangan ditata menjadi stasiun khusus penumpang. Aktivitas angkutan semen direncanakan pindah ke Stasiun Prambanan.
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.